PG/ TK SMART BEE - Children Education
- PG/TK SMART BEE
- Based on Islamic system. We commit to be partner for parents to provide educated play ground for their beloved children. Contact us: Jl.Danau Maninjau Raya No.221, Ph 62-21-7712280/99484811 cp. UMMI SARI DEWI NURPRATIWI
Wednesday, 21 December 2011
Ssst...Akrab dengan Ayah Bikin Cerdas Lho!
Seperti Devy Fitryandari. Mahasiswi Universitas UIB ini mengaku sangat dekat dengan ayahnya. "Sejak kecil saya selalu dekat ayah hingga sekarang," imbuh cewek yang sering dipanggil Adek ini. Kedekatan ini membuat Adek sering curhat dengan ayahnya ketimbang ibu.
"Ayah tuh bijaksana banget kalo ngambil keputusan, pokoknya aku bener-bener jadi anak dewasa lah kalo curhat sama ayah. Soal rahasia aman deh dijamin ama ayah,"ungkap cewek yang mengambil jurusan sistem informasi ini.
Nah, ternyata Adek dan ayahnya juga sering melakukan kegiatan bersama di waktu senggang salah satunya adalah olahraga. "Kalo lagi libur kami sering olahraga bareng. Ayah tuh hampir bisa semua olahraga," ceritanya.
Tak hanya itu Adek suka bereksperimen masakan dengan ayahnya. "Sebenarnya, kami sama-sama nggak bisa masak. Tapi pede aja, jadi kayak belajar masak bareng deh," ungkapnya.
Kebersamaan ini juga dirasakan Priska Ruliantari. Cewek yang sekolah di SMAN 3 ini mengaku dekat dengan ayahnya.
Kedekatan Priska dengan ayahnya sudah terjalin sejak kecil. "Dulu paling sering pergi bareng sama ayah. "Ayah itu orangnya asyik diajak curhat nggak kayak mama yang terkadang suka cerewet. Yang paling penting adalah ayah bisa nyimpen rahasia. Jadi aman deh kalo ada rahasia,"ceritanya
Bersama dengan ayahnya, Priska selalu merasa aman. "Jadi nggak usah kuatir, pasti ada ayah yang beresin. Satu lagi ayah bisa bikin saya lebih cepat mandiri," tutur anak pertama dari dua bersaudara ini. Hampir setiap kegiatan selalu dihabiskan bareng terutama ketika berenang bersama.
Selain itu, Priska juga senang karena ayahnya tak pelit. "Kalau minta, pasti selalu dikasih dan dibelikan deh, nggak dicerewetin dan ditanya macam-macam kayak mama. Hihi," ungkapnya.
Menurut Mbak Bibiana Dyah Sucahyani, Psikolog sekaligus Humas Lembaga Perlindungan Anak Batam (LPA), hubungan emosional anak tak selalu identik dengan sang ibu. Seorang anak juga memiliki ikatan dan kedekatan khusus dengan ayahnya.
"Boleh dikatakan peran ayah dan ibu memiliki porsi yang tersendiri namun saling melengkapi," ujar wanita yang akrab dipanggil Mbak Dhea.
Misalnya saja dari seorang ibu, remaja akan mendapatkan kasih sayang, kedekatan emosional dan banyak hal lain. Sementara kedekatan dengan ayah akan membuahkan kecerdasan emosi dan kognitif.
Mbak Dhea menjelaskan seorang orang anak yang beranjak dewasa membutuhkan figur seorang ayah. "Ada sisi-sisi tertentu yang tak dapat diisi oleh ibu dan hanya dapat diisi oleh ayah. Kedekatan ini akan berbuahkan karakter positif bagi si remaja," tuturnya. (dri)
Sumber:Batam.tribunnews.com
Sunday, 30 October 2011
Cara-Cara Menghukum Anak yang Tidak Dibenarkan Dalam Islam
1. Memukul wajah
Ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau, yang artinya, “Jika salah seorang dari kalian memukul, maka hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah.”
2. Memukul yang terlalu keras sehingga berbekas
Ini juga dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih.
3. Memukul dalam keadaan sangat marah
Ini juga dilarang karena dikhawatirkan lepas kontrol sehingga memukul secara berlebihan.
Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut karena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau yang berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada kamu terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.‘”
4. Bersikap terlalu keras dan kasar
Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang merupakan sebab datangnya kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang terhalang dari (sifat) lemah lembut, maka (sungguh) dia akan terhalang dari (mendapat) kebaikan.”[14]
5. Menampakkan kemarahan yang sangat
Ini juga dilarang karena bertentangan dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bukanlah orang yang kuat itu (diukur) dengan (kekuatan) bergulat (berkelahi), tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.“[15]
Thursday, 27 October 2011
KRITERIA ANAK SEHAT
Hal pertama yang harus kita ketahui adalah ciri-ciri anak sehat. Dalam hal ini kita harus mengetahui tanda-tanda fisik maupun psikis anak kita. Anak yang sehat adalah anak yang responsif terhadap sekitarnya. Ahli mengatakan bahwa kita harus membiasakan diri untuk berbicara kepada anak dengan langsung memandang ke arah matanya. Dengan demikian kita akan mengetahui respon anak, apakah anak merasa lesu atau antusias terhadap apa yang kita bicarakan. Berikutnya adalah kondisi rambut pada anak. Apakah rambut anak anda tidak kusam atau kah tidak mudah rontok? Itu juga merupakan tanda bahwa anak kita adalah anak yang sehat. Rambut yang bersih, indah dengan warna cemerlang merupakan ciri anak yang sehat. Ada baiknya kita selalu menjaga kebersihan kulit kepala dan gizi untuk rambut anak dengan vitamin B komplek dan mineral.
Selanjutnya adalah gigi si kecil. Perhatikan kondisi dan warna gigi si kecil. Gigi anak sehat adalah gigi dengan pertumbuhan yang baik dan warna yang cemerlang. Perawatan yang rutin enam bulan sekali ada baiknya diterapkan untuk menjaga dan melihat tumbuh kembang gigi yang baik. Selain itu perhatikan warna gusi si kecil. Warna gusi yang baik adalah berwarna merah muda. Jika gusinya mudah mengalami pendarahan itu berarti si kecil mengalami kekurangan vitamin C. Dengan menjaga kebersihan gigi dan gusi akan terhindar dari bau mulut.
Kesehatan kulit juga merupakan ciri anak yang sehat. Kulit yang sehat adalah kulit yang bersih dan cepat sembuh ketika terjadi luka. Kondisi kulit yang sehat akan membantu mempercepat sembuhnya luka. Kebersihan kuku juga merupakan ciri anak yang sehat. Kuku yang sehat adalah kuku yang kuat dan berwarna merah muda. Hal ini menandakan bahwa si kecil tidak terjangkit anemia dan kekurangan kalsium. Suhu tubuh sikecil juga merupakan faktor lain pertanda anak yang sehat. Suhu tubuh harus berkisar 36,5 hingga 37,5 derjat celsius. Gaya makan sikecil juga pertanda kesehatan si kecil. Lahapnya makan sikecil menandakan tidak terganggunya nafsu makan. Tidur yang cukup dan nyenyak adalah ciri lain anak yang sehat. Pencernaan yang sehat dengan lancarnya BAB juga berarti dalam diri anak yang sehat. Nah, apakah anak anda sudah termasuk anak sehat?
Sunday, 28 February 2010
Budaya Menabung Di Smart Bee

Tak mau kalah dengan orang dewasa, bocah-bocah kecil yang masih duduk di bangku Play Group dan Taman Kanak-kanak (TK) pun kini telah memiliki rekening pribadi. Mereka adalah siswa/i PG & TK Islam Smart Bee yang berlokasi di Jalan Danau Maninjau Raya No 221 Depok Timur."Kami ingin menanamkan budaya menabung sejak kecil dengan memperkenalkan kepada siswa bagaimana caranya menabung di Bank dengan rekening pribadi masing-masing," ujar Ummi Dewi, Kepala Sekolah PG dan TK Islam Smart Bee.
Sejak Tahun Ajaran 2009/2010, setiap siswa PG& TK Islam Smart Bee akan mendapatkan Tabungan Simpatik dari Bank Syariah Mandiri. Dengan memiliki rekening sendiri, anak-anak diharapkan memiliki semangat yang tinggi untuk menabung.
Salah satu persyaratan untuk membuka tabungan adalah menyertakan foto kopi kartu identitas diri. Karena para siswa masih dibawah umur, maka orangtua siswa lah yang membuka rekening tersebut. Namun nama yang tertera pada buku Tabungan Simpatik ditambahi dengan QQ nama siswa yang bersangkutan. Seperti contoh, ananda Omar Sheif siswa Giant Bee Club. Pada buku Tabungan Simpatik Ananda Omar tertera nama: Ida Fitri QQ Omar Sheif/SB. Khusus untuk siswa TK B, siswa menulis sendiri jumlah uang yang disetorkan dan juga menulis nama mereka di kolom tanda tangan. Mereka juga diajarkan untuk mengantri ketika menyetorkan uang tabungannya. Alhamdulillah, kegiatan tersebut berjalan dengan lancar.
Kunjungan Siswa TK ke Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk menyetorkan tabungannya sendiri dilakukan mulai tanggal 12 Februari-12 Maret 2010. Setiap kelas didampingi oleh wali kelasnya melakukan kunjungan ke BSM untuk menyetorkan sendiri uang tabungan mereka selama sebulan yang lalu. Pengenalan bank ini hanya berlaku untuk siswa TK saja, sementara untuk siswa PG uang tabungan disetorkan ke Bank oleh TU Sekolah.
Berbagai macam polah tingkah laku anak-anak yang berkunjung ke BSM, yang kadang mengundang senyum nasabah lain yang ada di banking hall. Seperti halnya saat kunjungan Big Bee Club ke BSM Kantor Kas Depok 2 pada tanggal 25 Februari yang lalu. Saat selesai menabung ada salah satu siswa yang tingkahnya membuat kita tertawa geli. Setelah ia menerima buku tabungannya yang sudah di print oleh teller bank, kemudian sambil menunggu temannya yang masih mengantri, apakah yang ia lakukan? Tertanya ia masuk ke dalam kolong kursi costumer service untuk bersembunyi dari teman-temannya. Setelah ditegur oleh gurunya, ia bergaya seolah-olah seperti abang tukang becak yang sedang mengayuh becaknya. Ada juga anak yang mencari perhatian karyawan BSM entah itu CS, teller maupun kepala kantor kas BSM Depok 2. Tapi kenapa ya, mereka tidak berani dekat-dekat petugas security?
Anak-anak sangat senang sekali berkunjung ke BSM, bahkan ada siswa yang merajuk kepada orangtuanya untuk pergi menabung ke BSM lagi setiap hari. Semoga kami bisa membantu program pemerintah untuk membudayakan menabung.
Sunday, 21 February 2010
Risiko Alergi Pada Anak Bisa Dicegah Saat Ibu Mengandung
Bagi ibu hamil banyak-banyaklah mengonsumsi sayuran dan buah. Cara ini dapat menurunkan kemungkinan memiliki bayi dengan alergi tertentu.
Dr Yoshihiro Miyake dan rekannya dari Fukuoka University di Jepang menemukan asupan sayuran hijau dan kuning serta buah-buahan yang mengandung beta karoten tinggi (umumnya berwarna merah dan oranye) dalam jumlah yang banyak dapat mengurangi risiko memiliki bayi dengan gangguan kulit seperti eksim (gatal, kulit kering dan merah-merah di kulit).
Makanan yang mengandung vitamin E dengan kadar tinggi seperti dalam beberapa sayuran hijau juga dapat mengurangi risiko memiliki bayi dengan napas tersengal-sengal.
Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam jurnal Allergy. Beta karoten dan vitamin E adalah dua zat yang banyak terdapat di sayuran dan memiliki antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan.
"Tetapi mengenai hubungan konsumsi antioksidan pada ibu yang hamil dengan mencegah anak memiliki alergi tertentu masih dalam tahap penelitian dan belum bisa diambil kesimpulan," ujar Miyake, seperti dikutip dari Reuters, Senin (22/2/2010).
Dalam penelitian ini tim Miyake mengevaluasi asupan sayur dan buah selama hamil dari 763 perempuan dan mendeteksi ada atau tidaknya alergi pada keturunanya. Para perempuan yang berusia 30 tahun dan rata-rata hamil sekitar 17 minggu akan melaporkan riwayat kesehatan pribadinya.
Tim Miyake menemukan bahwa sebesar 21 persen anak-anak memiliki napas yang berbunyi seperti tersengal-sengal dan sebesar 19 persen memiliki eksim. Dan didapatkan ibu-ibu yang mengonsumsi banyak sayuran dan buah dengan kandungan beta karoten tinggi sedikit yang memiliki anak eksim.
Asupan vitamin E yang tinggi selama kehamilan telah dikaitkan dengan kemungkinan kecil anaknya memiliki napas yang tersengal-sengal. Hasil temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh peneliti dari Amerika Serikat dan Inggris.
Peneliti menyimpulkan meningkatkan asupan sayuran dan buah berwarna hijau serta kuning, buah jeruk dan yang mengandung antioksidan seperti beta karoten dan vitamin E selama hamil, bisa menjadi langkah yang mungkin efektif untuk mencegah adanya gangguan alergi pada anaknya.
www.detik.com
Wednesday, 17 February 2010
Hindari Sinar Matahari Saat Anak Terkena Sakit Cacar
Selama masih mengalami infeksi, penting buat orangtua untuk menghindari anak dari sinar matahari karena kulit akan menjadi lebih rentan untuk terbakar. Selain itu paparan sinar matahari dapat meningkatkan risiko jaringan parut.
Jika anak terlalu banyak menghabiskan waktu di bawah sinar matahari akan memicu suhu panas tubuh dan mengeluarkan keringat, akibatnya akan memuat cacar air yang ada di tubuh menjadi lebih gatal. Hal ini akan memicu anak untuk menggaruknya dan membuat proses penyembuhannya menjadi lebih lama. Sebaiknya, jika sangat mengganggu, lap keringat di tubuh anak dengan menggunakan waslap basah untuk meringankannya.
Ada orangtua yang takut anaknya terkena air sehingga melarang anaknya mandi saat terkena cacar. Tapi menurut dokter mandi bisa dilakukan asalkan tidak menggosok kuat-kuat dan langsung dikeringkan. Bisa juga dengan menggunakan lap basah.
Cacar air adalah penyakit yang umum terjadi pada anak usia di bawah 12 tahun. Gejala yang timbul berupa gatal ruam yang dapat muncul di seluruh tubuh dan disertai dengan gejala flu. Karena infeksi yang terjadi bisa menular, maka anak yang terinfeksi harus tinggal di rumah dan beristirahat hingga gejalanya hilang.
Seperti dikutip dari Kidshealth, Kamis, (18/2/2010) penyakit cacar air disebabkan oleh infeksi virus varisela-zoster (VZV), untuk melindunginya biasanya anak kecil diberikan vaksin varicella saat usia 12-15 bulan. Namun vaksin ini bisa diberikan secara berulang saat anak berusia 4-6 tahun untuk memberikan perlindungan lebih lanjut.
Seseorang biasanya hanya mendapatkan satu kali cacar air, namun VZV bisa tertidur di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit kulit baru di kemudian hari yang disebut dengan herpes zoster. Vaksin cacar yang diberikan bisa memberikan perlindungan yang signifikan bagi anak.
Ruam cacar yang terjadi di kulit bisa bertambah luas atau berat jika anak memiliki kelainan kulit lain seperti eksim. Beberapa anak biasanya mengalami demam, sakit perut, sakit tenggorokan, sakit kepala atau badan yang sakit selama 1-2 hari sebelum ruam tersebut muncul.
Pada beberapa kasus didapatkan anak-anak yang lebih muda akan memiliki gejala yang lebih ringan dan lebih sedikit dibandingkan anak yang lebih tua atau orang dewasa. Sebaiknya anak yang terkena cacar beristirahat di dalam rumah dan hindari kondisi lingkungan yang panas dan dapat memicu keringat, karena akan membuat cacar air semakin gatal.
Untuk proses penyembuhannya, berilah anak makanan bergizi dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C. Bekas cacar air biasanya cenderung meninggalkan bekas, tapi jika terjadi pada anak proses regenerasi kulitnya akan lebih mudah sehingga bekas luka bisa hilang. Lakukan imunisasi cacar agar anak mempunyai kekebalan tubuh.
www.detik.com
Tuesday, 16 February 2010
Mana Lebih Baik untuk Bayi, Dot atau Ibu Jari?
Tapi kini banyak orangtua yang memberikan dot pada bayinya. Saat bayi menangis tak sedikit ibu yang buru-buru memasukkan dot ke mulut si bayi untuk menghentikan tangisannya.
Sebenarnya mana yang lebih baik, menggunakan dot atau ibu jari? Ternyata keduanya memiliki plus minus yang berbeda. Tapi keduanya lebih baik digunakan untuk kondisi darurat jangan menjadi kebiasaan karena keduanya punya efek buruk.
Seperti dikutip dari The Baby Book karangan William & Martha Sears, Selasa (16/2/2010) sebaiknya dot atau menghisap ibu jari digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat mendesak dan bukan untuk menggantikan cara pengasuhan.
Bagaimanapun ketika menangis, bayi jauh lebih suka jika dirinya diangkat dan digendong dibandingkan dengan pemberian dot.
Membiarkan anak mengemut ibu jari memang paling mudah dilakukan. Ibu jari tidak mungkin kotor atau jatuh ke lantai dan rasanya lebih baik bagi bayi karena bayi dapat melakukan penyesuaian posisi sesuai dengan kebutuhannya. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi dan panjangnya kuku agar tidak melukai langit-langit mulutnya.
Tapi efek buruknya, jika terlalu sering mengisap ibu jari akan sulit menghilangkan kebiasaannya hingga masuk ke taman kanak-kanak.
Bukan berarti penggunaan dot lebih baik, karena dot lebih mudah hilang, kotor dan sumber dari berbagai mikroorganisme. Jika dot digunakan saat bayi masih mendapatkan ASI eksklusif, maka hal ini dapat menyebabkan bayi mengalami bingung puting yang nantinya menghambat kelancaran pemberian ASI. Meski begitu menghilangkan kebiasaan penggunaan dot bisa lebih mudah dibandingkan dengan ibu jari.
Beberapa bayi ada yang sensitif terhadap dot terutama dari tekstur, rasa dan baunya. Selain itu dot memiliki dasar yang sempit sehingga bayi hanya membuka sedikit mulutnya yang dapat mengakibatkan daya isap bayi berkurang.
Tapi para ahli menyarankan agar kebiasaan memberikan dot atau menghisap ibu jari dilakukan seperlunya saja.
Jika dot atau menghisap ibu jari digunakan terus menerus bisa berakibat buruk pada struktur giginya dan menjadi lambat bicara karena terlalu asyik mengedot atau menghisap ibu jari.
Menyusui adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan mengisap si bayi dan terhindar dari kebiasaan menghisap ibu jari atau penggunaan dot.
www.detik.com
Antibiotik untuk Bayi Harus Dipantau Ketat
Pemberian yang sangat hati-hati ini berkaitan dengan masalah keselamatan dan kesehatan si bayi nantinya.
Penggunaan obat antibiotik dengan tidak benar pada usia muda berisiko menyebabkan kerusakan ginjal atau kehilangan pendengaran.
Pemberian antibiotik yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mempengaruhi efektivitas dan toksisitas dari obat itu sendiri.
Pedoman baru yang dikeluarkan Badan Nasional Keselamatan Pasien (NPSA) Inggris menyarankan bahwa staf kesehatan tidak boleh terganggu saat menyiapkan dan mengelola pemberian antibiotik. Selain itu ketika obat resep dokter sudah diberikan, maka dokter harus melakukan pemantauan selama 24 jam untuk menghindari kekeliruan.
Jika pengobatan diberikan melalui infus, maka obat harus diberikan secara berkala dan kadar obat dalam darah harus dipantau secara konsisten.
Pedoman ini diterapkan untuk menghindari terjadinya kerusakan atau efek keracunan akibat dosis obat yang berlebihan, serta meminimalkan efek samping jangka pendek yang mungkin muncul dari antibiotik tersebut.
"Pedoman ini untuk memastikan standar tinggi dalam pemberian resep dan pengawasan penggunaan obat antibiotik yang kuat pada bayi atau usia muda," ujar Jenny Mooney dari NSPA, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (16/2/2010).
Antibiotik yang diberikan harus aman bagi bayi yang sedang sakit agar reaksi merugikan yang mungkin timbul dapat diminimalisir. Karenanya orangtua juga harus diberitahu mengenai kemungkinan risiko dari setiap perawatan yang diberikan pada bayinya.
"Karena daya tahan tubuh bayi belum terbentuk secara sempurna sehingga setiap tindakan yang diambil harus dipikirkan mengenai risikonya," katanya.
Seperti dikutip dari Irishhealth, antibiotik adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Namun antibiotik tidak akan efektif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus.
Jika seseorang mengalami sakit tenggorokan atau flu yang disebabkan oleh virus, maka pengobatan dengan antibiotik hanya sedikit atau tidak memiliki peran sama sekali. Karena sebenarnya penyakit yang disebabkan oleh virus bisa hilang dengan sendirinya jika memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Jadi jika dokter memberikan antibiotik untuk sakit flu itu suatu kekeliruan.
Beberapa antibiotik hanya efektif terhadap bakteri tertentu saja, sebagai contoh antibiotik penisilin bisa diresepkan untuk sakit tenggorokan akibat bakteri streptokokus. Meresepkan antibiotik tergantung dari letak dan tipe dari infeksi yang muncul.
Bakteri memiliki kemampuan untuk mengalami resistensi atau kebal terhadap antibiotik, sehingga penggunaan antibiotik tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Namun antibiotik akan memiliki potensi yang efektif jika digunakan secara tepat.
Beberapa antibiotik ada yang menimbulkan efek samping seperti mual, muntah atau diare akibat perubahan keseimbangan bakteri di dalam usus. Namun jika efek samping yang ditimbulkan lebih dari itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah antibiotik yang dikonsumsi harus diganti atau tidak.
www.detik.com
Sunday, 14 February 2010
Kehidupan Bayi di 6 Bulan Pertamanya
Pada periode 6 bulan pertama perubahan yang terjadi seperti berat badan bayi meningkat, mengalami kemajuan dalam tingkah lakunya, kematangan proses berpikir bayi serta mulai bisa memberikan tanggapan terhadap refleks tertentu.
Seperti dikutip dari The Baby Book karangan William dan Martha Sears, Kamis (11/2/2010), inilah perkembangan yang terjadi di 6 bulan pertama kehidupan si bayi, yaitu:
Bulan Pertama
Pada tahap ini bayi hanya membutuhkan lengan ibu untuk menggendongnya. Ketika bermain dengan bayi yang baru lahir ototnya akan terasa seperti pegas, yaitu saat mencoba membuka genggaman tangan secara otomatis akan kembali seperti semula.
Selain itu suara berderak yang timbul disekitar lutut dan siku adalah normal, karena ikatan persendiannya seperti karet dan masih longgar. Jika bayi mudah terkejut, gendonglah ia dengan kain atau selimuti sehingga gerakan otot yang tersentak teratur kembali.
Bayi yang baru lahir lebih suka mendengar suara ibunya dibandingkan ayah. Bayi yang tidur memiliki kemampuan memblokir suara-suara yang dapat mengganggunya.
Kebanyakan gerak bayi yang baru lahir dilakukan secara refleks dan bayi bertingkah laku sebelum berpikir. Pada saat ini juga perkembangan penciuman bayi berkembang pesat, bayi bisa mengenali orang-orang disekitarnya terutama ibu melalui baunya. Senyuman bayi menandakan perasaan senang di dalam hatinya.
Bulan Kedua
Bulan kedua adalah saatnya si bayi menampilkan dirinya sendiri. Bayi mulai membuka tangannya untuk menyapa, membuka mata untuk memperluas penglihatannya serta melebarkan mulutnya untuk tersenyum atau mengeluarkan suara. Bayi akan sangat tertarik dengan mimik wajah sehingga ia cenderung untuk menirunya. Karena pada usia ini bayi mulai menunjukkan minatnya pada dunia luar karena sudah dapat melihat lebih jelas dibanding sebelumnya.
Bayi berusia 2 bulan lebih mudah dimengerti, bayi akan seringkali tersenyum yang sebaiknya dibalas pula oleh senyuman ibunya serta tangisannya mulai terpola dan memberi isyarat tertentu. Si kecil juga sudah mulai menunjukakn suasana hatinya melalui suara dan sikap tubuh. Suara yang dikeluarkan adalah "uh" atau "ah" diikuti senyum yang mengembang.
Genggaman tangan yang erat mulai mengendur dan jari tangannya mulai terbuka. Bayi suka menggenggam sesuatu baik mainan atau tangan ibunya, untuk melepaskannya bisa dengan mengelus punggung tangan bayi. Gerakan tangan bayi memang belum terarah dengan baik, karenanya orangtua tetap harus waspada.
Bulan Ketiga.
Lengan dan kaki bayi mulai mengendur dan menjadi rileks. Saat usia ini tangan bayi sangat terampil dan kekuatan menggenggamnya bertambah, semakin mudah dan ringan objek yang pegang akan semakin lama digenggamnya maka tak jarang rambut atau pakaian ibu kena genggaman si kecil. Selain itu bayi akan memperhatikan secara detail setiap objek yang dilihatnya.
Bayi cenderung mulai bisa mengeluarkan suara lebih lama dengan vokalisasi yang lebih kencang. Cobalah untuk membaringkan bayi pada posisi telungkup dan mengajaknya berbicara, ini berguna untuk membantunya memperkuat otot agar dapat mengangkat kepalanya. Bayi akan mengangkat kepalanya setinggi 45 derajat dan mengikuti percakapan visual empat mata, bayi mulai bisa menahan kepalanya untuk beberapa saat.
Posisi lainnya adalah menggendong bayi dalam posisi berdiri dengan menyandarkan dadanya di dada sang ibu. Sebagian besar bayi lebih suka diletakkan di lantai untuk menikmati permainan bebasnya. Selain itu bayi juga mulai mempelajari gerakan sebab-akibat karena otaknya sudah mulai berkembang.
Bulan Keempat
Usia ini disebut dengan tahap interaktif, karena kemampuan bayi bersosialisasi, berbicara dan bergerak sudah lebih matang. Bayi memiliki kemampuan penglihatan binokular yaitu dapat menggunakan kedua matanya, memiliki pandangan yang jauh serta mampu menilai secara akurat jarak antra mata dan obyek yang dilihat. Kepala bayi akan mengikuti gerakan mata sehingga keduanya bergerak secara bersamaan.
Selain itu bayi juga mulai aktif memainkan tangannya dengan cara membuat kepalan dan mengisap jarinya untuk mengurangi gusi yang sakit saat tumbuh gigi. Gerakan bayi mulai meningkat yaitu bayi dapat berguling dari telungkup ke telentang atau sebaliknya dengan usaha sendiri. Pada usia 4 bulan bayi mulai merasa tidak nyaman karena sudah ada tanda-tanda tumbuh gigi seperti air liur menetes, mengisap jari atau memainkan puting ibunya.
Bayi suka sekali dengan permainan yang menyenangkan seperti cilukba, bermain dengan jari dan cermin atau kitik-kitik. Tiga posisi yang terjadi di usia 4 bulan adalah kepala dan dada yang terangkat, duduk dengan bertopang serta berdiri untuk pertama kali.
Bulan Kelima
Usia 5 bulan bayi mulai bisa memegang satu benda dengan menggunakan tanganya serta dapat menjangkau barang yang jaraknya hanya sepanjang lengannya. Benda yang dipegangnya akan berpindah ke tangan yang satu atau masuk ke mulutnya. Aktivitas yang disenangi bayi 5 bulan adalah gerakan kapal terbang, yaitu bayi tengkurap sambil mengepakkan tangannya, mengayuh kaki serta menggoyangkan perutnya.
Bulan lalu bayi hanya bisa mengangkat kepala dan dada, tapi sekarang bayi sudah bisa mengangkat seluruh sikunya. Jika bayi sedang dipangku, maka ia suka menunduk dan menjulurkan lehernya untuk memegang dan bermain dengan kakinya. Dan bayi bisa duduk sendiri tanpa ditopang atau bersandar, kemampuannya ini memungkinkannya untuk duduk sendiri di kursi bayi.
Permainan yang menarik adalah dengan menggunakan guling kecil. Tengkurapkan bayi di atas guling kecil sambil memegang kakinya atau membaringkan bayi di atas guling kecil akan membantu melatih batang tubuh, kepala dan jangkauannya.
Bulan Keenam
Bayi usia 6 bulan mulai belajar untuk duduk sendiri dengan cara menjaga keseimbangan tubuh pada bokongnya yang bulat sambil menjulurkan lengannya ke depan sebagai penyeimbang. Jika sudah bisa maka bayi akan menggunakan kepala dan lengannya untuk bermain-main. Bayi biasanya masih sulit untuk membetulkan posisinya jika ia jatuh, karenanya letakkan bantal atau benda yang empuk disekelilingnya dan bayi lebih suka belajar duduk saat ditinggal sendiri.
Pada usia ini bayi dapat mengangkat sedikit tubuhnya dari lantai dan mulai belajar untuk merangkak. Cobalah letakkan agak jauh mainan yang dapat menarik perhatiannya, maka bayi akan berusaha untuk menekan jari kaki dan tangan serta berusaha untuk mengambilnya dengan cara merangkak. Pada saat baru belajar bayi hanya mampu bergerak 2-3 langkah.
www.detik.com
Saturday, 13 February 2010
Play Group - TK Smart Bee "Mendidik Lebah-lebah Pintar"

Musim hujan sudah datang....Tiap hari selalu hujan. Hati-hati karena banjir siap menghadang. Tahu tidak? Dimusim hujan ini, guru-guru Playgroup dan TK Smart Bee memberikan murid-muridnya sebuah pengetahuan. Yaitu...kebiasaan membuang sampah sembarangan akan membuat banjir selalu datang.
Umi, begitu sebutan untuk guru di Playgroup -TK Smart Bee, meminta masing-masing anak mengumpulkan dedaunan. Lalu setelah terkumpul, daun-daun disebar di bak mandi* yang berisi rumah-rumahan. Pancuran air dinyalakan, lalu daun-daun mengikuti aliran air. Air menggenag karena daun-daun menghalanginya keluar dari lubang. Genangan air itu semakin banyak hingga merendam rumah-rumahan yang ada di dalam bak mandi. Itulah banjir yang sering kita lihat. Semua dijelaskan dengan cara yang sederhana oleh para umi. Sekolah yang terletak di jalan danau Maninjau Raya No 221, Depok Timur ini terus menggali ide untuk menemukan konsep yang menarik. Termasuk bagaimana menjelaskan banjir dengan cara yang sederhana. Konsep belajar yang kreatif dan Islam terus dikembangkan dengan mengikutsertakan para umi ke berbagai seminar dan pelatihan pengajaran.
Pembentukan Playgroup dan TK berkonsep Islam ini berawal dari keinginan para pengelola yayasan di tahun 2007 untuk membuat Playgroup yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Playgroup diberi nama Smart Bee, dalam Bahasa Indonesaia berarti lebah pintar. Setelah berjalan setahun, sesuai permintaan para orangtua murid, pengelola yayasan juga membuka TK. Sekarang jumlah muridnya ada 71 anak, terbagi menjadi 3 kelas Playgroup dan 4 kelas TK A dan TK B. Agar proses belajar mengajar di kelas terasa nyaman, kelas dilengkapi AC.
Kegiatan islami diterapkan dalam kegiatan sehari-hari seperti baca doa, praktek sholat juga belajar iqro. Murid-muridnya juga diajarkan Bahasa Inggris, Komputer, Memasak, Menggambar dan jariaritmatika. Setiap Hari sabtu, anak-anak ada kegiatan olahraga seperti senam, bersepeda atau jalan-jalan ke sekitar lingkungan sekolah. "Semua kegiatan dirangkai untuk mendidik anak-anak supaya pintar, mandiri dan untuk menghasilkan sesuatu yang berguna," papar umi Dewi kepala sekolah Playgroup-TK Smart Bee. Ya, seperti filosofi lebah. Lebah menghisap madu sari bunga dan menghasilkan madu. Semua yang diambil dan dihasilkan sama-sama baiknya. Semoga anak-anak Playgroup dan TK Smart Bee bisa menjadi seperti lebah-lebah pintar, bisa menghasilkan sesuatu yang berguna untuk orang banyak. (Wiwin)
Dikutip dari majalah mombi edisi no 10 Tahun XVIII Terbit 10 Februari 2010 Halaman 23