Tuesday, 21 April 2009

Melatih Kejujuran Anak

Berbohong pada anak-anak sebenarnya bukan sesuatu yang sangat serius kecuali jika menjadi kebiasaan atau kompulsif (berulang terus menerus). Namun jika dibiarkan maka anak akan kesulitan ketika bergaul dengan teman-temannya di sekolah ataupun di lingkungan permainan, yang selanjutnya akan menimbulkan masalah lebih parah pada saat tumbuh dewasa. Mereka akan tumbuh menjadi pembohong. Oleh karena itu sejak dini orangtua harus memberikan pelajaran kejujuran pada anak.

Memberikan hukuman fisik maupun psikis (menampar, memukul, memaki) atas kebohongan yang dilakukan anak cenderung merugikan karena sang anak akan berbohong untuk menghindari hukuman. Anak menjadi tahu bahwa hukuman akan diterima bila ketahuan berbohong tapi bila tidak ketahuan maka aman. Akibatnya anak akan cenderung berusaha agar tidak ketahuan berbohong daripada tidak berbohong. Jadi hukuman bisa meningkatkan kebohongan yang dilakukan pada masa mendatang ketimbang menurunkannya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk melatih kejujuran anak :
1.Selalu menerangkan dan meminta maaf jika tidak menepati janji
2.Jika kedapatan berbohong di muka anak, akuilah, dan jelaskan alasannya
3.Jangan mengatakan kebohongan untuk mendapatkan persetujuan anak
4.Jangan memberikan terlalu banyak aturan pada anak
5.Jangan terlalu sering memberikan hukuman pada anak
6.Jangan langsung marah jika anak melakukan kebohongan, tanyakan dulu mengapa

Oleh Achmanto Mendatu

Tips Mengajar Anak

Memanfaatkan cara otak belajar
Mengetahui bagaimana otak bekerja memberi kesempatan kepada pendidik untuk membuat lingkungan belajar yang bisa memberi tingkat keberhasilan belajar yang tinggi bagi murid. Dengan memanfaatkan prinsip pembelajaran berdasarkan cara kerja otak berikut ini, bisa meningkatkan hasil murid di kelas.

Murid-murid punya gaya belajar yang berbeda
50% adalah pelajar visual (penglihatan), mereka lebih menyukai dan mengerti gambar-gambar, grafik, dan tulisan di buku dibandingkan dengan ceramah.
30% adalah pelajar kinestetik (perabaan, gerakan), mereka lebih membutuhkan aktivitas yang berdasarkan perabaan dan pergerakan.
20% adalah pelajar auditori (suara/pendengaran), mereka belajar dengan baik ketika mereka berbicara tentang apa yang mereka pelajari

Otak bekerja lebih baik saat berada pada keadaan emosi yang positif. Murid harus merasa aman secara fisik dan emosi sebelum otaknya siap untuk belajar. Guru bisa membuat situasi lingkungan belajar yang positif dengan memberi dorongan dan pujian pada usaha –usaha yang dilakukan murid.

Otak belajar informasi baru melalui modul-modul kecil. Penelitian tentang otak menyatakan bahwa anak-anak usia antara 5-13 tahun belajar paling baik saat mereka diberi informasi 2-4 modul. Anak-anak usia 14 ke atas bisa belajar sampai dengan 7 modul pada saat yang sama. Guru harus merencanakan batasan ini dan mengajarkan materi dalam bentuk modul-modul kecil.

Otak juga bekerja menurut jadwal waktu tertentu. Anak-anak usia 5-13 tahun belajar paling baik dengan penambahan waktu 5-10 menit. Anak usia 14 tahun ke atas belajar dengan peningkatan waktu sampai dengan 10-20 menit. Kadang-kadang, guru bisa menambahkan batasan waktu ini melalui bantuan yang positif.
Anak-anak belajar dengan baik jika materi baru diajari lebih dulu dan materi sebelumnya diulang saat akhir pelajaran

Sangat baik bagi guru untuk mengajar pada unit-unit yang pendek (1-2 bagian pada satu waktu) dan kemudian memberi waktu aktivitas bagi murid. Murid memerlukan waktu untuk mempraktekkan keahlian yang mereka pelajari.

Murid memerlukan sedikit waktu untuk mengistirahatkan otaknya terhadap tugas tertentu. Memberi waktu bebas antara satu pelajaran ke pelajaran lain bisa meningkatkan fokus murid. Sebagai contoh, memberi murid waktu untuk berdiri dan meregangkan otot, mengobrol sekitar 2 menit, dan lain-lain. Otak akan lebih siap untuk tugas dan menyimpan informasi.

Membiarkan murid untuk minum air putih selama waktu belajar. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan cairan menyebabkan kadar garam yang lebih tinggi di dalam darah yang bisa meningkatkan tekanan dalam darah dan ketegangan. Kekurangan cairan juga menyebabkan berkurangnya perhatian. Idealnya murid harus minum 6-8 gelas air sehari supaya cukup cairan tubuh.

Ambil kesempatan saat energi murid sedang tinggi. Ada saat-saat level energi tinggi dan rendah selama waktu sekolah. Misalnya, kebanyakan murid energinya rendah saat pagi hari (terutama pada remaja) dan lebih tinggi setelah makan siang. Tingginya level energi berhubungan dengan naiknya level perhatian. Guru harus mengambil kesempatan saat level energi sedang tinggi untuk mengajar materi yang lebih penting di saat tersebut.

Menyediakan ruang pribadi yang cukup untuk murid. Lebih banyak ruang pribadi mengurangi ketegangan pelajar.

Sediakan waktu saat akhir pelajaran untuk berpikir dan berdiskusi tentang topik yang dipelajari. Mengerti topik tidak harus langsung saat diajarkan, tapi bisa terjadi nanti. Memanfaatkan waktu dan pengulangan sangat penting pada lingkungan belajar.

www.smartbee.blogspot.com

Monday, 20 April 2009

Anak Suka Bercermin

Ini bagian dari eksplorasinya. Namun bila ia lebih senang berlama-lama di depan cermin, boleh jadi lantaran butuh teman bermain. Kita tahu, di usia batita, anak lagi giat-giatnya bereksplorasi. Dibanding masa bayi, tentunya dunia eksplorasi si kecil makin luas. Antara lain karena keterampilan motoriknya, baik kasar maupun halus, yang makin berkembang. "Nah, sewaktu berkeliling rumah dan melihat ke cermin, ia menemukan sesuatu yang baru dan menarik. Maka, berdirilah ia di depan cermin sambil bertanya-tanya dalam hati, 'Ih, kok, tiap aku bergerak, benda ini juga bergerak-gerak, ya? Waktu Bunda jalan, ia juga bergerak. Benda apaan, sih, ini?' Dari situlah ketertarikannya pada cermin dimulai," papar Dra. Lila Pratiwi.

Meski, bisa juga ketertarikan tersebut disebabkan ia ingin meniru anggota keluarga yang senang bercermin. Misal, si kecil selalu melihat ibunya mematut-matut diri atau berdandan di depan cermin tiap pagi sebelum ke kantor, hingga ia pun "tergoda" untuk menirukan cara si ibu bercermin. "Bukankah di usia batita, anak lagi senang-senangnya mengikuti tingkah laku orang lain alias berimitasi atau meniru? Hingga, ia jadi betah berlama-lama di depan cermin," lanjut psikolog yang menjadi mitra kerja di Divisi Klinik dan Layanan Masyarakat Lembaga Psikologi Terapan UI ini.

Tak Punya Teman
Yang perlu dicermati, bila si kecil di rumah sehari-harinya hanya bersama orang tua atau babysitter-nya. Soalnya, jelas Lila, kebiasaan si kecil berlama-lama di depan cermin boleh jadi karena ia tak punya teman bermain hingga merasa kesepian atau bosan. Apalagi buat si batita, benda-benda bergerak lebih menarik ketimbang yang diam. Jadi, saat melihat ke cermin, ia merasa melihat gerakan-gerakan yang disangka milik orang lain, "Wah, siapa, tuh, yang ada di sana?" Terlebih, ia belum bisa membedakan bayangan yang ada di cermin itu dirinya atau bukan, hingga ia pun tertarik untuk berlama-lama "main" dengan cermin. Tak heran, saat melihat bayangannya di cermin, si kecil akan memperlakukannya sebagai teman: diajak mengobrol, bersalaman, bahkan dicium.

Nah, bila demikian halnya, berarti si kecil perlu dipertemukan dengan teman sebaya. Sekalipun di usia batita, anak belum bisa bermain bersama karena kemungkinan besar mereka malah akan berebut mainan. Namun tak berarti kita lantas buru-buru memasukkan si kecil ke "sekolah", lo. Memang, salah satu tujuan anak balita di"sekolah"kan untuk berinteraksi, tapi, kan, tak harus melulu lewat "sekolah". Asalkan lingkungan sosialnya di rumah sudah cukup luas, dalam arti ada tetangga yang punya anak sebaya atau saudara yang bisa diajak bermain oleh si kecil, "itu sudah cukup, kok!"

Jadi, yang penting si kecil punya teman bermain yang sebaya. Soalnya, bila si kecil cuma bermain dengan orang tua atau pengasuhnya, bisa-bisa kelak ia jadi bossy karena kehendaknya selalu dituruti, atau sebaliknya malah jadi pengikut lantaran idenya selalu datang dari orang yang lebih tua. Namun bila si kecil juga bermain dengan teman sebaya, ia belajar berinteraksi dan bertoleransi bahwa di dunia ini bukan cuma ada dirinya tapi juga orang lain yang perlu dipertimbangkan. Selain, ia pun bisa membedakan gerakannya sendiri dengan gerakan orang lain, hingga lama-lama ia sadar bahwa yang ada di cermin adalah bayangan dirinya sendiri.

Sarana Pendidikan
Sebenarnya, kegemaran si kecil bercermin bisa dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, lo. Misal, sarana mengenalkan nama-nama anggota tubuh, "Coba, Nak, mana, sih, yang namanya kepala?" atau, "Ini rambut Bunda, ini rambut Adik. Nah, yang ini mata, jumlahnya ada dua." Cermin dapat pula dijadikan salah satu media mengenalkan emosi. Ketika si kecil tertawa, coba katakan, "Lihat, Adik cantik, lo, kalau tertawa." Atau, "Wah, gigi Adik yang putih jadi kelihatan kalau tertawa. Rajin sikat gigi, ya?"

Bahkan bila kreatif, kita bisa menciptakan mimik-mimik lucu yang dapat membuat si kecil terhibur, seperti mimik muka si badut atau buatlah coretan-coretan di wajah dengan menggunakan bedak, "Lihat, nih, wajah Ayah kalau begini kayak orang Indian, ya?" Begitupun kala ia lagi sedih atau marah, kita bisa manfatkan cermin. Namun ingat, jangan sekali-kali memperburuk keadaan saat emosinya lagi negatif. Misal, kala si kecil menangis, lalu kita meledek, "Ih, lihat, tuh, wajah Adik kalau menangis, jelek banget!" Perkataan ini akan mematahkan semangatnya karena perasaannya yang sedang sedih akan bertambah sedih. Sebaiknya katakan, misal, "Aduh, Adik menangis karena sedih enggak boleh main di luar, ya? Bagaimana kalau kita bermain dengan cermin di kamar? Tuh, coba lihat, kalau Adik menangis, ada air matanya keluar."

Alihkan Perhatian
Namun jangan lupa hati-hati, ya, Bu-Pak, karena cermin terbuat dari kaca yang mudah sekali pecah. Apalagi biasanya kita meletakkan cermin dengan menggantungkannya di dinding pakai paku. Bila si kecil yang sedang antusias bereksplorasi menarik-nariknya, cermin bisa jatuh dan menimpa dirinya. Tentu hal ini tak diharapkan, bukan? Itu sebab, kita wajib mengantisipasi hal-hal yang bisa membahayakan si kecil, tapi bukan dengan melarangnya dekat-dekat cermin. "Larangan kita cuma membunuh rasa ingin tahunya. Lebih baik, selalu awasi kala ia sudah mulai mendekati benda yang membuatnya tertarik itu," bilang Lila.

Kita pun perlu siap-siaga agar si kecil jangan sampai memukul-mukul cermin saking penasaran pada "bayangan" di cermin. Jikapun terjadi, tak perlu marah. "Atasi saja sesuai usianya." Bila usianya di bawah 2 tahun, umumnya pemahaman bahasa si kecil masih terbatas. Jadi, agar efektif, "alihkan kegiatan tersebut pada hal lain." Misal, bawa si kecil ke kamar tidur agar ia bisa memukul-mukul bantal atau guling dengan bebas.
Bila pemahaman bahasanya sudah baik, tanyakan mengapa ia sampai memukul-mukul cermin. Bila jawabannya, "Habis setiap dipukul bunyi duk-duk, sih.", kita bisa terangkan dengan logis mengapa ia tak boleh melakukannya. Misal, "Nak, kalau dipukul-pukul seperti itu, cerminnya bisa pecah, lo. Kalau pecah terus kena kaki Adik, kan, bisa luka." Namun bila si kecil melakukannya untuk mengungkapkan rasa marah, ajarkan cara lain yang lebih tepat untuk mengungkapkan perasaannya itu. Misal, "Oh, Adik marah karena Bunda menghalangi Adik melihat cermin, ya? Maaf, ya, Sayang, tapi lain kali bilang, 'Bunda, Adik, kan, mau lihat cermin, kok, Bunda ada di situ, sih? Kalau Adik memukul-mukul cermin, tangan Adik jadi sakit, kan?"

Sumber : tabloid-nakita.com

www.smartbee221.blogspot.com

Wednesday, 8 April 2009

Gigitan Nyamuk (Bagian 2 - Habis)

Pusat Pencegahan dan KontrolPenyakit Menular Amerika (CDC) menyarankan penggunaan lulur anti-nyamuk di permukaan kulit yang terbuka. Senyawa efektifnya adalah DEET (N,N-diethyl meta-toluamide), yang merupakan formula anti serangga. Tapi lulur anti nyamuk yang mengandung DEET harus diberikan secara hati-hati kepada anak-anak. Jangan oleskan lulur ini dibawah pakaian, karena kandungan racunnya akan terserap oleh kulit. Jangan lupa, jangan oleskan di bagian tangan yang sekiranya akan bersentuhan dengan mata dan mulut. Lulur khusus anti nyamuk dengan kandungan 6-10% DEET boleh digunakan buat anak-anak.

Untuk perlindungan yang lebih baik, selimut dan kelambu bisa direndam dulu dengan permethrin , yang merupakan lulur anti nyamuk yang diijinkan untuk digunakan di pakaian atau selimut. Jika digunakan sesuai petunjuk, permethrin akan mencegah gigitan nyamuk untuk beberapa minggu. Barang-barang ini bisa dibeli di toko-toko khusus perlengkapan militer, pecinta alam maupun bahan bangunan.

Kecuali anda tidak sedang bepergian ke daerah bernyamuk banyak, lebih baik menggunakan lulur anti nyamuk lembut untuk anak-anak. Lulur ini tidak akan membuat nyamuk pergi -- tapi mereka tidak akan menggigit. Jika anda melihat ada nyamuk menggigit anak anda, mungkin lulurnya masih bekerja, tapi kalau tetap digigit berarti lulurnya kurang manjur.

Beberapa penelitian menganjurkan untuk mengonsumsi thiamine (vitamin B1) 25 mg sampai 50 mg tiga kali sehari sebagai obat manjur untuk menghindari gigitan nyamuk. Vitamin yang aman ini akanmemproduksi bau kulit yang tidak tercium oleh manusia tapi bikin mual nyamuk yang sedang hamil (Pediatric Clinics of North America, 16:191, 1969). Obat ini cocok untuk orang-orang yang bereaksi alergi tinggi terhadap gigitan nyamuk. Thiamine akan kelihatan hasilnya setelah 2 minggu setelah minum teratur, yaitu setlah baunyamerata ke seluruh permukaan kulit. Bawang putih juga bekerja dengan cara yang sama (kecuali tentu saja manusia juga ikut 'menikmati' baunya), tetapi penelitian belum pernah dilakukan untuk efek bau bawang putih ini. Satu penelitian terakhir gagal menunjukkan bahwa bawang putih berfungsi sebagai pencegah gigitan nyamuk (Med Vet Entomol, 2005, 19(1)84-9.)

Perwatan terhadap reaksi berlebihan akibat gigitan nyamuk adalah dengan kompres dingin, antihistamin, senyawa anti-gatal, dan obat-obat anti peradangan. Untuk kompres dingin, taruhlah satu pak es batu di dalam kain halus dan usap/tekan ke bagian yang bentol-bentol. Tanyakan ke apoteker anda obat-obat anti-peradanganyang tepat untuk buah hati anda. Beberap aobat hanya diperbolehkan lewat resep dokter.
Senyawa paling sederhana anti-gatal adalah pasta yang terdiri dari soda pengembang dan air. Gunakan air secukupnya untuk membikinadonan lengket, lalu sebarkan. Lulur calamin bekerja dengan cara yang sama, dan biasanya bekerja lebih lama. Anak-anak yang lain mungkin lebih cocok dengan lulur berbau menthol seperti balsem.

Untuk obat anti peradangan, ibuprofen (Motrin atau Advil) atau naproxen (Alleve) bisa mengurangi bercak merah, nyeri, gatal, sakit menelan dan demam. beberapa cream steroid dengan kadar tertentu juga bisa digunakan. Pada beberapa kejadian, reaksi gigitan nyamuk bisa sangat menyakitkan dan mengancam ketahanan sistem steroid di dalam tubuh kita.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa beberapa ramuan anti-radang alami sangat manjur untuk manusia: oral evening primrose oil (Lancet, 2:1120, 1982) dan papaverine (Journal of the American Academy of Dermatology, 13:806, 1985). Cari saja di apotek terdekat.

Sedangkan perawatan yang bersifat lebih kuat dan dalam tahap penelitian adalah pemberian hormon thymic , recombinant gamma interferon, radiasi ultraviolet, berbagai obat kemoterapi, dan immunotherapy dengan sari nyamuk (Clinical Pediatric Dermatology, Saunders 1993, Ann Allergy Asthma Immunol, 2007 Sept:99(3):273-80), tapi kita hanya mempertimbangkan kalau reaksi penderita akan gigitan nyamuk betul-betul parah. Mungkin meeka akanmembaikdengan obat-obat eksperimen ini seiring jalannya waktu.

Memang kalau kita menganggap nyamuk seperti tikus maka kita bisa membasmi semua nyamuk di muka bumi ini. Tapi ada beberapa spesies ikan rawa yang memerlukan telur nyamuk untuk makanan mereka. Sedangkan ikan-ikan ini memegang peranan penting dalam sistem rantai makanan kita. Jadi, meskipun nyamuk menjadi momok kesehatan selama berabad-abad,mereka tetap penting dalam siklus ekosistem rawa dan tentu saja bagi penghuni lingkungan yang lain. Jadi, pemusnahan nyamuk di seluruh dunia bukan merupakan jawaban yang bijak.

Jadi, dengung nyamuk akan tetap ada di sekitar telinga kita. Dan IDAI blog telah banyak memberikan saran-saran yang mungkin bisa kita gunakan. Anda tidak perlu memakai semua saran tersebut, tapi anda butuh mencoba beberapa diantaranya demi kesehatan anak-anak kita. Jangan sampai karena saking takutnya nyamuk, kita melarang anak-anak kita bermain di luar ruangan, itu juga tidakbijak. Biarkan anak berkembang mengikuti dan menyesuaikan dengan alam sekitar.

www.smartbee221.blogspot.com

Gigitan Nyamuk (Bagian 1)

Gigitan nyamuk sebenernya tidak jadi masalah kalau saja yang ngegigit bukan nyamuk betina. Makanan nyamuk jantan (sebenarnya betina juga) makan dari sari bunga tanaman, tapi nyamuk betina butuh makan darah karena mereka perlu protein untuk mematangkan telur, yang akan mereka taruh di permukaan air tenang nantinya.

Nyamuk sendiri adalah serangga kecil dengan kaki-panjang-yang-kelihatan-rapuh dan berparuh di mulutnya. Penampilan seperti itu menipu, sebenernya sih -- nyamuk betina dilengkapi dengan paruh berbentuk seperti tombak sangat tajam buat mencari makanan buat anak-anaknya.

Maka dari itu nyamukjuga dikenal sebagai hewan vektor penular penyakit yang bersinggungan dengan darah dari satu korban ke korban lain. Mereka bertanggung jawab atas penularan demam kuning,malaria,DBD,kaki gajah dan penyakit gawat lainnya. Di tempat-tempat dimana penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk tidak terlalu serius, gigitan nyamuk sendiri itulah yang bikin jengkel. Banyak sekali bayi dan anak-anak yang digigit nyamuk dibanding serangga lainnya..

Ketika nyamuk menyuntikkan moncong tombaknya ke kulit manusia, sang nyamuk akan menyuntikkan air liurnya -- yang bercampur dengan enzim pencernaan dan anti pembekuan darah. Gigitan pertama tidak akan berasa. Gigitan berikutnya, orang akan merasakan adanya 'protein asing' masuk ke tubuh, dan bentol kecil, merah dan berasa gatal akan muncul beberapa waktu kemudian. Ini merupakan reaksi umum untuk anak-anak kecil. Setelah beberapa gigitan lagi, beberapa orang menjadi kurang sensitif lagi, kecuali yang punya alergi gigitan nyamuk. Beberapa anak kecil yang sudah agak besar tidak mengalami apa-apa setelah digigit nyamuk (kecuali mereka sudah lama tidak digigit nyamuk -- maka proses bisa terulang dari awal lagi). Sedangkan untuk beberapa anak yang lain, akan tampak reaksi alerginya. Merka bisa rewel, lebam atau reaksi berupa rasa terbakar di kulit. Untuk anak-anak yang seperti ini, menghindari gigitan nyamuk adalah sebuah keharusan.
Nyamuk tertarik dengan sesuatu yang mengingatkan mereka pada sari bunga dan daging mamalia. Ketika anda berada di luar ruangan, pakailah pakaian berwarna terang yang menutupi hampir semua bagian tubuh anda, usahakan tidak ada kulit yang tebuka. Hindari warna-warna terlalu ngejreng seperti warna bunga. Warna Khaki, abu-abu, dan hijau lembut tidak terlalu menarik bagi nyamuk.

Nyamuk juga tertarik oleh bau manusia, dan inilah mereka memilih menggigit seseorang ( saya..he..he) lebih daripada yang lain !. Hindari wangi-wangian dalam sabun, sampo dan lulur. Hal-hal yang lain sih bagi nyamuk sama saja, kecuali mereka lebih memilih menggigit anak-anak dibanding orang dewasa. Banyak sepesies nyamuk yang memilih menggigit dari maghrib sampai fajar. Masalah akan lebih buruk kalau cuaca panas dan lembab. Hindari bermain di luar ruangan selagi musim gigitan nyamuk mencapai puncaknya di daerah anda. Lilin citronella mungkin beruna kalau anak-anak anda sedang bermain di luar. Tentu saja kita juga harus menghindari genangan air tenang. Orang yang beraksi alergi tinggi harus menghindari berada di daerah berawa.

Aneka Resep Obat Tradisional Asli Indonesia (Bagian 2 - Habis)

* Mata merah
Taruh 3 lembar daun sirih yang sudah dicuci bersih pada wadah mangkok. Seduh dengan air panas. Setelah airnya dingin, minta anak untuk mengedip-ngedipkan matanya dalam air tersebut.

* Sariawan
Ambil sebuah tomat matang, seduh dengan air panas dan kupas kulitnya. Haluskan tomat tersebut dengan menggunakan sendok, saring dan tambahkan sedikit gula. Beri anak minumam sari tomat tersebut.

* Tak nafsu makan
Menurut Endah, hilangnya nafu makan dapat disebabkan cacingan atau hal lain seperti masuk angin. Cara mengatasinya, bersihkan 1 lembar daun jarak pagar, setelah itu hangatkan sebentar di atas tutup panci. Beri olesan minyak kelapa pada daun tersebut dan dipilin, kemudian tempelkan daun tersebut di atas pusar anak, yang sebelumnya sudah diolesi dengan minyak telon.Bila usia anak sudah lebih dari setahun, coba berikan ramuan 1 telapak tangan daun pepaya, 1 ruas jari temu hitam/temu ireng, seruas jari tempe bosok (tempe kemarin), dan sedikit garam. Semua bahan ditumbuk halus, lalu peras pakai kain dan masukkan ke mulut anak. "Khasiat temu hitam untuk mengeluarkan cacing, sedangkan daun pepaya untuk menambah nafsu makannya, dan tempe bosok untuk stamina atau kekuatan tubuhnya.Untuk menambah nafsu makan anak bisa juga dengan ramuan: 1 ruas jari temulawak, gula merah, air secukupnya, dan sedikit garam, kemudian rebus dan saring. Minumkan pada anak 1-2 sendok makan sehari

* Mimisan
Selembar daun sirih yang sudah dicuci bersih dipilin dan disumpalkan ke hidung anak. Untuk pengobatan dari dalam tubuh lakukan dengan ramuan: 1/2 jempol umbi bidara upas yang sudah bersih diparut dan diseduh dengan 1 cangkir air panas, kemudian disaring, dan setelah dingin diminumkan ke anak ditambah sedikit madu.

* Benjol karena benturan
Rendam 1 sendok makan beras. Tumbuk bersama kencur dan beri sedikit garam. Setelah halus, tempelkan ke bagian yang benjol.Bisa juga diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi madu, setelah itu dioleskan ke bagian yang benjol.

* Keringat buntet
Sesering mungkin dibedaki tepung kanji.

* Congekan
Cuci bersih 3 lembar daun miana atau 7 lembar daun samiloto segar atau lengkuas merah muda, lalu tumbuk halus. Peras pakai kain bersih dan teteskan air perasannya ke telinga. Lakukan dua kali sehari, masing-masing 3 tetes.

* Panu
Dua jari langkuas merah diparut dan diberi sedikit cuka, oles-oleskan pagi dan sore atau malam hari pada bagian tubuh yang berpanu tersebut.

* Koreng atau borok kepala
Batang brotowali dipotong-potong sebanyak 5 jari. Rebus dengan sedikit air, oleskan pada bagian kepala.Bisa juga diberi ramuan: daun brotowali, parutan kunyit dan sedikit garam ditumbuk halus. Oleskan ke kepala. Boleh juga hanya dengan kunyit saja.

* Sakit gigi
Bawang putih diparut, ditambah sedikit garam, kemudian sumpal ke gigi yang sakit karena berlubang.

* Digigit nyamuk
Hilangkan bekas gigitannya dengan tanaman sambiloto yang diremas-remas dan dioleskan ke bagian bekas gigitan tersebut. Kalau tak ada sambiloto bisa digunakan minyak sereh.

* Asma
Sepuluh siung bawang putih diparut, ditambah madu 1 gelas, kemudian dikukus. Berikan pada anak sebanyak 1 sendok teh, dua kali sehari. Bisa juga, 10 siung bawang putih diparut, 1 ons gula batu, direbus bersama 1 gelas air.

* Luka-luka berdarah
Cuci bersih daun jambu biji atau daun bandotan, kemudian remas-remas. Tapelkan pada luka tersebut. Darah akan berhenti segera.

* Keracunan
Minum air kelapa hijau muda 3 kali sehari 1/4 gelas.

* Biduran atau kaligata
Balurkan tubuh dengan minyak telon, minyak kayu putih atau minyak tawon. Untuk ramuan minum: 1 jari temulawak dipotong-potong, beri sedikit gula merah, dan garam direbus dengan 1 gelas air. Saring dan bila sudah dingin diminumkan 3 kali sehari 1/4 gelas.

Dedeh Kurniasih
www.smartbee221.blogspot.com

Aneka Resep Obat Tradisional Asli Indonesia (Bagian 1)

* Penurun panas, batuk, dan pilek
Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun. Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut.Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak. Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atau apa saja.

* Perut kembung
Parut bawang merah dan tambahkan minyak telon. Kemudian tapelkan bawang yang sudah diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga, gunakan daun jarak pagar yang dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin, lalu tempelkan pada pusar si kecil.

* Diare
Sediakan 1/2 jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dipotong-potong, 7 pucuk daun jambu biji, air 2 gelas, dan garam 1/4 sendok teh, rebus dengan api kecil. Minum airnya, 1 sendok teh satu jam sekali. Untuk mengusir gas, maka pusarnya ditapeli dengan parutan bawang merah yang sudah diberi minyak telon. Untuk anak yang sudah agak besar, boleh juga dengan mengunyah halus pucuk daun jambu klutuk yang sudah bersih ditambah garam lalu ditelan.

* Muntah-muntah
Muntah bisa disebabkan perut mual atau kembung. Sediakan 1/2 sendok teh ketumbar, 3 butir kapulaga, 5 butir adas hitam, dan air setengah gelas. Kemudian direbus. Setelah dingin, berikan ke anak sedikit-sedikit, sesering mungkin atau 2 jam sekali.Boleh juga dibuatkan air beras kencur. Caranya, cuci 1 sendok makan beras dan direndam sebentar. Sangrai beras tersebut sampai berwarna kecokelatan, lalu ditumbuk halus bersama dengan 1 ruas jari kencur, 1 ruas jari kunyit, dan 1/4 sendok teh adas manis. Setelah itu diseduh dengan air panas, tambahkan gula merah, sedikit garam, dan asam jawa. Saring, lalu diminumkan pada anak agar tubuhnya hangat.

* Batuk
Sediakan air jeruk nipis 1 sendok makan ditambah madu 2 sendok makan dan air matang 2 sendok makan. Masukkan dalam cangkir dan kukus. Setelah agak dingin, minumkan pada anak sebanyak 1-2 sendok teh. Berikan sehari 5 kali.

* Batuk seratus hari
Sediakan umbi bidara upas sebesar 1/2 jempol yang sudah bersih, parut dan seduh dengan air panas, lalu aduk-aduk dan dinginkan. Saring dan tambahkan sedikit madu. Minum sampai habis. Buatlah ramuan ini 3 kali sehari. Bisa juga gunakan ramuan lidah buaya. Lidah buaya dikupas kulitnya dan ambil bagian dagingnya sebanyak dua jari, kemudian dicacah. Tambahkan air hangat dan madu, lalu diminumkan pada anak 1-2 kali sehari.

* Batuk karena angin atau dahak susah keluar
Sediakan 1 butir bawang merah diparut, 1 ruas jari jahe diparut dan diperas airnya, 7 butir adas manis, 1 ruas jari kunyit diparut dan diperas airnya, 1 sendok makan air jeruk nipis, dan 1/2 gelas air. Masukkan semua bahan di cangkir, kemudian kukus dan setelah itu saring. Minum 3 kali sehari masing-masing 2 sendok teh.

* Batuk berlendir
Campurkan air jahe 1 sendok makan, air kunyit 1 sendok makan, bawang putih 1 siung diparut, air jeruk nipis 1 sendok makan, madu 1 sendok makan, dan 3 sendok makan air matang, kemudian dikukus. Diminumkan 3-4 kali sehari 2 sendok teh.

* Pilek
Siapkan bawang merah yang diparut, lalu tapelkan pada tulang leher ketujuh (bagian tengkuk) dan ubun-ubun anak setelah sebelumnya diolesi minyak kayu putih. Beri juga minuman yang hangat-hangat, seperti minuman beras kencur. Selain itu, jemur anak di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7 atau di bawah jam 9 pagi. Panaskan bagian dada seperempat jam dan kemudian punggung seperempat jam. Ini bisa dilakukan sambil jalan-jalan pagi.

* Mata bintitan
Ambil getah dari batang tanaman patikan kebo atau getah dari batang pohon meniran. Tempelkan sedikit pada kapas, lalu oleskan pada bagian bintitnya, sedikit saja, jangan sampai terkena mata.

* Mata merah
... bersambung...

www.smartbee221.blogspot.com

Tuesday, 7 April 2009

Disfungsi SI (Sensory Integration)

Apa itu Sensory Integration (SI)?
Contoh berikut akan membantu untuk mengerti tentang Sensory Integration (Integrasi Sensori/Indera) pada manusia :
Ria selesai bermain di halaman rumah, kemudian dia masuk ke dalam rumah dan langsung bisa mencium aroma masakan yang lezat dari arah dapur. Hmm…! Dari aromanya, sepertinya ibu lagi memasak ayam goreng kesukaannya. Air liur Ria langsung mengalir ketika dia mendengar suara masakan diatur di piring. Dia segera berlari ke dapur dan melihat ibunya sedang meletakkan sepiring ayam goreng di atas meja makan.

Sensori / panca indera kita (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, dan peraba) memberi tahu kita tentang lingkungan kita. Indera-indera kita menerima informasi dari dalam dan luar tubuh kita. Dalam contoh di atas, indera-indera Ria bekerja bersama-sama memberi tahu dia bahwa sesuatu sedang digoreng di dapur (dari suara dan aroma), dan dari baunya dia bisa menebak masakan tersebut adalah ayam goreng, dan indera pengecapnya bereaksi mengeluarkan air liur ketika dia mendengar masakan telah selesai dan siap dihidangkan.
Integrasi sensori atau SI, merujuk tentang bagaimana indera-indera kita bekerja bersama untuk mengatur dan memproses informasi yang diterima oleh indera tersebut. SI diatur oleh system saraf pusat, yaitu otak dan tulang belakang. System indera kita bekerja bersama, memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan lingkungan secara lebih baik.

Apa itu Disfungsi SI?
Disfungsi SI menunjukkan ketidakmampuan tubuh untuk menangkap dan menggunakan informasi yang diterima oleh panca indera secara benar. Anak dengan disfungsi SI mempunyai kesulitan mengolah infomasi yang diterima panca inderanya untuk melaksanakan tugas sehari-hari, misalnya memakai baju, makan, atau bermain. Mereka juga mungkin bisa mengalami kesulitan dalam beberapa aktivitas dan situasi social.
Misalnya, mereka mungkin tidak menyukai melukis dengan jari karena mereka tidak suka tangannya basah atau lengket. Atau mereka merasa tidak nyaman di tengah keramaian karena bising dan jumlah orang yang banyak. Disfungsi SI bisa muncul dengan berbagai kombinasi dari indera-indera, yaitu : penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecapan, peraba, atau pergerakan. Pada saat tertentu dalam hidup, kebanyakan orang punya kesulitan mengolah informasi indera, tetapi jika hal ini mengganggu kemampuan kita dalam hidup sehari-hari, tentu saja bisa jadi masalah.

Ciri-ciri umum Disfungsi SI meliputi :
-Terlalu responsif atau terlalu tidak responsif terhadap rangsangan indera (misalnya, tidak bisa mentolerir adanya tag (lembaran tanda merk) pada baju, atau mempunyai ambang batas rasa sakit yang tidak biasa)
-Tingkat aktivitas yang terlalu tinggi atau terlalu rendah (lebih dari biasa)
-Bergerak terus-menerus atau terlalu cepat merasa capek
-Kesulitan dengan gerakan otot yang memerlukan ketelitian (menggunting dengan gunting) dan/atau gerakan otot yang memerlukan rencana (melempar bola)
-Masalah mengendalikan diri (misalnya kesulitan menenangkan diri setelah melakukan suatu aktivitas)
-Kesulitan mengubah aktivitas-aktivitas
-Koordinasi mata-tangan kurang
Catatan : Jika anak menunjukkan beberapa ciri di atas, belum tentu berarti si anak memiliki Disfungsi SI!

Apa yang menyebabkan Disfungsi SI?
Para peneliti masih meneliti tentang hal ini, dan mereka memberi beberapa kemungkinan yang mungkin merupakan sebab dari Disfungsi SI :
Faktor keturunan
-Saat hamil banyak mengkonsumsi obat-obatan, rocun, narkoba dan alcohol
-Trauma saat melahirkan seperti kekurangan oksigen atau operasi Caesar darurat

Sebab-sebab yang tidak diketahui
Apa yang harus saya lakukan jika saya menduga anak saya mempunyai Disfungsi SI?
Jika Anda menduga anak Anda mempunyai Disfungsi SI, konsultasikan ke dokter anak Anda. Dokter bisa merujuk Anda ke Okupasi Terapis untuk menjalani evaluasi SI. Evaluasi ini bisa menunjukkan jika anak memang mengalami Disfungsi SI.

Bagaimana terapi Disfungsi SI dilakukan?
Proses terapi untuk Disfungsi SI dilakukan oleh Okupasi Terapis (OT) yang mempunyai spesialisasi di bidang SI. Okupasi Terapis adalah terapis professional yang membantu individu melakukan aktivitas sehari-hari yang sesuai dengan usianya.

Untuk anak-anak, aktivitas ini termasuk melompat, memasang kancing, menggunakan alat-alat makan, menggambar, dan menulis. Tujuannya untuk membantu anak terbiasa dengan aktivitas khusus masa kecil seperti berayun, bermain, dan menggambar. Terapi biasanya berbeda-beda untuk tiap anak sesuai kebutuhan masing-masing. Biasanya kegiatan terapi ini dilakukan di tempat yang mendukung dan mempunyai fasilitas peralatan khusus sehingga anak bisa berayun, melompat, dan yang paling penting, bermain!

Pada beberapa kasus, OT bisa memberikan diet sensori, suatu program rumah yang memungkinkan anak untuk berpartisipasi dalam aktivitas untuk mengulang/menguatkan kemampuan-kemampuan yang telah dipelajari dalam terapi. Orang tua diharapkan ikut serta membawa kemampuan yang telah dipelajari tadi ke dalam lingkungan rumah sehari-hari. Sangatlah penting membuat anak berpartisipasi dalam aktivitas yang menarik minat mereka dan menggunakan kelebihan mereka untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

* Lembaga-lembaga terapi biasanya menyediakan pelayanan Okupasi Terapi. Hubungi lembaga terdekat di tempat Anda untuk menanyakan pelayanan Okupasi Terapi dengan spesialisasi di bidang SI dan fasilitasnya.

Bagaimana SI berpengaruh terhadap Terapi Wicara dan Bahasa?
Masalah bicara dan bahasa sering muncul pada anak dengan Disfungsi SI.
-Terapis Wicara (TW) memegang peranan penting pada terapi.
-Terapis Wicara sering memadukan aktivitas sensori ke dalam terapi untuk merangsang produksi bahasa pada anak. Aktivitas seperti meniup peluit, berayun, dan meloncat-loncat dengan bola therapeutic memacu produksi bahasa secara spontan.
-Terapis Wicara dan Okupasi Terapis bekerja bersama untuk memutuskan pendekatan terapi yang paling sesuai bagi anak dengan Disfungsi SI.

Membesarkan Anak Yang Kreatif

Ibu dan ayah yang ingin membesarkan 'Michel Angelo' baru mungkin perlu sedikit menahan diri. Riset baru mengatakan bahwa anak-anak yang orang tuanya benar-benar 'membiarkan mereka' akan menjadi lebih kreatif dibandingkan anak-anak yang orang tuanya lebih banyak terlibat dalam proses kreativitas mereka. Hasil temuan tersebut dipresentasikan oleh Dr. Dale Grubb dari Baldwin-Wallace College di Berea, Ohio, dalam pertemuan tahunan American Psychological Society.

Para orang tua yang suka mengajari berbagai hal kepada anak-anak mereka, cenderung mempunyai anak-anak yang kurang kreatif, demikian ia menjelaskan. Dan yang perlu digarisbawahi ialah kadang mereka terlalu berlebihan mencoba untuk terlibat dalam proses kreativitas si anak.

Biarkan kreativitas mereka berkembang
Grubb menjelaskan bahwa dalam satu tes mereka memberikan beberapa pertanyaan sederhana, seperti "bagaimana anda dapat menggunakan sepotong kertas?". Semakin banyak ataupun semakin 'asing' jawaban yang diberikan, maka mereka dianggap semakin kreatif.

Tidak mengherankan, orang tua yang lebih kreatif tampaknya mempunyai anak-anak yang lebih kreatif. Namun Grubb mengatakan bahwa mereka masih tidak jelas apakah hal ini terjadi karena faktor genetik atau cara mereka mendidik. Dengan memusatkan perhatian pada cara orang tua mendidik, para peneliti merekam interaksi antara orang tua dan anak merekasaat sedang bermain. Mereka membuat asumsi bahwa orangtua dengan cara mendidik yang paling mendukung dan 'memungkinkan', akan mempunyai anak-anak yang paling kreatif. " 'Memungkinkan' berarti bersikap sangat fokus pada anak, bertanya kepada si anak tentang apa yang ingin ia lakukan, mengapa begini atau begitu serta hal-hal lain yang seperti itu," Grubb menjelaskan.

Tetapi asumsi yang mereka buat ternyata keliru. Gaya mendidik yang 'memungkinkan' bukan hanya tidak ada kaitannya dengan tingkat kreativitas tertentu dari anak, akan tetapi justru – meskipun tidak besar - cenderung menyebabkan berkurangnya kreativitas. "Malah gaya 'memungkinkan' ini dapat dengan mudah berkembang menjadi apa yang disebut sebagai sikap 'memaksa', yang membuat orang tua sering berkata: "Jangan begitu, lakukan seperti ini", dan tidak memberikan banyak pilihan kepada anaknya," kata Grubb.

Pesan yang dapat diambil, menurut Grubb, adalah bahwa kalau orangtua menghargai kreativitas si anak dan memberikan dukungan tanpa terlalu mengarahkan dan kalau mereka sendiri memang kreatif, maka mereka mungkin akan mempunyai anak-anak yang lebih kreatif.

Bagaimana hal ini dapat diterapkan ke dalam ruang bermain anak ?
Pertama-tama, hindari alat-alat permainan yang memaksakan konsep struktur atau membatasi kreativitas si anak. Berikan kepada mereka kertas putih polos, bukan buku mewarnai (dengan gambar-gambar yang telah ditetapkan sebelumnya) dan biarkan mereka menemukan sendiri kemana mereka ingin pergi.

Pilih alat-alat permainan yang bentuknya lebih mudah diubah-ubah (seperti lilin mainan), ketimbang balok-balok yang saling disambung dan hanya dapat membentuk bangunan persegi yang terbatas. Namun yang paling penting, selalu berikan pujian atas usaha yangtelah mereka lakukan. Mereka mungkin saja menggambar sesuatu yang konyol atau tidak masuk akal, namun tetap berikan pujian karena mereka telah mencoba membuat sesuatu yang baru, demikian saran Grubb.

Sumber : satumed.com

www.smartbee221.blogspot.com

Keterampilan Motorik Halus (Fine Motor Skills)

Membantu anak usia prasekolah mengembangkan keterampilan motorik halus
Keterampilan motorik halus (fine motor skills) adalah aktivitas-aktivitas yang memerlukan pemakaian otot-otot kecil pada tangan. Aktivitas ini termasuk memegang benda kecil seperti manik-manik, butiran kalung, memegang pencil dengan benar, menggunting, mengikat tali sepatu, mengancing, dan menarik ritsleting.

Sangat gampang melihat betapa pentingnya keterampilan motorik halus pada setiap area kehidupan si kecil.
Hampir sepanjang hari di sekolah, anak menggunakan keterampilan motorik halusnya.

Misalnya di kelas taman kanak-kanak.
-Anak banyak mengerjakan hal seperti menggunting gambar dari majalah lalu menempelkannya di kertas.
-Mewarnai dan menulis nama mereka.
-Dalam kelas kesenian, anak sering membuat kalung dari tali dan butiran manik.
-Saat istirahat makan, mereka membuka bekalnya dan makan dengan menggunakan sendok.
-Saat bermain di lapangan, kadang mereka harus mengikat tali sepatu yang lepas, mengancing baju, dll.
-Keterampilan motorik halus sangatlah penting dalam kehidupan mereka dan dapat secara langsung mempengaruhi rasa percaya diri anak dan kesuksesan di sekolah.

Mengapa sebagian anak mengalami kesulitan dalam keterampilan motorik halus?
Pesatnya kemajuan teknologi jaman sekarang seperti video games dan komputer, anak-anak kurang menggunakan waktu mereka untuk permainan yang memakai motorik halus. Ini bisa menyebabkan kurang berkembangnya otot-otot halus pada tangan. Keterlambatan perkembangan otot-otot ini menyebabkan kesulitan menulis ketika anak masuk sekolah. Beberapa anak menunjukkan keterlambatan dalam kemampuan motorik halus karena keterlambatan tumbuh kembang atau diagnosa medik seperti Down syndrome atau cerebral palsy (cacat mental).

Bagaimana meningkatkan keterampilan motorik halus anak?
Beberapa keterampilan tangan yang penting bagi anak untuk dikembangkan, di antaranya :
-Mampu melengkungkan telapak tangan membentuk cekungan (palmar arching)
-Menggunakan jari telunjuk dan jempol untuk memegang suatu benda, sembari menggunakan jari tengah dan jari manis untuk kestabilan tangan (hand side separation)
-Membuat bentuk lengkung dengan jempol dan telunjuk (open web space)
-Aktivitas-aktivitas untuk mengembangkan keterampilan motorik halus :
-Vertical Surfaces (permukaan vertikal)

Latihan pada permukaan vertikal membantu mengembangkan otot-otot kecil pada tangan dan pergelangan, sekaligus otot-otot yang lebih besar (motorik kasar) pada lengan dan punggung. Otot-otot yang besar diperlukan untuk membantu kestabilan sementara melakukan tugas motorik halus.

Menggambar dan mewarnai pada papan tulis atau sepotong kertas yang ditempel di dinding adalah cara yang paling mudah untuk menggunakan permukaan vertikal.

Aktivitas lain misalnya menggambar dan bermain dengan odol/krim cukur pada ubin di kamar mandi pada saat mandi, ‘menggambar’ pagar rumah dengan air dan kuas, atau mencopot dan memasang magnet pada kulkas. Gunakanlah imaginasi kreatif Anda untuk latihan-latihan permukaan vertikal lain.

Merobek dan meremas
-Merobek dan meremas kertas membantu mengembangkan otot halus pada tangan, yang juga digunakan untuk menulis.
-Buatlah anak merobek kertas koran dengan jari-jarinya dan meremasnya menjadi bola-bola untuk membuat prakarya (misalnya orang-orangan, boneka beruang), atau sekedar melemparnya masuk ke dalam kaleng sampah.
-Begitu anak menguasai tugas ini, buatlah dia meremas kertas hanya dengan satu tangan.
-Terakhir, buatlah anak meremas kertas tisu menjadi bola kecil hanya dengan menggunakan ujung jari. -Tempelkan bola-bola tisu ini pada papan untuk membuat suatu gambar.
-Aktivitas sejenis lainnya yaitu membuat anak merobek kertas berwarna atau kertas tisu, lalu mengelemnya pada berbagai material untuk membuat gambar mosaik (gambar yang terbentuk dari potongan-potongan berbagai warna).

In-Hand Manipulation (manipulasi tangan)
Manipulasi tangan memerlukan penggunaan semua kemampuan motorik halus yang dituliskan di atas. Kita semua bergantung pada manipulasi tangan sepanjang hari. Contohnya ketika kita memasukkan uang logam ke dalam mesin minuman/celengan. Kita memegang semua uang logam di dalam satu telapak tangan (palmar arching). Sementara kita memasukkan uang logam ke dalam mesin, kita memindahkan satu koin ke ujung jempol dan telunjuk satu persatu (web space), sementara pada saat yang sama menjaga koin sisanya tetap aman di dalam genggaman telapak tangan dengan menggunakan jari-jari lain (hand side separation).

Anak dapat berlatih keterampilan ini dengan memasukkan koin ke dalam celengan. Buatlah suatu permainan untuk melihat berapa banyak benda kecil, misalnya koin, bola kapas, atau potongan puzzle yang anak dapat manipulasi di dalam telapak tangannya. Memindahkan benda ke arah dalam telapak tangan lebih mudah dari pada memindahkan benda ke luar dari telapak tangan. Mulailah dengan satu benda dan tingkatkan jumlahnya sejalan semakin terampilnya anak.

Menggambar dan mewarnai
Sering kali anak-anak menggunakan pensil, krayon, dan marker sebelum tangan-tangan mereka siap untuk alat-alat tulis tersebut. Hal ini bisa menyebabkan pembelajaran memegang pensil dengan cara yang tidak efisien, yang pada akhirnya menjadi masalah. Untuk menyemangati anak mengembangkan pola memegang yang benar, berilah anak alat-alat tulis yang bisa membantu perkembangan keterampilan motorik halus. Misalnya, crayon yang pendek (tidak lebih dari 5 cm panjangnya), akan membuat anak menggunakan keterampilan tangannya dari pada seluruh tangan. Kapur tulis berbentuk bulat telur akan membuat anak menggunakan teknik open web space (lihat di atas). Terakhir, menggambar dan mewarnai pada permukaan vertikal akan menempatkan pergelangan tangan pada sudut yang tepat untuk membentuk palmar arching.
Ke mana meminta bantuan?

Jika anak Anda mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan motorik halus, terapis okupasi bisa membantu. Carilah klinik terapi yang menyediakan layanan okupasi terapi supaya anak bisa berlatih keterampilan motorik halus secara rutin dan termonitor.

PG/ TK ISLAM SMART BEE - Children Education

My photo
Based on Islamic system. We commit to be partner for parents to provide educated play ground for their beloved children. Contact us: Jl.Danau Maninjau Raya No.221, Ph 62-21-7712280/99484811 cp. SARI DEWI NURPRATIWI, S.Pd