Thursday, 18 September 2014

Cara Bijak Memberikan Hukuman dan Hadiah

Mendidik dengan memberikan hukuman secara fisik karena anak telah melakukan suatu kesalahan dan memberikan hadiah berupa uang atau makanan karena anak telah melakukan suatu tindakan positif adalah tindakan yang kurang bijaksana. Hukuman fisik dianggap tidak efektif sebagai cara untuk mendidik anak karena dengan cara seperti itu sebenarnya anak tidak memahami di mana letak kesalahannya tersebut.

Anak tidak melakukan lagi kesalahannya tersebut boleh jadi bukan karena ia memahami bahwa tindakannya tersebut adalah tidak baik tetapi ia tidak melakukan kesalahan tersebut karena ia takut akan mendapatkan hukuman lagi yang mungkin lebih berat. Maksudnya, anak mungkin tidak melakukan kesalahan tersebut ketika pengawas (orangtua) ada di sekitarnya, tetapi ketika pengawasnya tidak ada di dekatnya maka ia mungkin akan mengulangi kesalahannya tersebut, misalnya memukul lagi adiknya.

Begitu juga dengan memberikan hadiah berupa uang atau benda lainnya kepada anak. Ketika anak melakukan suatu perbuatan yang positif, maka lebih baik anak diberikan pujian. Dengan demikian anak akan merasa bangga pada kemampuan dirinya, bukan karena ingin mendapatkan kesenangan belaka (mendapatkan uang atau permen)

Kesimpulannya adalah berikanlah hukuman dan hadiah kepada anak sesuai dengan perilaku yang ditunjukkan anak. Hukuman yang paling efektif ketika anak melakukan tindakan negatif adalah dengan memperlihatkan ketidaksetujuan atau penolakan supaya ia merasa malu, sedangkan hadiah yang paling baik atas tindakan positif anak adalah memberikan pujian kepadanya. Pujian yang diberikan orangtua akan membuat anak bangga (Wiwien Dinar Pratisi, 2008).

Contoh kasus menolak atau memperlihatkan ketidaksetujuan kepada anak yang melakukan tindakan negatif (memukul adik). Orangtua dapat mengatakan kepadanya . bahwa orangtua tidak suka kepada anak yang mudah memukul orang lain, karena itu akan menyakitkan seperti halnya ia akan measa sakit ketika dipukul orang lain. Dengan demikian anak akan menjadi malu dan memahami bahwa memukul adalah tindakan yang tidak baik, semua orang termasuk dirinya akan merasakan sakit yang sama ketika dipukul.

Berikanlah hadiah atas tindakan positif anak berupa pujian, karena dengan pujian yang diberikan orangtua akan membuatnya merasa bangga atas kemampuan yang telah ia lakukan tersebut. Misalnya, memuji anak ketika ia sedang membereskan kamar tidurnya ‘ Waaah, Ade sudah besar dan pintar ya sudah bisa merapikan dan membersihkan kamarnya sendiri. Kamar Ade selalu rapi dan bersih, jadi Ade jauh dari debu dan kuman, tidak mudah sakit…..

Sumber : perkembangananak.com

Antibiotik untuk Bayi Harus Dipantau Ketat

London, Penggunaan obat antibiotik untuk mengobati infeksi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Para ahli memperingatkan dokter dan suster untuk lebih berhati-hati dalam memberikan antibiotik dosis tinggi pada bayi.

Pemberian yang sangat hati-hati ini berkaitan dengan masalah keselamatan dan kesehatan si bayi nantinya.
Penggunaan obat antibiotik dengan tidak benar pada usia muda berisiko menyebabkan kerusakan ginjal atau kehilangan pendengaran.

Pemberian antibiotik yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mempengaruhi efektivitas dan toksisitas dari obat itu sendiri.

Pedoman baru yang dikeluarkan Badan Nasional Keselamatan Pasien (NPSA) Inggris menyarankan bahwa staf kesehatan tidak boleh terganggu saat menyiapkan dan mengelola pemberian antibiotik. Selain itu ketika obat resep dokter sudah diberikan, maka dokter harus melakukan pemantauan selama 24 jam untuk menghindari kekeliruan.

Jika pengobatan diberikan melalui infus, maka obat harus diberikan secara berkala dan kadar obat dalam darah harus dipantau secara konsisten.

Pedoman ini diterapkan untuk menghindari terjadinya kerusakan atau efek keracunan akibat dosis obat yang berlebihan, serta meminimalkan efek samping jangka pendek yang mungkin muncul dari antibiotik tersebut.

"Pedoman ini untuk memastikan standar tinggi dalam pemberian resep dan pengawasan penggunaan obat antibiotik yang kuat pada bayi atau usia muda," ujar Jenny Mooney dari NSPA, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (16/2/2010).

Antibiotik yang diberikan harus aman bagi bayi yang sedang sakit agar reaksi merugikan yang mungkin timbul dapat diminimalisir. Karenanya orangtua juga harus diberitahu mengenai kemungkinan risiko dari setiap perawatan yang diberikan pada bayinya.

"Karena daya tahan tubuh bayi belum terbentuk secara sempurna sehingga setiap tindakan yang diambil harus dipikirkan mengenai risikonya," katanya.

Seperti dikutip dari Irishhealth, antibiotik adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Namun antibiotik tidak akan efektif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus.

Jika seseorang mengalami sakit tenggorokan atau flu yang disebabkan oleh virus, maka pengobatan dengan antibiotik hanya sedikit atau tidak memiliki peran sama sekali. Karena sebenarnya penyakit yang disebabkan oleh virus bisa hilang dengan sendirinya jika memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Jadi jika dokter memberikan antibiotik untuk sakit flu itu suatu kekeliruan.

Beberapa antibiotik hanya efektif terhadap bakteri tertentu saja, sebagai contoh antibiotik penisilin bisa diresepkan untuk sakit tenggorokan akibat bakteri streptokokus. Meresepkan antibiotik tergantung dari letak dan tipe dari infeksi yang muncul.

Bakteri memiliki kemampuan untuk mengalami resistensi atau kebal terhadap antibiotik, sehingga penggunaan antibiotik tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Namun antibiotik akan memiliki potensi yang efektif jika digunakan secara tepat.

Beberapa antibiotik ada yang menimbulkan efek samping seperti mual, muntah atau diare akibat perubahan keseimbangan bakteri di dalam usus. Namun jika efek samping yang ditimbulkan lebih dari itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah antibiotik yang dikonsumsi harus diganti atau tidak.

www.detik.com

Belajar Menulis dengan Menyenangkan



Beberapa waktu lalu seorang teman mengirim pesan. Ia bertanya bagaimana cara mengajari anaknya yang memiliki gaya belajar kinestetik, menulis. Anaknya baru saja masuk Sekolah Dasar.

Anak-anak dengan gaya belajar kinestetik cenderung  belajar lebih baik sambil bergerak.  Duduk tenang dan menyalin untuk berlatih membentuk huruf selama beberapa waktu  bisa menjadi tantangan yang besar bagi anak-anak dengan gaya belajar kinestetik. Hm, sebenarnya gaya berlatih menulis dengan duduk tenang dan menyalin kata atau kalimat adalah sebuah tantangan bagi anak-anak, terutama bagi orang dewasa yang menemani mereka belajar.

Saya belajar beberapa hal dari murid-murid saya tentang berlatih menulis bagi pemula. Beberapa hal berikut ini mungkin bisa Anda coba bersama anak-anak di rumah.

1. Menulis harus Bermakna

Menyalin kalimat berulang-ulang adalah kegiatan yang kurang bermakna untuk anak-anak. Pendeknya, mungkin mereka bertanya-tanya, “Kenapa sih, aku harus menulis yang itu-itu terus?”
Maka membuat kegiatan menulis yang bermakna untuk mereka menjadi penting.

Pada dasarnya, menulis adalah salah satu cara berkomunikasi. Minta anak menulis surat pendek atau kartu ucapan.  Minta anak menuliskan daftar mainan atau makanan yang mereka suka. Esok hari, minta anak mencatat bagian-bagian dari seri mainan atau tokoh kartun yang mereka suka. Lain hari, diktekan daftar belanjaan Anda untuk ditulis anak.

2. Menulis harus Menyenangkan

Ubahlah waktu berlatih menulis menjadi waktu bermain yang seru.  Umumkan waktu permainan bernama Super Paper. Tidak boleh bicara, tapi harus menulis di kertas. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan lucu yang membuat anak tertarik menuliskan jawabannya di kertas.
Ciptakan permainan-permainan yang baru. Tulislah sebuah kata, kemudian minta anak menulis kata lain yang dimulai dengan huruf terakhir dari kata yang Anda tulis.

Misalnya, saya menulis : BUKU. Binar akan menulis ULAR. Saya lanjutnya dengan RAMAI. Binar bisa melanjutkan dengan kata lain berawalan I.

3. Menulis dengan Target Kecil
Murid-murid kecil saya mengeluh bila diminta menulis satu halaman. “Panjang sekali, Bu.” “Aku kan sudah capek, Bu.” Suatu hari, saya buatkan pola daun sebagai tempat menulis. Saya beri beberapa lembar daun dan minta mereka menulis cerita.

Daun-daun ditempelkan menjadi sebuah pohon yang cantik. Hari itu, mereka menulis sebanyak dua halaman tanpa mengeluh dan tanpa mereka sadari. Yang mereka ketahui, delapan lembar daun yang mereka punya sudah penuh dengan cerita.

4. Stasiun Menulis

Buat sebuah pojok istimewa untuk menulis. Lengkapi dengan kertas dan aneka alat tulis berwarna. Barangkali, kotak surat kecil untuk setiap anggota keluarga akan memberi semangat baru. Jika Mama atau Papa ikut terlibat saling mengirim atau berbalas kartu, anak-anak tentu bersemangat turut serta.

5. Kreatif dengan aneka barang

Anak-anak yang sedang belajar menulis huruf akan senang sekali jika boleh menulis dengan jari di atas baki berlapis tepung. Membuat huruf di lantai dengan bekas-bekas amplop atau selebaran dari bank juga akan menyenangkan.

6. Sedikit Kritik, Banyak Pujian
Ingat, Ma. Anak-anak tidak bisa serta merta menulis dengan sempurna. Beri mereka waktu untuk berkembang menjadi penulis yang handal. Anda tidak perlu memperbaiki semua hal dalam satu waktu.

Minggu ini, fokuskan kegiatan menulis untuk berlatih membuat bentuk huruf yang benar. Maka biarkan saja jika tulisan anak anda tak sama besarnya, atau ia lupa memberi spasi antar kata. Minggu depan, pilih satu hal lagi sebagai fokus latihan.

Biarkan anak menyelesaikan tugas menulisnya. Jika terlalu panjang, pecahlah menjadi beberapa bagian. Pada akhir setiap bagian, ajak anak mengevaluasi kembali hasilnya. Apa yang kamu tulis? Apa yang bisa dilakukan agar tulisanmu lebih baik? Bagaimana membuat huruf “y” yang benar? Dengan demikian, Anda tidak perlu mengomentari setiap langkahnya dalam berlatih menulis.

Jangan lupa, beri pujian bila anak anda membuat kemajuan meskipun kecil.

Tak ada yang lebih menyenangkan bagi anak-anak dibanding melakukan kegiatan yang sama dengan Mama dan Papa. Jika Anda sedang mengajak anak-anak belajar menulis, Anda perlu bermain dan menulis bersama mereka. Polisi yang ngomel dan mengkritik semua gerakan anak saat sedang menulis, apalagi sambil sibuk dengan gadget, tentu bukan partner menulis yang menyenangkan!

Belajar, tidak harus selalu duduk tenang. Belajar bisa dilakukan sambil bersenang-senang!

Sumber: Parenting.co.id
Penulis: Lestia Primayanti

5 Rahasia Anak Jarang Sakit



Semua Mama pasti ingin anaknya selalu sehat dan menghindari rutinitas ke dokter karena daya tahan tubuh anak menurun dan terserang berbagai penyakit. Berikut 5 rahasia anak jarang sakit.  
1. Jaga Kebersihan Tangan
Kebiasaan mencuci tangan mengurangi kemungkinan tertular sakit pada pernafasan ataupun pencernaan secara drastis. Jadi ajak anak Anda untuk terbiasa mencuci tangan dengan benar (digosok hingga sela-sela jari) atau minimal menggunakan hand sanitizer sepulang sekolah, setelah bermain, setelah buang air dan sebelum makan.

Agar lebih efektif, sebaiknya tangan digosok sekitar 20 detik. Sambil bernyanyi 1-2-3 Sayang Semuanya, tentu lebih menyenangkan bagi anak-anak.

2. Bergerak Aktif Setiap Hari
Musim hujanpun bukan alasan untuk tidak berolahraga atau bergerak aktif setiap hari. Penelitian membuktikan anak yang berolahraga cukup (tidak perlu terlalu terforsir) dan rutin lebih kuat terhadap paparan flu dan pilek hingga 50%. Olahraga meningkatkan sirkulasi sel yang berfungsi memerangi infeksi.

3. Tidur Cukup
Menurut para ahli, kurang tidur meningkatkan kemungkinan sakit flu dan pilek. Ajari anak terbiasa untuk tidur awal. Pada umumnya bayi membutuhkan sekitar 14 jam tidur sehari, sementara balita dan anak-anak butuh 11-13 jam tidur sehari.

4. Hindari Menyentuh Muka
Virus flu masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mata dan mulut. Biasakan anak untuk tidak menyentuh bagian tersebut, apalagi jika ia belum mencuci tangan. Ajari anak untuk tidak berbagi sedotan, gelas ataupun sikat gigi.

5. Konsumsi Nutrisi Seimbang
Menu makanan berisi buah dan sayur beraneka warna dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak. Brokoli , stroberi dan jeruk mengandung banyak vitamin C. Coba juga tuna, susu dan sereal untuk dosis vitamin D. Yoghurt dengan probiotik juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. (Penulis: Fina Khairaty/Foto: dok Feminagroup)

sumber: parenting.co.id

Friday, 14 February 2014

Langkah Awal Dalam Pendidikan Karakter





Komitmen merupakan langkah awal jika ingin memiliki karakter yang baik, tetapi komitmen seperti apa yang dibutuhkan untuk mensukseskan pendidikan karakter? Yaitu disiplin terhadap pendidikan karakter itu sendiri. Kali ini kita akan membahas dari sudut pandang sekolah.
Suatu ketika saya sempat mempresentasikan tentang pendidikan karakter dan dampaknya terhadap guru dan karyawan sekolah. Saya dan rekan sengaja menyeting agar lingkungan sekolah menjadi padu dengan isu pendidikan karakter yang akan didengungkan oleh sekolah yang bersangkutan. Saat saya menjelaskan tentang peraturan sekolah dan peraturan kelas, terlihat muka yang kurang nyaman, serta respon yang kurang antusias, serta air muka yang seakan berbeban berat menyikapi pelaksanaan pendidikan karakter.
Dan ditengah-tengah acara saya menjelaskan agar sekolah tidak perlu terburu-buru melakukan perombakan besar dalam aturan sekolah. Saya sangat memahami beban guru dalam mengajar dan kegiatan administrasinya, lakukan step by step yang penting ada komitmen dalam pelaksanaannya dan peliharalah disiplin sebagai motor penggerak pendidikan karakter itu sendiri, itu kuncinya. Disiplin, disiplin dan disiplin.
Sekilas saya jelaskan disiplin orang yang hidup di Indonesia dengan dua musim, berbeda dengan negara yang hidup dengan empat musim. Ketangguhan, daya juang dan inisiatif juga berbeda. Kita di Indonesia adalah wilayah yang tantangan secara alamnya cukup sedikit dibandingkan dengan mereka yang hidup di empat musim. Karena salah satu faktor inilah kita perlu belajar disiplin lebih lagi untuk kehidupan yang lebih baik. Disiplin sangat erat dengan kesuksesan, bahkan disiplin ada dalam satu paket dengan kesuksesan. Apapun yang hendak dicapai dalam kesuksesan itu disiplin adalah dasarnya. Bahkan ukuran disiplin sudah diformulasikan secara rinci oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outlier, bahwa butuh 10.000 jam kedisiplinan untuk menjadi master dalam bidang apapun. Penyanyi, atlet, profesional di bidang bisnis yang sukses telah melewati proses 10.000 jam. Dan anda tahu siapa saja yang telah menjadi master di bidangnya bukan? Sebut saja, Ruth sahayana, Taufik hidayat, Agnes Monica, Purwacaraka, Juna, Rifat Sungkar, Chairul Tanjung, Hermawan Kertajaya dan masih banyak sekali tokoh yang bisa disebut master di bidangnya masing-masing.
Pendidikan karakter cenderung tak akan pernah tersentuh secara nyata jika ada hanya sebatas proses pemahaman tentang karakter atau hanya bersifat informasi tanpa adanya tindakan. Dewasa ini di media cetak, elektronik dan media internet banyak memberitakan tentang kasus jual beli kunci ujian, contek mencontek, plagiatisme, bahkan kasus kriminal yang dilakukan oleh pelajar, itu semua menunjukan bahwa nilai realisasi karakter bangsa tidak terwujud nyata. Fenomena ini muncul akibat rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.
Faktor yang mempengaruhi antara lain :
  1. Rendahnya sarana fisik
  2. Rendahnya kualitas guru
  3. Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan
  4. Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan
  5. Visi dan moralitas pendidik serta anak didik yang rendah
  6. Mahalnya biaya pendidikan Memang menjadi masalah serius di negeri ini
Anggaran pendidikan yang sudah tinggi tidak menjamin sarana fisik yang baik dan biaya pendidikan yang terjangkau, penyebabnya jelas moralitas masyarakat yang mementingkan golongan, kepetingan pribadi dan mendapat keadaan yang tepat.
Keenam halangan ini hanya bisa hilang jika nilai luhur dan pendidikan karakter benar-benar terealisasikan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal berkaitan dengan permasalah diatas kiranya diperlukan suatu terobosan di dunia pendidikan untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter dan berprestas tinggi. Untuk mencapai itu diperlukan inovasi dan pengembangan nilai disiplin serta komitmen dari setiap perangkat sekolah agar pendidikan karakter bisa terus berjalan. Dampak dari pendidikan karakter dapat membangun individu untuk mengenali dirinya sendiri dan mampu menetapkan tujuan pendidikannya.
Pendidikan karakter sebenarnya sudah ada sejak dulu seperti apa yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara melalui Among Metode, dimana ada tiga unsur pendidikan yang harus berjalan sinergis yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan Among Metode diharapkan anak akan tumbuh sesuai kodrat (naturelijke groei) dan keadaan budaya sendiri (cultuur histories). Sehingga ada tiga hal yang patut dan perlu untuk dikembangkan dalam rangka membangun karakter yang berpendidikan yaitu membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif mengingat budaya itu bersifat kontinue, konvergen dan konsentris (Ki Hajar Dewantara). Perhatikan kata-kata Ki Hajar Dewantara berikut “membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif” artinya diperlukan sikap yang berkomitmen dan disiplin terhadap pelaksanaan pendidikan karakter itu sendiri, dan semua ini dapat dimulai dari kita semua. Sudahkan anda berkomitmen terhadap hal ini?
Sebagai informasi tambahan, kami memberikan E-book Gratis 6 Cara Mendisiplinkan Anak yang dapat anda pelajari agar kita semua dapat memaksimalkan pendidikan karakter di negara kita dan ikut menciptakan kehidupan yang lebih baik serta mewarisikan hal terindah bagi anak cucu kita.


Salam
Timothy Wibowo

Tuesday, 24 April 2012

Training Penggunaan Internet Sehat dan Islami


Terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak/Ibu atas keberadaan yayasan kami. Saat ini kami sudah menjalankan operasional sekolah TK/Play Group Smart Bee. Siswa kami berasal tidak hanya dari sekitar lokasi sekolah, namun juga sudah meluas ke beberapa daerah di Depok. Kami berharap semoga keberadaan sekolah ini dapat memberikan efek positif bagi lingkungan sekitar, baik berupa pendidikan usia dini maupun penyerapan tenaga kerja. Hal-hal mengenai TK/Play Group Smart Bee dapat dilihat pada website kami: www.smartbee221.blogspot.com.

Sebagai salah satu bagian dari program Corporate Social Responsibility, kami bermaksud untuk mengadakan acara Penggunaan Internet Secara Sehat dan Islami. Untuk itu, kami mengundang remaja di lingkungan kerja RW Bapak pada:

Hari/tanggal:             Minggu, 13 Mei 2012
Waktu:                      08.00 – 12.00 WIB
Tempat:                    TK/Play Group Smart Bee
                                 Jl. Danau Maninjau Raya No.245-246,  
                                 RT 05/RW 04, Depok 16417
Acara:                      Training Penggunaan Internet Sehat dan Islami, antara lain:
1.            Mengenal internet secara sehat dan Islami
2.            Membuat blog sendiri
3.            Memulai bisnis on-line
Peserta:                    1.      Pelajar SMA atau sederajat
2.            Mahasiswa
3.            Umum, usia 17-20 tahun
Jumlah peserta:       Maksimum 20 orang. Apabila pendaftar melebihi jumlah tersebut, maka training akan dilakukan dalam beberapa batch.
Biaya:                       Gratis

Untuk tertib administrasi, penyerahan Formulir Pendaftaran dapat dilakukan mulai dari sekarang sampai dengan tanggal 9 Mei 2012. Formulir diserahkan kepada staf TK/Play Group Smart Bee, setiap hari pada jam 09.00 – 13.00 WIB.

Ayo buruan DAFTAR

Wassalaamu ‘alaikum wr. wb.

Yayasan SMART BEE

Wednesday, 21 December 2011

Ssst...Akrab dengan Ayah Bikin Cerdas Lho!

AYAH, setiap orang akan memberikan deskripsi berbeda untuk satu kata itu. Maklum, karakter ayah dari masing-masing orang memang berbeda. Namun yang namanya ayah pastinya sayang banget ama kita. Jadi tak salah deh kalo sebagian dari kita lebih dekat dengan ayah ketimbang ibu.

Seperti Devy Fitryandari. Mahasiswi Universitas UIB ini mengaku sangat dekat dengan ayahnya. "Sejak kecil saya selalu dekat ayah hingga sekarang," imbuh cewek yang sering dipanggil Adek ini. Kedekatan ini membuat Adek sering curhat dengan ayahnya ketimbang ibu.

"Ayah tuh bijaksana banget kalo ngambil keputusan, pokoknya aku bener-bener jadi anak dewasa lah kalo curhat sama ayah. Soal rahasia aman deh dijamin ama ayah,"ungkap cewek yang mengambil jurusan sistem informasi ini.

Nah, ternyata Adek dan ayahnya juga sering melakukan kegiatan bersama di waktu senggang salah satunya adalah olahraga. "Kalo lagi libur kami sering olahraga bareng. Ayah tuh hampir bisa semua olahraga," ceritanya.

Tak hanya itu Adek suka bereksperimen masakan dengan ayahnya. "Sebenarnya, kami sama-sama nggak bisa masak. Tapi pede aja, jadi kayak belajar masak bareng deh," ungkapnya.

Kebersamaan ini juga dirasakan Priska Ruliantari. Cewek yang sekolah di SMAN 3 ini mengaku dekat dengan ayahnya.

Kedekatan Priska dengan ayahnya sudah terjalin sejak kecil. "Dulu paling sering pergi bareng sama ayah. "Ayah itu orangnya asyik diajak curhat nggak kayak mama yang terkadang suka cerewet. Yang paling penting adalah ayah bisa nyimpen rahasia. Jadi aman deh kalo ada rahasia,"ceritanya

Bersama dengan ayahnya, Priska selalu merasa aman. "Jadi nggak usah kuatir, pasti ada ayah yang beresin. Satu lagi ayah bisa bikin saya lebih cepat mandiri," tutur anak pertama dari dua bersaudara ini. Hampir setiap kegiatan selalu dihabiskan bareng terutama ketika berenang bersama.

Selain itu, Priska juga senang karena ayahnya tak pelit. "Kalau minta, pasti selalu dikasih dan dibelikan deh, nggak dicerewetin dan ditanya macam-macam kayak mama. Hihi," ungkapnya.

Menurut Mbak Bibiana Dyah Sucahyani, Psikolog sekaligus Humas Lembaga Perlindungan Anak Batam (LPA), hubungan emosional anak tak selalu identik dengan sang ibu. Seorang anak juga memiliki ikatan dan kedekatan khusus dengan ayahnya.

"Boleh dikatakan peran ayah dan ibu memiliki porsi yang tersendiri namun saling melengkapi," ujar wanita yang akrab dipanggil Mbak Dhea.

Misalnya saja dari seorang ibu, remaja akan mendapatkan kasih sayang, kedekatan emosional dan banyak hal lain. Sementara kedekatan dengan ayah akan membuahkan kecerdasan emosi dan kognitif.

Mbak Dhea menjelaskan seorang orang anak yang beranjak dewasa membutuhkan figur seorang ayah. "Ada sisi-sisi tertentu yang tak dapat diisi oleh ibu dan hanya dapat diisi oleh ayah. Kedekatan ini akan berbuahkan karakter positif bagi si remaja," tuturnya. (dri)



Sumber:Batam.tribunnews.com

Sunday, 30 October 2011

Cara-Cara Menghukum Anak yang Tidak Dibenarkan Dalam Islam

Di antara cara tersebut adalah:

1. Memukul wajah

Ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau, yang artinya, “Jika salah seorang dari kalian memukul, maka hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah.”

2. Memukul yang terlalu keras sehingga berbekas

Ini juga dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih.

3. Memukul dalam keadaan sangat marah

Ini juga dilarang karena dikhawatirkan lepas kontrol sehingga memukul secara berlebihan.

Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut karena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau yang berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada kamu terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.‘”

4. Bersikap terlalu keras dan kasar

Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang merupakan sebab datangnya kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang terhalang dari (sifat) lemah lembut, maka (sungguh) dia akan terhalang dari (mendapat) kebaikan.”[14]

5. Menampakkan kemarahan yang sangat

Ini juga dilarang karena bertentangan dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bukanlah orang yang kuat itu (diukur) dengan (kekuatan) bergulat (berkelahi), tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.“[15]

Thursday, 27 October 2011

KRITERIA ANAK SEHAT

Setiap orang tua pasti menginginkan anak sehat yang tumbuh ditengah-tengah keluarga. Anak yang cerdas, rajin, dan berbakti kepada orang tua adalah dambaan setiap orang, karena anak adalah tumpuan harapan orang tua. Para orang tua mengharapkan anaknya menjadi anak yang bisa dibanggakan. Namun demikian tidaklah gampang menjaga dan merawat anak hingga menjadikan anak kita sebagai anak yang sehat. ada beberapa hal yang harus kita ketahui agar anak kita dapat menjadi anak yang sehat.
Hal pertama yang harus kita ketahui adalah ciri-ciri anak sehat. Dalam hal ini kita harus mengetahui tanda-tanda fisik maupun psikis anak kita. Anak yang sehat adalah anak yang responsif terhadap sekitarnya. Ahli mengatakan bahwa kita harus membiasakan diri untuk berbicara kepada anak dengan langsung memandang ke arah matanya. Dengan demikian kita akan mengetahui respon anak, apakah anak merasa lesu atau antusias terhadap apa yang kita bicarakan.  Berikutnya adalah kondisi rambut pada anak. Apakah rambut anak anda tidak kusam atau kah tidak mudah rontok? Itu juga merupakan tanda bahwa anak kita adalah anak yang sehat. Rambut yang bersih, indah dengan warna cemerlang merupakan ciri anak yang sehat. Ada baiknya kita selalu menjaga kebersihan kulit kepala dan gizi untuk rambut anak dengan vitamin B komplek dan mineral.
Selanjutnya adalah gigi si kecil. Perhatikan kondisi dan warna gigi si kecil. Gigi anak sehat adalah gigi dengan pertumbuhan yang baik dan warna yang cemerlang. Perawatan yang rutin enam bulan sekali ada baiknya diterapkan untuk menjaga dan melihat tumbuh kembang gigi yang baik. Selain itu perhatikan warna gusi si kecil. Warna gusi yang baik adalah berwarna merah muda. Jika gusinya mudah mengalami pendarahan itu berarti si kecil mengalami kekurangan vitamin C. Dengan menjaga kebersihan gigi dan gusi akan terhindar dari bau mulut.
Kesehatan kulit juga merupakan ciri anak yang sehat. Kulit yang sehat adalah kulit yang bersih dan cepat sembuh ketika terjadi luka. Kondisi kulit yang sehat akan membantu mempercepat sembuhnya luka. Kebersihan kuku juga merupakan ciri anak yang sehat. Kuku yang sehat adalah kuku yang kuat dan berwarna merah muda. Hal ini menandakan bahwa si kecil tidak terjangkit anemia dan kekurangan kalsium. Suhu tubuh sikecil juga merupakan faktor lain pertanda anak yang sehat. Suhu tubuh harus berkisar 36,5 hingga 37,5 derjat celsius. Gaya makan sikecil juga pertanda kesehatan si kecil. Lahapnya makan sikecil menandakan tidak terganggunya nafsu makan. Tidur yang cukup dan nyenyak adalah ciri lain anak yang sehat. Pencernaan yang sehat dengan lancarnya BAB juga berarti dalam diri anak yang sehat. Nah, apakah anak anda sudah termasuk anak sehat?

Sunday, 28 February 2010

Budaya Menabung Di Smart Bee



Tak mau kalah dengan orang dewasa, bocah-bocah kecil yang masih duduk di bangku Play Group dan Taman Kanak-kanak (TK) pun kini telah memiliki rekening pribadi. Mereka adalah siswa/i PG & TK Islam Smart Bee yang berlokasi di Jalan Danau Maninjau Raya No 221 Depok Timur.

"Kami ingin menanamkan budaya menabung sejak kecil dengan memperkenalkan kepada siswa bagaimana caranya menabung di Bank dengan rekening pribadi masing-masing," ujar Ummi Dewi, Kepala Sekolah PG dan TK Islam Smart Bee.

Sejak Tahun Ajaran 2009/2010, setiap siswa PG& TK Islam Smart Bee akan mendapatkan Tabungan Simpatik dari Bank Syariah Mandiri. Dengan memiliki rekening sendiri, anak-anak diharapkan memiliki semangat yang tinggi untuk menabung.
Salah satu persyaratan untuk membuka tabungan adalah menyertakan foto kopi kartu identitas diri. Karena para siswa masih dibawah umur, maka orangtua siswa lah yang membuka rekening tersebut. Namun nama yang tertera pada buku Tabungan Simpatik ditambahi dengan QQ nama siswa yang bersangkutan. Seperti contoh, ananda Omar Sheif siswa Giant Bee Club. Pada buku Tabungan Simpatik Ananda Omar tertera nama: Ida Fitri QQ Omar Sheif/SB. Khusus untuk siswa TK B, siswa menulis sendiri jumlah uang yang disetorkan dan juga menulis nama mereka di kolom tanda tangan. Mereka juga diajarkan untuk mengantri ketika menyetorkan uang tabungannya. Alhamdulillah, kegiatan tersebut berjalan dengan lancar.

Kunjungan Siswa TK ke Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk menyetorkan tabungannya sendiri dilakukan mulai tanggal 12 Februari-12 Maret 2010. Setiap kelas didampingi oleh wali kelasnya melakukan kunjungan ke BSM untuk menyetorkan sendiri uang tabungan mereka selama sebulan yang lalu. Pengenalan bank ini hanya berlaku untuk siswa TK saja, sementara untuk siswa PG uang tabungan disetorkan ke Bank oleh TU Sekolah.

Berbagai macam polah tingkah laku anak-anak yang berkunjung ke BSM, yang kadang mengundang senyum nasabah lain yang ada di banking hall. Seperti halnya saat kunjungan Big Bee Club ke BSM Kantor Kas Depok 2 pada tanggal 25 Februari yang lalu. Saat selesai menabung ada salah satu siswa yang tingkahnya membuat kita tertawa geli. Setelah ia menerima buku tabungannya yang sudah di print oleh teller bank, kemudian sambil menunggu temannya yang masih mengantri, apakah yang ia lakukan? Tertanya ia masuk ke dalam kolong kursi costumer service untuk bersembunyi dari teman-temannya. Setelah ditegur oleh gurunya, ia bergaya seolah-olah seperti abang tukang becak yang sedang mengayuh becaknya. Ada juga anak yang mencari perhatian karyawan BSM entah itu CS, teller maupun kepala kantor kas BSM Depok 2. Tapi kenapa ya, mereka tidak berani dekat-dekat petugas security?

Anak-anak sangat senang sekali berkunjung ke BSM, bahkan ada siswa yang merajuk kepada orangtuanya untuk pergi menabung ke BSM lagi setiap hari. Semoga kami bisa membantu program pemerintah untuk membudayakan menabung.

PG/ TK ISLAM SMART BEE - Children Education

My photo
Based on Islamic system. We commit to be partner for parents to provide educated play ground for their beloved children. Contact us: Jl.Danau Maninjau Raya No.221, Ph 62-21-7712280/99484811 cp. SARI DEWI NURPRATIWI, S.Pd