Friday, 29 May 2009

Perlukah Minyak Ikan Untuk Anak?

Untuk urusan gizi, orangtua rela berbuat apapun asalkan gizi si kecil bisa terpenuhi, karena makanan bergizi punya kontribusi besar dalam mencerdaskan anak. Salah satunya adalah minyak ikan. Zat gizi apa saja yang terkandung di dalamnya? Apa sih yang terkandung dalam minyak ikan sampai direkomendasikan untuk anak?

Memilih sumber DHA terbaik

Docosahexaenoic Acid (DHA) serta asam lemak esensial seperti Omega-3 dan Omega-6 sudah banyak terbukti bermanfaat baik saat tumbuh kembang anak, kehamilan, juga kesehatan hari tua. Namun, benarkah dengan mengonsumsi ikan kita adalah yang terbaik demi mendapatkan manfaat maksimal?

Telah banyak penelitian menunjukkan DHA dan asam lemak esensial berperan dalam menunjang struktur otak, mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti sakit jantung, atherosklerosis, alzheimer, dan rematik, juga mencegah gangguan depresi, asma, dan kanker. Salah satu sumber terbaik DHA dan asam lemak esensial adalah minyak ikan terutama ikan laut dalam. Nyatanya, dengan kondisi lingkungan saat ini, kita tak lagi bisa sembarangan mengonsumsi ikan.

Jangan sembarang memilih sumber DHA

Para ahli merekomendasikan konsumsi DHA setidaknya 650 mg setiap hari yang meningkat menjadi 1 gram per hari pada ibu hamil dan menyusui untuk memenuhi kebutuhan si bayi dan juga kekurangan DHA pada ibu. Salah satu cara memenuhinya adalah banyak mengonsumsi ikan laut. Misalnya, untuk mencegah penyakit kardiovaskular, disarankan mengonsumsi ikan sebanyak 2-4 ons perminggu. Sayangnya, sebuah penelitian dalam jurnal the Archives of Pathology and Laboratory Medicine menunjukkan ikan-ikan ini banyak yang sudah tercemar zat beracun seperti merkuri, polichlorinated biphenyls (PCB), dan pestisida organoklorin.

Menurut Stacy Foran Melanson dari Harvard Medical School, suplemen minyak ikan masih lebih baik daripada ikan segar karena kandungan pestisida dan PCB-nya kurang dari nilai yang bisa dideteksi. Membutuhkan waktu bertahun-tahun -diteliti sejak tahun 1970-an. Zat-zat racun seperti PCB dan pestisida mengalir lewat danau dan sungai masuk ke laut dan terkumpul dalam tubuh ikan laut dalam. Bila ikan tercemar ini dikonsumsi teratur, diperkirakan PCB dan pestisida yang tertelan 70 kali dan 120 kali lebih banyak. Efeknya akan lebih berbahaya bila dikonsumsi anak-anak dan ibu hamil.

Minyak ikan berkualitas untuk hasil terbaik

Pemrosesan dan pengemasan minyak ikan ternyata amat penting dalam menentukan kualitasnya. Minyak ikan yang tidak berkualitas biasanya bersifat tidak stabil dan masih mengandung kadar merkuri dan pestisida cukup tinggi. Penelitian dari Universitas Minnesota juga menunjukkan minyak ikan dalam bentuk emulsi lebih baik penyerapannya ketimbang dalam bentuk kapsul bergelatin.

Perlu pula diperhatikan apakah yang dikonsumsi adalah minyak hati ikan Cod atau minyak ikan biasa. Minyak hati ikan Cod diambil dari hati ikan Cod dan merupakan sumber vitamin A dan D. Sedangkan minyak ikan biasa diambil dari jaringan tubuh ikan berlemak seperti ikan salmon dan herring yang hanya sedikit mengandung vitamin A dan D.

Menurut berbagai penelitian, suplementasi minyak ikan dapat menurunkan kadar vitamin E dalam darah hingga disarankan menambahkan vitamin E saat mengonsumsi minyak ikan. Namun, minyak ikan berkualitas umumnya telah diperkaya dengan vitamin E hingga tak diperlukan vitamin E tambahan.

Sumber : anakku.net

Kapan Harus Ke Dokter Gigi?

Pada umumnya manusia mempunyai 2 macam gigi, yaitu gigi sulung atau kadang kita menyebutnya gigi susu tetap. Gigi sulung dibentuk pertama kali sejak anak dalam kandungan dan gigi tetap dibentuk semenjakanak itu lahir.

Pada saat gigi dibentuk diperlukan zat-zat pembentuk gigi seperti kalsium, fosfor, fluor dan mineral lainnya. Gisi sulung ini akan tumbuh atau erupsi berkisar usia anak 6-7 bulan. Agar nanti gigi tetapnya akan tumbuh dengan sempurna, maka gigi sulung yang sudah muncul perlu diperhatikan. Kelainan yang sering terjadi pada gigi susu adalah: perubahan warna gigi yang cenderung kecoklatan atau kehitaman, dan gigi menjadi berlubang karena karies.

Untuk menghindari hal tersebut, maka menjaga kebersihan dan kesehatan gigi adalah penting. Menjaga kebersihan gigi dapat dilakukan sejak gigi susu muncul dalam rongga mulut. Caranya sebagai berikut :

  1. Bersihkan mulut (gigi, gusi dan lidah) bayi secara teratur terutama sehabis minum susu atau minum manis lainnya; juga setelah makan. Cara pembersihan dapat dengan kapas atau kain yang dibasahi air bersih.

  2. Berkumur dengan air bersih setelah makan.

  3. Belajar menyikat gigi sejak gigi baru tumbuh, terutama malam sebelum tidur.

  4. Membawa anak ke dokter gigi secara teratur. Kapan? Yaitu saat gigi susu mulai tumbuh sekitar usia bayi 7 bulan.

Jadi sebaiknya ajaklah anak anda untuk memeriksakan kebersihan dan kesehatan giginya sedini mungkin. Perawatan dan pengobatan gigi anak yang dilakukan oleh seorang dokter gigi perlu dilakukan dengan cara yang simpatik, mempertimbangkan perasaan atau situasi emosional anak sehingga dapat membentuk rasa percaya dan kerjasama anak untuk melakukan perawatan/pengobatan.

Kunjungan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi anak dan harus bertujuan, terutama sebagai tahap pengenalan dimana dokter gigi mengenali anak dan anak mengenali dokter gigi serta lingkungannya. Jika anak merasa senang, maka hal ini akan membentuk sikap dan perilaku yang positif terhadap perawatan/pengobatan gigi.

Sumber : anakku.net

Mencegah Kutuan pada Anak

Mengenal kutu

Kutu sebetulnya adalah parasit yang senang numpang hidup dan berkembang biak pada manusia. Ada 3 jenis kutu yakni kutu kepala, kutu badan dan kutu - yang senang hidup di � kemaluan. Masing-masing mempunyai ciri-ciri tersendiri. Dalam waktu satu menit, kutu bisa bergerak sejauh 23 cm. Untuk hidupnya, kutu akan menghisap darah melalui gigitannya. Rasa gatal yang muncul, terjadi sebagai reaksi terhadap liurnya.

Kutu memiliki 2 mata dan 3 pasang kaki, warnanya abu-abu yang berubah menjadi kemerahan setelah menghisap darah. Siklus hidupnya melalui stadium telur, larva, nimfa dan baru menjadi kutu dewasa.

Kutu betina tubuhnya lebih besar dibanding yang jantan. Setiap kutu betina bisa bertelur sampai 10 butir per hari. Telur umumnya diletakkan saat malam hari, 1-2 mm di dekat pangkal rambut.

Apa sih pentingnya membahas masalah kutu?

Akhir-akhir ini masalah kutu kepala muncul kembali dan beberapa kali bahkan sampai dibawa berobat ke dokter. Angka kejadian sesungguhnya dipastikan lebih tinggi, karena kebanyakan pasien tidak dibawa berobat, karena dianggap masalah sepele, atau justru karena malu karena terkesan jorok. Kalaupun dibawa berobat, umumnya sudah berbekal diagnosis mandiri, karena menemukan kutu atau telurnya.

Kelainan ini sangat menular karena kutu bisa �berpindah� saat kontak kepala, atau saling pinjam sisir, topi, bantal, dsb. Apalagi di lingkungan hidup yang padat, misalnya di asrama atau panti asuhan. Ditambah bila kondisi kebersihan kurang baik, misalnya jarang mencuci rambut.

Meskipun tidak berbahaya, tetapi rasa gatalnya sangat tidak nyaman. Selain itu dapat mengundang infeksi kuman akibat luka bekas garukan yang ditandai dengan adanya kerak, nanah dan bisa disertai pembesaran kelenjar (s�k�lan) di belakang telinga.

Kelainan paling sering dijumpai pada usia anak-anak, meskipun bisa saja terjadi pada dewasa. Lebih sering pada anak perempuan (cenderung memiliki rambut panjang) karena mereka lebih sering kontak fisik, saling bertukar sisir, pita, topi, dsb.

Bagaimana pencegahannya?

Sebetulnya, upaya pencegahan hanyalah menjaga kebersihan kulit dan rambut.

Bagaimana penanganannya?

Tujuan penanganan kutu tentunya selain menghilangkan parasit ini, juga untuk mencegah komplikasi dan penyebarannya. Bila dijumpai tanda-tanda infeksi ikutan oleh kuman, dokter pastinya akan memberikan obat tambahan berupa antibiotika. Bahkan kalau terpaksa, kadangkala, rambut harus dicukur.

Bila belum diikuti oleh infeksi, bisa diupayakan penggunaan obat yang tersedia di pasaran. Cara pemakaiannya ialah pada malam hari sebelum tidur, rambut dicuci dengan bersih. Kemudian oleskan obat, dan tutup kepala dengan kain. Keesokan harinya, rambut dicuci kembali sampai bersih, lalu disisir dengan sisir yang halus dan rapat (serit).

Pengobatan ini bisa diulang sekali lagi seminggu kemudian, jika masih terdapat kutu atau telur, mengingat siklus hidup parasit ini.

Sumber : anakku.net

Thursday, 28 May 2009

Kenali Guru Anak Kita

Walau ada pepatah mengatakan "it takes a village" untuk membesarkan dan mendewasakan seseorang dari anak menjadi orang dewasa, tetap tak bisa dipungkiri bahwa orang yang palingdekatlah yang paling berpengaruh.Setelah orang tua, siapakahorang dewasa lain yang paling dekat dengan anak ? Salah satunya adalah guru sang anak.Dengan kedudukan dan rutinnya seorang guru berada dekat anak, mau tak mau guru ikut menyumbang peran yang besar bagi perkembangan anak. Baik mental, intelektual, kepribadian, sosial, dan lain sebagainya.

Dengan makin banyaknyapengaruh-pengaruh luar yang tidak baik bagi anak dalam hidup sehari-hari,sangat penting untuk lebih memberi perhatian dalam proses mendidikanak menjadi dewasa. Oleh karena itu, anak benar-benar membutuhkan guru yang dapat memberinya bimbingan, dorongan motivasi, teladan, selain sekedar mengajarkan suatu materi pelajaran. Singkat kata, anak perlu untuk mendapatkan guruyang baik. Tapi masalahnya, bagaimana kriteria "guru yang baik" itu ?

Kebanyakan orang tua cukup puas dengan guru yang dapat menciptakan suasana kelas yang tenang, tertib, pada saat guru mengajar. Atau guru yang memberi nilai cukup bagus untuk ulangan yang diadakan, atau guru yang dituruti segala perkataannya.Akan tetapi jika dilihat lebih dalam lagi, sebenarnya tidaklah mudah jika kita harus mendeskripsikan "guru yang baik", yang benar-benar bisa membimbing dan menjadi teladan anak dalam hidupnya. Tenang dan tertibnya suatu kelas, tidaklah terlalu tepat untuk dijadikan patokan keberhasilan seorang guru dalam mendidik anak. Hal ini karena keadaan tenang dan tertib ini bisa disebabkan karena memang muridnya menghormati dan segan pada sang guru, atau bisa juga murid begitu ketakutan kalau dihukum oleh guru.

Sedangkan nilai yang bagus di rapor pun tidak juga bisa menjadi patokan bahwaguru berhasil dalam mengajar muridnya. Ada banyak faktor yang harus dikaji lebih dalam. Apakah nilainya bagus karena gurunya terlalu murah nilai ? atau karena pelajaran yang diberikan terlalu mudah bagi anak seumur itu ? atau memang guru benar-benar berhasil memberikan ilmunya ? Dan yang sering terlupa oleh kita semua, nilai yang ada di buku rapor atau kertas ulangan adalah nilai dari benar tidaknya jawaban murid atas pertanyaan guru, bukan nilai dari kepribadian anak,�. bukan nilai dari kematangan pribadi anak, �.bukan nilai dariperkembangan mental dan sosial anak.

Kita semua tentunya ingin bahwaanak kita tidak hanya dididik oleh gurunya dari segi akademik saja, bukan ? Kita semua ingin bahwa anak kita juga diajarkan akal budi yang baik,menjadi anak yang berkepribadian baik dan saleh.Untuk tercapainya hal ini, anak butuh guru yang benar-benar mau membimbingnya, bukan sekedar menjejalinya bahan pelajaran sekolah. Guru yang baik tidak selalu terpaku dengan materi yang ada di buku saja, melainkan dapat membuat anak mengertipenerapan ilmu dan budi pekerti dalam hidup sehari-hari. Guru yang baik , adalah guru yang benar-benar peduli dan menyayangi anak didiknya, dan akan berusaha semaksimal mungkin demi kemajuan si anak.

Guru yang baik adalah guru yang mampu membuat muridnya berusaha lebih baik lagi. Guru yang baik adalah guru yang mendapat hormat dan penghargaan dari muridnya, bukan yang membuat muridnya ketakutan. Bagaimanakah guru anak kita ? Alangkah baiknya bila kita dapat menyempatkan diri mendengarkan bagaimana anak kita memberi komentar terhadap gurunya. Apakah anak kita sungguh-sunggh dididik dan diajar dengan baik oleh gurunya ? Apakah guru anak kita memang mampu untuk membimbingnya ? Apakah guru anak kita dapat memotivasi anak untuk belajar lebih giat ? Tidak ada salahnya untuk mengenal guru anak kita lebih baik, agar kita tahu bagaimana anak kita dididik. Bukankah semua orang tua menginginkan hal yang terbaik bagi anaknya, termasuk dalam hal pendidikan ?

Sumber : anakku.net

Bila Anak Keracunan Makanan

Tak Perlu Panik

Keracunan makanan yang tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal. Apa yang perlu diperhatikan?

Ketika anak keracunan makanan, jangan panik. Kalau Anda panik, kondisi anak malah bisa memburuk. Agar tidak salah bertindak, teliti dulu kondisi si kecil. Simak beberapa hal berikut yang sering jadi pertanyaan orang tua:

Apa saja gejalanya?

  1. Kram perut
  2. Demam
  3. Muntah-muntah
  4. Sering buang air besar yang bercampur darah, nanah, atau lendir.
  5. Merasa lemas dan menggigil.
  6. Kehilangan nafsu makan.

Catatan: Muntah-muntah dan buang air besar bisa jadi masalah serius pada bayi atau balita, karena bisa menyebabkan dehidrasi.

Berapa lama gejala akan timbul?

Gejala keracunan makanan dapat terlihat sekitar 4-24 jam setelah si kecil terkontaminasi makanan yang beracun. Gejala ini bisa berlangsung sekitar 3-4 hari. Tapi bisa jadi lebih lama lagi, jika anak yang keracunan tak sengaja masih mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Catatan: Gejala akan lebih cepat terlihat pada anak kecil, karena tubuhnya lebih rentan. Misalnya, hanya 2 jam setelah ia mengonsumsi makanan yang terkontaminasi!

Tindakan pertama yang harus dilakukan

  1. Jika ia muntah-muntah dan sering buang air besar, periksa suhu tubuhnya. Siapa tahu ia juga demam.

  2. Periksa juga tinjanya. Apakah ada lendir atau darah?

  3. Baringkan si kecil dan jangan beri makanan yang harus dikunyah dulu. Sebagai gantinya, berikan oralit sedikit demi sedikit. Jika Anda tidak punya oralit, beri saja air yang dicampur dengan garam dan gula.

  4. Coba telusuri lagi apa yang menyebabkan anak keracunan.

    Yang perlu jadi catatan penting

  5. Jika si kecil menolak minum cairan apa pun, coba berikan melon untuk dihisap-hisap. Atau, berikan saja buah tersebut dalam bentuk es mambo. Dengan begitu, tubuhnya tidak akan kekurangan cairan.

  6. Pada waktu pemulihan, berikan makanan yang mudah dicerna; seperti sup, yogurt atau jelly .

Catatan: Efek diare akibat keracunan ini biasanya berlangsung sekitar seminggu.

Kapan ke dokter?

  1. Jika ia muntah dan diare terus, sementara asupan cairan tidak bisa maksimal.

  2. Jika ia masih bisa dan mau minum, tetapi kondisinya tidak membaik dalam jangka waktu 12 jam. Ia masih saja diare dan demam.

Catatan: Jika dokter Anda tidak bisa segera menanganinya, cepat bawa si kecil ke UGD (Unit Gawat Darurat) rumah sakit terdekat. Bisa jadi, ia perlu diinfus.

Mungkinkah dicegah?

  1. Biasakan anak memperhatikan kebersihan tangan , sebab keracunan makanan sangat menular. Ia juga harus selalu mencuci bersih tangannya sehabis buang air besar.

  2. Jika Anda yang mengurus �kotoran� si kecil , Anda juga harus selalu mencuci tangan sampai bersih sehabis membersihkan tinjanya atau mengganti popoknya.

  3. Simpan makanan matang ke dalam kulkas . Kalaupun mau dihangatkan, pastikan panasnya merata. Karena, Salmonella (yang jadi �biang keladi� keracunan makanan) biasanya �senang� dan tumbuh subur di makanan yang hangat. Tapi, bakteri ini akan mati pada temperatur yang tinggi.

  4. Masaklah makanan sampai benar-benar matang. Artinya, matangnya harus merata ke dalam bahan makanan.

Adakah kiatnya seputar memilih makanan?

  1. Ketika membeli makanan dalam kemasan , perhatikan kaleng atau tutupnya. Apakah masih mulus ataukah sudah terbuka? Apakah kalengnya agak menggelembung atau tidak? Jangan sekali-kali memilih makanan yang kemasannya cacat atau kalengnya menggelembung. Bisa jadi, makanan tersebut sudah terkontaminasi bakteri.

  2. Belilah daging dan makanan hasil laut di tempat yang dapat dipertanggungjawabkan kebersihannya.

  3. Jangan biarkan si kecil makan daging mentah. Daging yang sama sekali tidak diolah merupakan sasaran empuk bakteri penyebab keracunan makanan.

  4. Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 1 tahun. Dikhawatirkan, madu mengandung bakteri Clostridium botullinum yang dapat menyebabkan si kecil keracunan.

Ini juga Perlu Diperhatikan!

Ketika anak mengalami keracunan makanan:

  1. Letakkan baskom atau ember di dekat si kecil untuk wadah muntahannya.
  2. Jika anak demam, kompres dahi atau ketiaknya dengan handuk basah.
  3. Berikan air matang untuk kumur-kumur, serta air minum hangat untuk membersihkan bekas muntah dari mulutnya.
  4. Periksa kembali apa yang dimakan oleh si kecil selama 24 jam sebelum gejala keracunan ini muncul. Buang saja makanan, seperti daging, ikan, hasil olahan susu maupun makanan matang lainnya, yang diperkirakan jadi �biang keladi� keracunan.

Sumber : Ayahbunda-online.com

Sunat, Perlu?

Umumnya, sunat hanya dikenal di kalangan umat beragama Islam dan Yahudi. Adakah manfaat lain, disamping sekadar sebagai ritual agama?

Dalam agama Islam, sunat (disebut juga khitan atau sirkumsisi) merupakan kebiasaan yang merupakan kelanjutan dari millah atau ajaran Nabi Ibrahim a.s. Kala itu, Nabi Ibrahim a.s. (80 tahun) disunat dengan alat yang disebut qadum . Sebenarnya, kapan usia yang tepat untuk disunat?

Tak dibatasi usia

Sesungguhnya, tujuan utama dari bersunat adalah membersihkan diri dari berbagai kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis atau zakar yang masih ada kulupnya. Ketika bersunat, kulup yang menutupi jalan ke luar urin dibuang, sehingga kemungkinan kotoran untuk menempel atau berkumpul di ujung penis jadi lebih kecil. Ini karena penis lebih mudah dibersihkan.

Memang, sunat dapat menghindari timbulnya berbagai penyakit. Misalnya, fimosis, parafimosis, kandidiasis, serta tumor ganas dan pra ganas pada daerah alat kelamin laki-laki. Dan, terbukti pula, penis laki-laki yang disunat lebih higienis. Jadi, di masa tuanya kelak, ia jadi lebih mudah merawatnya. Dan, yang paling menarik, selain jadi lebih sensitif, tidak mudah lecet dan terkena iritasi, bersunat juga punya pengaruh terhadap kehidupan seksual laki-laki. Ia akan terhindar dari ejakulasi dini!

Meski ada seabrek manfaat sunat bagi kesehatan, para ahli di American Academy of Pediatric sejak tahun 1975 menyatakan, secara medis, tidak ada keharusan bagi bayi laki-laki yang baru lahir untuk bersunat, kecuali bila ada indikasi khusus. Misalnya, ia menderita fimosis . Begitu juga, jika bayi atau si kecil yang berusia di bawah lima tahun menderita infeksi saluran kemih.

Sebagai catatan, kelainan pada kulup penis, khususnya fimosis, biasanya dialami oleh satu dari 20 bayi laki-laki. Makanya, ia sudah bisa disunat sebelum usia dua bulan. Namun, dalam tradisi agama Islam disebutkan, anak laki-laki yang sehat harus disunat begitu menginjak usia akil balik, yakni setelah mimpi basah. Umumnya, ini terjadi ketika ia berusia lebih dari 10 tahun.

Mau cara apa ?

Di dalam dunia kedokteran, inilah langkah yang dilakukan ketika menyunat si kecil, yakni:

* Mengiris kulit di bagian punggung penis (dorsumsisi). Ini dilakukan untuk mengeluarkan ujung bagian dalam penis.

* Mengiris kulit kulup yang mengelilingi penis (sirkumsisi). Dengan begitu, penis jadi terbuka.

* Dokter akan menjahit luka irisan tersebut agar penyembuhannya berlangsung cepat dan tidak timbul komplikasi.

Selain cara klasik di atas, masih ada banyak cara untuk menyunat si kecil. Di antaranya adalah:

Cara kuno

Cara bersunat tradisional dengan menggunakan sebilah bambu tajam. Para bong supit alias mantri sunat langsung memotong kulup dengan bambu tajam tersebut.

Catatan: Cara ini mengandung risiko berupa terjadinya perdarahan dan infeksi, bila tidak dilakukan dengan steril.

Metode cincin

Dicetuskan oleh dr. Sofin, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta , dan sudah dipatenkan sejak tahun 2001. Pada metode ini, ujung kulup dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet. Biasanya, ujung kulup akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya.

Catatan: Proses sunat itu sendiri cukup singkat, sekitar 3-5 menit.

Metode mangkuk

Lebih cocok dilakukan untuk balita atau anak yang memiliki pembuluh darah pada kulup lebih kecil dari ukuran normal.

Catatan: Bila terjadi perdarahan, luka bekas kulup yang dipotong akan dijahit.

Metode lonceng

Di sini, tidak dilakukan pemotongan kulup. Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng. Setelah itu, jaringan akan mati dan terlepas dengan sendirinya dari jaringan sehat.

Catatan: Metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.

Dengan laser CO2

Ini merupakan metode sunat paling canggih yang berhasil dikembangkan hingga saat ini.

Apapun cara yang Anda pilih, baik atau buruknya hasil ditentukan oleh kemahiran si pelaku dalam menggunakan alat atau metode tersebut. Jadi, banyak-banyaklah mencari info seputar hal ini.

Wednesday, 27 May 2009

Cara Efektif Menyuruh Anak

Kita percaya bahwa setiap orang tentu akan merasa lebih senang jika dimintai tolong untuk melakukan sesuatu daripada diperintah atau dituntut. Demikian juga anak. Pada umumnya, anak tidak akan tanggap atau akan cenderung menolak apabila orangtua mengatakan sesuatu kepadanya dengan kalimat memerintah. Sebaliknya, anak akan sulit untuk menolak apa yang dikatakan orangtua apabila mereka mengatakannya dengan kalimat ‘meminta’.

Di bawah ini adalah beberapa alternatif kalimat meminta yang dapat disampaikan orangtua agar anak dapat bersikap kooperatif (John Gray, Ph.D, 2004). Di antaranya,

Memerintah
Singkirkan itu.

Meminta
Ayo kita rapikan kamar ini. Kamu mau kan menyingkirkan itu?


Memerintah
Jangan memukul adikmu.

Meminta
Tolong, mulai sekarang, jangan lagi memukul adikmu.
Ayo kita berusahan hidup rukun.


Memerintah
Jangan berbicara.

Meminta
Mari kita tenang sebentar dan mendengarkan kata ibu. Tolong, jangan bicara.


Memerintah
Ikat tali sepatumu.

Meminta
Ayo kita siap-siap.
Tolong, ikatkan tali sepatumu.

Dengan cara meminta seperti di atas, biasanya anak akan mau menuruti atau melakukan apa yang diperintahkan dan diinginkan orangtua tanpa merasa bahwa ia disuruh atau diperintah.

Sumber : Perkembangananak.com

Konsep Diri Positif

Melatih kemandirian anak secara terus-menerus dan simultan dalam keseharian sangatlah penting di usia ini. Jika anak diberi kesempatan, ia akan punya konsep diri yang positif. Ia merasa percaya diri dan mampu melakukan segala sesuatu dengan kemampuan dirinya sendiri. Selain itu, anak pun akan kaya dengan pengalaman.

Bila orangtua tidak memberi kesempatan pada anak dan membiarkan anak tak mandiri, maka ia pun akan terbiasa tergantung pada orang lain dan tak bisa melakukan apa-apa sendiri. Bahkan, hal ini dapat berlanjut hingga di usia sekolah, semisal anak tak mau makan kalau tidak disuapi.
Selain terkait dengan konsep diri yang positif, mengajarkan kemandirian juga berarti mengajarkan tanggung jawab pada anak dan mengembangkan pula kebiasaan-kebiasaan baik yang positif. Hal ini akan terbawa sampai ia dewasa nanti.

3 HAL PENTING
Ada 3 hal yangg harus diperhatikan orangtua dalam mengajarkan kemandirian pada anak usia prasekolah, yaitu:
Sabar
Kesabaran orangtua merupakan kunci dalam mengajari anak. Memang akan terasa capek menjelaskan atau menunggu anak menyelesaikan pekerjaannya. Namun bagi anak ada suatu kebanggaan bila ia bisa melakukannya. Orangtua yang tak sabaran bisa menyurutkan rasa ingin tahu anak sehingga ia pun enggan atau kehilangan minat untuk melakukannya.

Aktivitas Beragam
Beri kesempatan pada anak untuk melakukan suatu pekerjaan/aktivitas yang beragam dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimilikinya.

Tak Banyak Kritik
Jika orangtua sering mengkritik pekerjaan anak, maka anak akan menjadi takut salah, takut mencoba dan sebagainya. Akibatnya, anak bisa trauma dan tak mau mengulangi lagi pekerjaannya karena anak merasa usahanya tak dihargai. Harusnya, orangtua tetap memberikan apresiasi/pujian meskipun pekerjaan anak belum sempurna. Dengan begitu, anak akan bersemangat sehingga ia mau melakukannya kembali, mau mencoba lagi.

Sumber : tabloid-nakita.com

Memeriksa Kelainan Kaki Anak

Waktu anak anda berdiri dengan lutut dirapatkan seperti tentara sedang bersiap atau berdiri tegap, kok tumitnya tidak bisa bertemu? Lho, kalau ia memaksa mempertemukan tumitnya kok lutut yang satu berada di depan lutut yang lain?

Keadaan ini disebut sebagai tungkai X. Atau dengan nama lain dalam Bahasa Inggris knock-knee. Sedangkan dalam bahasa kedokterannya disebut genu valgum. Sebagian besar ibu-ibu pasti heboh bila melihat tungkai anaknya berbentuk huruf X, apalagi bila terjadi pada anak perempuan. Sebagian besar sebenarnya normal saja

Pada anak normal, sejak lahir sampai usia 3 tahun tungkai sering tampak berbentuk O, kemudian antara 3 tahun sampai 6 tahun justru berbentuk X, dan setelah umur 6-7 tahun menjadi lurus.

Perkembangan normal tungkai, mulai dari berbentuk O umur 2 tahun, berbentuk X umur 5 tahun dan lurus pada umur 6 tahun. Tungkai X pada anak berumur 2-5 tahun merupakan hal normal. Pada anak ini, kedua tungkai berbentuk simetris dan biasanya anak tidak merasakan nyeri pada lututnya. Pada masa ini, anak tidak memerlukan fisioterapi, pemasangan alat bantu atau sepatu khusus. Cukup diawasi saja. Normalnya, setelah usia 6 tahun tungkai akan menjadi lurus.

Namun kalau tungkai tetap berbentuk huruf X setelah berusia lebih dari 7 tahun, sebagai orang tua, kita harus waspada. Cara berjalan anak akan menjadi agak aneh. Kakinya diayun ke depan dengan agak berputar supaya tidak membentur lutut sisi lainnya. Akibatnya ia sulit berlari. Ia juga sering mengeluh merasa nyeri terutama pada lutut bagian depan. Kalau dibiarkan, sering terjadi gangguan pertumbuhan tungkai dan kerusakan pada sendi lututnya. Bila anak tetap menunjukkan tungkai X setelah 7 tahun, ia harus diperiksa oleh dokter bedah ortopedi. Dokter akan mempertimbangkan pengobatan atau operasi yang terbaik baginya.

Tungkai X dapat juga ditemukan ada penyakit lain, misalnya sindroma down, gangguan pertumbuhan tulang bawaan, atau rickets yang disebabkan kekurangan vitamin D. Keadaan-keadaan ini tentu saja memerlukan penanganan khusus.

Bagaimana memeriksa anak ?
-Coba lihat saat ia bersiap. Apakah lututnya bersentuhan sedangkan tumitnya renggang?
-Ukur jarak antara dua tulang tumit bagian dalam (yang disebut sebagai maleolus).
-Perhatikan apakah ke dua tungkai sama panjang. Perhatikan cara berjalannya.
-Apakah ayunan tungkainya agak berputar? Kalau ragu-ragu, dokter akan melakukan foto rontgen dan beberapa pemeriksaan laboratorium.
-Ciri tungkai X tidak normal, yang memerlukan pemeriksaan lengkap dan tindakan khusus.
-Bila terlihat di luar umur yang biasa, misalnya kurang dari 3 tahun atau lebih dari 7 tahun.

Bila cuma satu sisi.
-Bila jarak antara tulang tumit lebih dari 5 cm, atau cepat bertambah misalnya lebih dari 1,25 cm dalam 6 bulan.
-Ada gejala nyeri pada lutut atau kesulitan berjalan.
-Ada penyakit lain misalnya sindrom Down, gangguan pertumbuhan tulang bawaan dan lain-lain.
Sumber : anakku.net

Tuesday, 26 May 2009

Monday, 25 May 2009

Tips Agar Anak Mudah Minum Obat

Saat sang buah hati sakit, tentu sangat tidak menyenangkan. Baik buat sang buah hati, terlebih bagi orangtua. Panik, bukan hal yang jarang terjadi pada orangtua saat anaknya sakit. Meski sudah dibawa ke dokter, kadang timbul masalah baru. Sang anak, bisa saja menolak untuk minum obat. Orangtua sering tidak bisa bersikap sabar, dan terkadang (atau bahkan sering?) memaksa anak minum obat dengan mencekokinya.

Tindakan memaksakan anak minum obat, meski bertujuan baik, terkadang tidaklah bijaksana. Anak bisa saja takut karenanya, bisa-bisa sang anak tidak akan pernah mau lagi minum obat.

Berikut ini adalah sedikit tips yang dapat Anda coba saat si buah hati harus minum obat:

  1. Jangan pernah berbohong, sekalipun. Orangtua seringkali mengatakan bahwa rasa obatnya manis. Katakanlah dengan bijak pada si buah hati, bahwa meskipun obatnya pahit, tapi akan membantu penyembuhan sakitnya.
  2. Jangan pernah mencekoki atau menutup hidung bayi atau anak Anda saat memberikan obat. Pemberian obat secara paksa dapat membuat obat masuk ke paru-paru (asfiksia) dan hal ini sangat berbahaya. Pada anak yang belum pandai menelan atau sekitar empat bulan ke bawah, lakukan dengan mekanisme isap, agar anak tidak tersedak.
  3. Akan lebih baik, memasukkan obat dari samping, yakni dari kantung pipi bagian dalam sebelah kanan ataupun kiri. Lakukan di bawah lidah, jika obat yang ditelan jumlahnya relatif sedikit.
  4. Berikanlah obat sedikit demi sedikit, kemudian selingi dengan minum air putih.
  5. Jika kesulitan menggunakan sendok teh, manfaatkan sendok obat yang ukurannya lebih kecil tetapi berbentuk cekung. (Mintalah pada apotik saat membeli obat). Jika masih sulit, cobalah dengan menggunakan pipet plastik.
  6. Posisikan anak vertikal untuk memudahkan Anda memasukkan obat dan agar bayi juga tidak tersedak.
  7. Dan yang terpenting, bangunlah suasana yang menyenangkan sebelum memberikan obat. Ajaklah anak bermain, bernyany atau sekadar bercakap-cakap sebelumnya agar anak Anda merasa tidak dipaksa.

Sumber : anakku.net

Mengatasi gerigis Pada Anak

Kok banyak sekali anak yang giginya berlubang dan keropos? Hi� apalagi kalau anak sudah agak besar.. kelihatannya pasti kurang bagus. Gigi gerigis atau karies disebabkan hilangnya mineral kalsium dan fosfor dari gigi, menyebabkan gigi menjadi berlubang, dan akhirnya menjadi keropos.

Penyebab Karies Gigi

Mengapa terjadi karies? Ada beberapa faktor yang penting:

  1. Partikel makanan yang tidak dibersihkan bertumpuk menjadi plak.
  2. Di dalam plak hidup berbagai bakteri, terutama jenis streptokokus mutans, atau laktobasilus.
  3. Bila anak sering makan mengandung gula atau sukrosa, bakteri akan menggunakan sukrosa dan membentuk asam organik.
  4. Bila suasana sekitar gigi menjadi asam, mineral kalsium dan fosfor akan lepas dari gigi.
  5. Karena hilangnya mineral, gigi menjadi rapuh dan akhirnya berlubang. Bila karies sampai menimbulkan rasa sakit, maka anak akan kehilangan selera makan. Kadang-kadang dapat terjadi demam. Proses mengunyah makanan akan terganggu, anak menjad malas makan dan akhirnya menjadi kurus.

Apa peran fluor terhadap karies?

Gigi sebetulnya terbentuk dari kalsium fosfat, suatu reaksi antara kalsium dan fosfor. Fluor mencegah lepasnya kalsium dan fosfor dari gigi, sehingga otomatis akan memperkuat gigi dan mencegah karies. Selain itu, fluor yang diberikan langsung ke permukaan gigi juga mengurangi pembentukan asam oleh bakteri. Darimana datangnya fluor? Fluor bisa berasal dari air minum, makanan, atau pasta gigi. Cuma sayangnya, konsumsi fluor yang terlalu banyak justru juga merusak gigi. Tanyakan pada dokter gigi anda apakah anak perlu mendapat tambahan fluor atau tidak.

Aliran ludah yang baik juga merupakan faktor pencegah karies. Aliran air ludah akan bertambah bila kita mengunyah dengan cukup. Air ludah dapat berkurang karena penyakit kelenjar ludah, konsumsi beberapa macam obat, dan saat tidur.

Karies karena susu botol

Banyak orang tua menganggap gigi susu tidak perlu dirawat karena akan digantikan oleh gigi tetap/permanen. Wah..salah besar. Justru gigi susu yang buruk akan mengganggu pertumbuhan gigi tetap dan rahang di kemudian hari. Salah satu perawatan terbaik adalah menghindari karies.

Sayangnya, saking bernafsu memberi gizi yang baik untuk anak orang tua memilih untuk menjejali anak dengan susu botol. Ternyata karies sangat sering terjadi pada anak yang mengkonsumsi susu botol, sampai-sampai ada istilah nursing bottle caries. Anak-anak ini sering mengedot susu atau minuman manis lainnya dari botol untuk waktu yang lama dan terus menerus. Anak-anak juga sering dijejali susu dalam botol sampai ia tertidur. Bahkan kadang-kadang kita masih melihat anak sekolah minum susu dari botol... Malu ah...

Nursing bottle caries sering terjadi pada gigi susu di rahang atas bagian depan dan belakang. Tanda awalnya berupa bercak putih atau coklat pada gigi, lalu gigi menjadi berlubang. Jadi gigi lebih putih belum tentu merupakan gigi lebih baik. Untuk mencegah hal ini, jauh lebih baik memberikan ASI ketimbang memberi susu botol.

Upaya Pencegahan Karies Gigi

  1. Menurunkan jumlah kuman, misalnya dengan berkumur antiseptik.
  2. Membersihkan plak secara periodik.
  3. Meningkatkan daya tahan gigi, misalnya dengan penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor atau mengkonsumsi tablet fluor dengan dosis yang tepat.
  4. Merubah pola makan: Membatasi makanan yang mengandung sukrosa, jangan mengemil yang mengandung gula, menghindari konsumsi gula sebelum tidur. Soft drink juga mengandung banyak gula.
  5. Berkumur dengan air bersih setelah makan
  6. Menyikat gigi dengan teratur. Belajar menyikat gigi dilakukan sedini mungkin, mulai pada saat gigi baru tumbuh. Paling penting saat malam sebelum tidur.
  7. Bila anak belum dapat menyikat gigi sendiri, bersihkan gigi dan mulut dengan menggunakan kapas atau kain yang dibasahi air bersih.
  8. Secepat mungkin mengganti kebiasaan minum susu dari botol ke minum dari gelas.
  9. Jangan biarkan anak minum susu botol sampai tertidur.
  10. Jangan lupa� anak perlu mengunjungi dokter gigi secara teratur. Kapan harus dimulai? Saat gigi susu mulai tumbuh, sekitar umur 7 bulan. Dokter gigi akan mengatur kunjungan berikut untuk merawat gigi sebaik-baiknya.

Sumber : anakku.net

Mengusir Batuk Anak

Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu meredakan batuk anak? Sebagian besar batuk pada anak tidak berbahaya, terutama yang timbulnya akut dan baru berlangsung sebentar. Hal-hal sederhana berikut ini memang tidak dapat secara langsung menghilangkan batuk, namun paling tidak anak dapat merasa lebih nyaman.

  1. Tingkatkan kelembaban udara: Suhu dan kelembaban lingkungan di sekitar anak perlu disesuaikan supaya anak merasa nyaman. Udara yang lembab akan mengurangi iritasi saluran napas, serta mencegah lendir menjadi kering sehingga mudah dikeluarkan.

  2. Menghirup uap air hangat juga dapat membantu, namun jangan sampai terlalu panas karena malahan dapat membuat udara semakin kering.

  3. Banyak minum. Usahakan anak Anda mendapatkan banyak cairan untuk mengencerkan lendir di tenggorokannya dan mengurangi demam. Air hangat yang ditambahkan perasan lemon dan sedikit madu dapat membantu mengurangi rasa gatal di tenggorokan. Sup ayam atau susu hangat juga baik diberikan pada si kecil.

  4. Upayakan anak banyak beristirahat: Istirahat diperlukan agar kondisi tubuhnya cepat kembali pulih seperti semula.

  5. Jangan lupa, kebiasaan mencuci tangan perlu diajarkan pada seluruh anggota keluarga sehingga dapat mencegah penularan penyakit.

Kapan perlu obat batuk?

Apabila setelah beberapa hari batuk tidak membaik, atau batuknya hebat dan mengganggu tidur, dapat dipertimbangkan untuk memberikan obat batuk. Obat batuk ada yang dapat dibeli bebas dan ada pula yang dengan resep dokter. Obat ini boleh dipakai apabila dapat membuat anak merasa lebih nyaman, dan yang paling penting obat tersebut tidak menimbulkan efek samping yang berat.

Tips menggunakan obat batuk

  1. Hindari obat yang berkhasiat menyembuhkan banyak gejala (batuk, pilek, hidung tersumbat, demam) kecuali semua gejala itu memang ada pada si kecil.
  2. Ikuti petunjuk dokter mengenai jumlah dan frekuensi obat yang diberikan pada anak. Jangan memberikan obat lebih banyak atau lebih sering daripada yang dianjurkan dokter.
  3. Jika membeli obat bebas, ikuti aturan dosis yang tertera pada kemasan obat. Jangan mengkira-kira sendiri jumlah obat yang diberikan.
  4. Ukur obat yang bentuknya sirup dengan menggunakan sendok obat. Kocok dahulu botol obat.
  5. Jika terlewat satu kali pemberian, berikan obat tersebut sesegera mungkin. Namun jika waktunya sudah mendekati pemberian obat berikutnya, tunggu dan berikan dosis selanjutnya.
  6. Hubungi dokter jika terjadi efek samping obat misalnya sulit bernapas, timbul merah-merah di kulit yang gatal, ngantuk berlebihan, gelisah, nyeri perut, dan sebagainya. \
  7. Simpan obat dalam suhu ruangan di wadah khusus yang tertutup dan terlindung dari sinar matahari langsung, panas dan kelembaban. Jangan dibekukan di freezer.
  8. Simpan obat dengan aman, jangan sampai si kecil bisa bermain-main dengan obat tanpa sepngetahuan kita

Berbagai macam obat batuk

Obat batuk pilek yang dijual bebas seringkali dikombinasi dengan obat turun panas (misalnya parasetamol) dan pereda hidung tersumbat (dekongestan). Berbagai macam obat batuk yaitu:

Penahan batuk

Bila batuknya sangat mengganggu, dokter seringkali memberikan obat antitusif (bersifat menekan batuk) supaya nyaman dan tidurnya tidak terganggu. Obat ini jangan diberikan terus-menerus, cukup bila batuk sangat hebat. Dextrometorphan merupakan obat penekan batuk yang dijual bebas, bekerja dengan menaikkan ambang rangsang batuk. Obat resep misalnya kodein yang merupakan turunan morfin, tergolong dalam obat narkotik. Obat ini tergolong antitusif yang kuat. Cara kerjanya yaitu menghambat refleks batuk sehingga hanya ditujukan bagi batuk kering, gatal, nyeri dan mengganggu tidur. Obat ini jarang digunakan. Dosis besar dan pemakaian berulang tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi).

Pengencer dahak atau expectorant

Tujuan pemberian pengencer dahak adalah mempermudah pengeluaran dahak, menghilangkan iritasi, serta mencegah terangsangnya reseptor batuk secara berlebihan. Bromhexin, guaifenesin dan amonium klorida dapat dibeli bebas. Ambroxol dan asetilsistein merupakan obat resep.

Antialergi atau antihistamin

Obat ini bekerja dengan menekan pusat batuk batuk. Antihistamin dapat mengurangi pilek yang disebabkan alergi. Efek samping obat ini yaitu mengantuk seringkali bermanfaat untuk membuat anak banyak beristirahat. Efek samping lain yaitu mulut dan hidung menjadi kering. Contoh obatnya ialah diphenhydramine dan chlorpheniramine.

Dekongestan

Dekongestan atau obat batuk pilek sering dicapurkan ke dalam obat batuk. Gunanya mengurangi gejala pilek atau hidung tersumbat, sehingga dapat meredakan batuk yang disebabkan oleh tetesan cairan dari hidung (post nasal drip). Contoh dekongestan yaitu pseudoephedrine. Kadang-kadang dapat timbul efek samping yang ringan yaitu anak menjadi rewel dan agak sulit tidur.

Apakah antibiotik selalu diperlukan untuk batuk?

Sebagian besar batuk pada anak disebabkan virus, terutama common cold. Infeksi virus tidak memerlukan antibiotika. Batuk karena common cold bisa berlangsung sampai seminggu, jadi yang penting adalah memberi nutrisi yang cukup, banyak istirahat, banyak minum (jangan minum air es), dan menjaga kelembaban udara ruangan. Batuk disebabkan asma juga tidak memerlukan antibiotika. Tentunya asma tidak akan sembuh dengan obat-obat biasa. Batuk karena asma memerlukan obat khusus

Bijak-bijaklah sebelum memutuskan untuk memberikan obat batuk pada anak. Batuk bukanlah musuh, namun justru diperlukan oleh tubuh. Bila benar-benar mengganggu, barulah obat batuk boleh diberikan, namun perhatikan benar dosisnya, jangan sampai berlebihan.

Sumber : anakku.net

Mengenal Penyakit Hemofilia

Terjatuh merupakan sesuatu yang lazim terjadi pada anak-anak, apalagi bila mereka sudah mulai bisa berjalan dan berlari. Namun bagi penderita hemofilia, jatuh adalah pantangan, apalagi sampai luka. Fatal akibatnya.

Bagi penderita hemofilia, luka adalah musuh terbesar. Mereka tidak boleh terluka karena darah yang keluar akan sulit berhenti. Jangankan luka, benturan pun bisa menimbulkan memar yang berlebihan. Demikian pula jika lidah tergigit dan berdarah, bisa bertahan hingga berjam-jam bahkan berhari-hari.

Apa itu hemofilia?

Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor pembeku darah yang disebabkan oleh kerusakan kromosom X. Darah pada penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah berjalan amat lambat, tak seperti mereka yang normal.

Normalnya ada 13 faktor pembekuan darah, penderita hemofilia kekurangan faktor VIII dan IX.

Bagaimana ciri khas hemofilia?

Tanda khas pada anak hemofilia adalah hemartrosis, yaitu perdarahan pada sendi-sendi besar (lutut, siku tangan, pergelangan kaki) yang terasa nyeri dan bengkak sehingga menyebabkan sendi tidak dapat digerakkan. Bisa muncul karena benturan ringan atau timbul sendiri. Selain itu sering timbul perdarahan di bawah kulit dan otot.

  1. hemofilia berat, jika faktor pembekuan darah kurang dari 1%
  2. hemofilia sedang, jika faktor pembekuan darah antara 1-5%
  3. hemofilia ringan, jika faktor pembekuan darah antara 6-30%

Hemofilia ringan gejalanya hanya berupa darah lama membeku setelah cabut gigi, operasi atau saat terluka. Hemofilia berat, 90% sudah dapat didiagnosis pada usia di bawah 1 tahun.

Mengapa penderitanya mayoritas laki-laki?

Laki-laki memiliki kromosom XY, hemofilia terjadi akibat mutasi atau cacat genetik pada kromosom X (linked resesif). Artinya diturunkan lewat gen X (ibu) yang mengenai anak laki-lakinya. Sedangkan perempuan hanya pembawa sifat (carrier). Namun bukan tak mungkin perempuan menderita hemofilia. Bisa saja, jika ayahnya seorang hemofilia dan ibunya carrier. Tetapi kasus ini jarang terjadi.

Bagaimana mendiagnosa?

Diagnosa hemofilia ditegakkan berdasarkan riwayat biru pada kulit, perdarahan kulit dan sendi. Seringkali ditemukan saat anak khitan, dan perdarahan tak kunjung berhenti (minimal usia 5 tahun), saat anak imunisasi atau anak periksa darah. Baru sesudah itu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengukur kadar faktor VIII dan IX. Dilanjutkan dengan pemeriksaan PT dan APPT.

Anak yang kekurangan faktor pembekuan VIII disebut hemofilia A, sedangkan kekurangan faktor 9 dikelompokkan dalam hemofilia B. Hemofilia A merupakan jenis hemofilia terbanyak di dunia saat ini.

Adakah obat bagi hemofilia?

Memang tiada kata �sembuh� bagi hemofilia. Tanpa terapi sebagian anak hemofilia berat meninggal, tetapi dengan terapi tepat dapat menjamin anak tumbuh normal dan produktif di masa dewasa.

Pencegahan (profilaksis) dilakukan dengan melakukan transfusi seminggu sekali. Sementara replacement baru diberikan jika anak mengalami perdarahan.

Terapi terbaik bagi anak hemofilia adalah transfusi atau injeksi darah yang mengandung faktor pembekuan (faktor 8 atau 9). Pemberian transfusi rutin berupa kriopresipitat-AHF untuk penderita hemofilia A dan plasma beku segar untuk penderita hemofilia B. Transfusi dan obat biasanya diberikan secara rutin setiap 7-10 hari.

Namun perlu diwaspadai, lewat transfusi anak hemofilia menjadi rentan terkena penyakit yang ditularkan lewat darah, seperti hepatitis B, C, bahkan HIV.

Adakah pantangan bagi hemofilia?

Selain menghindari trauma, beberapa obat tidak boleh dikonsumsi anak hemofila, terutama obat yang mempengaruhi kerja trombosit yang berfungsi membentuk sumbatan pada pembuluh darah, seperti asam salisilat, obat antiradang jenis nonsteroid, ataupun pengencer darah seperti heparin.

Sebaiknya penderita hemofilia mengenakan tanda khusus seperti gelang atau kalung yang menandakan bahwa ia menderita hemofilia. Hal ini penting dilakukan agar ketika terjadi kecelakaan atau kondisi darurat lainnya, personel medis dapat menentukan pertolongan khusus.

Pertolongan pertama jika anak terjatuh

  1. tinggikan bagian tubuh yang terluka, untuk meminimalkan keluarnya darah
  2. kompres dengan air es
  3. istirahatkan bagian yang terluka
  4. bebat bagian di dekat luka, untuk mencegah darah mengalir lebih deras

Sumber : anakku.net

Wednesday, 20 May 2009

Renang Menambah Tinggi Badan?

Renang adalah olah raga favorit yang dipilih orang tua bagi anak-anaknya. Olah raga ini menjadi cara untuk menggenjot tinggi badan si kecil. Benarkah demikian? Selain cerdas, sehat, dan sopan, harapan orang tua saat ini adalah anak-anaknya mempunyai tubuh yang tinggi alias tidak pendek. Tak hanya sedap dipandang, anak yang mempunyai tinggi badan yang memadai dianggap lebih mulus dalam mencapai cita-cita apapun yang mereka inginkan (maklum beberapa bidang pekerjaan menuntut seseorang bertubuh tinggi). Di Indonesia Tinggi badan laki-laki ideal adalah 170-180 cm sedangkan tinggi badan perempuan 160-170 cm.

Berenang adalah salah satu olah raga yang paling sering dipilih orang tua guna memacu tinggi badan anak. Meski tidak dirancang menjadi atlit renang, anak pun secara rutin diajak berenang. Jika tidak, jangan harap anak bertubuh tinggi. Mitos ini sudah jamak kita dengar. Bisa jadi, anda pun berpendapat sama. Tapi sebelum para orang tua kecewa setelah bertahun-tahun mengajak si kecil berenang tapi tubuh anak tidak bertambah tinggi, sebaiknya ketahui faktor-faktor yang dapat membuat si kecil bertubuh tinggi.

Fakta yang sebenarnya

Berenang memang melatih semua otot-otot tubuh sehingga dapat membantu anak untuk bertambah tinggi. Olah raga ini dapat memicu hormon-hormon pertumbuhan bekerja lebih baik agar si kecil terus bertambah tinggi dan berkembang. Tapi, berenang hanyalah salah satu dari sekian banyak aktifitas yang dapat dilakukan si kecil dengan manfaat yang sama (baca: menambah tinggi badan).

Pertambahan tinggi badan anak tidak hanya dipicu oleh aktifitas renang. Hal lain yang lebih menentukan dalam urusan tinggi badan adalah faktor genetik atau keturunan. Jika tinggi badan anda dan pasangan biasa-biasa saja maka besar kemungkinan tinggi badan si kecil pun biasa-biasa saja. Begitu pula sebaliknya. Jika tubuh anda tinggi semampai si kecil cenderung memiliki postur tubuh demikian.

Faktor lain yang juga turut memicu tumbuh kembang anak adalah nutrisi. Anak yang mendapatkan nutrisi memadai dan seimbang cenderung tumbuh secara optimal. Jadi meskipun anak sering berenang tapi pola makannya buruk, tinggi badannya tetap tidak akan bertambah.

Istirahat, adalah syarat penting bagi tumbuh kembang anak. Tubuh akan menjadi lebih tinggi dan bertambah besar pada saat ia beristirahat (tidur). Ini artinya jika si kecil ingin pertumbuhan badannya optimal maka ia harus mendapatkan istirahat yang memadai. Untuk itu, pastikan pola tidur si kecil cukup sehat.

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah tahapan pertumbuhan anak. Dalam perkembangannya anak mengalami saat-saat dimana tubuhnya berkembang sangat lambat dan sangat cepat. Sehingga, kendati si kecil berenang secara teratur, tinggi badannya tidak akan bertambah jika aktifitas ini dilakukan pada fase pertumbuhan lambat yaitu sekitar usia bayi-balita dan usia 16-17 tahun. Pertumbuhan cepat terjadi pada usia 9-12 tahun. Yaitu ketika anak memasuki masa puber. Pada saat ini hormon-hormon pertumbuhan bekerja sangat aktif. Jadi meskipun anak tidak berenang, akan terjadi pertumbuhan tinggi badan yang signifikan. Tetapi, dengan melakukan aktifitas fisik yang cukup, salah satunya dengan renang, pertumbuhan atau penambahan tinggi badan akan semakin optimal.

Namun dengan kenyataan ini bukan berarti anda tidak perlu mengenalkan olah raga renang sejak dini pada anak. Banyak sekali manfaat berenang selain menambah tinggi badan. Pada anak-anak yang mempuyai riwayat asma atau sudah menderita asma, berenang dapat membantu melatih paru-parunya. Berenang juga dapat menjadi sarana yang efektif bagi anak untuk bersosialisasi, melatih keberanian, dan mengenal lingkungan baru.

Sumber : anakku.net

Menangani Kejang dan Demam

Kejang memang suatu peristiwa menakutkan bagi para orang tua. Kejang yang sering terjadi pada anak adalah kejang demam, yaitu kejang yang terjadi pada saat anak demam tinggi (biasanya di atas 38,5�C) dengan usia rata-rata 6 bulan sampai 5 tahun.

Meskipun demikian, kejang demam bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan, karena tidak berbahaya bagi anak. Ketidaktahuan orang tua sering mengakibatkan kepanikan dan tindakan yang sebetulnya tidak perlu.

Apa itu kejang demam dan penyebabnya?

Kejang demam adalah kejang yang disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh (di atas 38,5�C). Demam selalu terjadi pada saat tubuh mengalami infeksi, baik infeksi virus maupun bakteri. Kejang demam kerap terjadi pada anak yang memiliki riwayat kejang demam pada keluarga. Artinya jika kita mempunyai seorang anak mengalami kejang demam, maka besar kemungkinan anak kita yang lain juga akan mengalami kejang demam, atau jika kita dulu pernah mengalami kejang demam saat bayi/balita maka kemungkinan besar anak kita juga akan mengalami hal yang sama.

Apa yang terjadi saat anak mengalami kejang demam?

Kejang memang suatu yang menakutkan bagi orang yang baru pertama kali melihat. Pada saat kejang seluruh tubuh tampak kaku, punggung melengkung dan kehilangan kesadaran. Mata mendelik ke atas dan keluar air liur/busa dari mulut. Setelah itu terdapat gerakan kelojotan dari tangan dan kaki, terkadang terdapat kekakuan otot yang berlebihan sehingga anak tidak dapat bernapas dan tampak biru.

Serangan seperti ini sebagian besar hanya berlangsung beberapa menit dan berhenti sendiri. Setelah serangan anak tampak mengantuk dan tertidur. Jarang sekali kejang demam berlangsung lebih dari 10 menit.

Apakah kejang demam suatu hal yang serius?

Kejang demam bukan suatu hal yang berbahaya dan tidak mengakibatkan kerusakan otak pada anak. Kejang yang berlangsung kurang dari 15 menit, jarang mengakibatkan masalah. Tetapi kejang yang terjadi lebih dari 30 menit akan mengakibatkan kerusakan otak. Kejang demam tidak selalu memerlukan perawatan di rumah sakit. Anak perlu dirawat, jika terdapat demam yang sangat tinggi (lebih dari 40�C) atau kejang yang berulang/lama. Kunjungan ke dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab demam.

Apa yang harus dilakukan jika anak saya mengalami kejang?

  1. Miringkan anak pada salah satu sisi tubuhnya, supaya anak tidak tersedak oleh air liurnya dan dapat bernapas dengan baik.
  2. Longgarkan baju yang terlalu ketat, bersihkan segala sesuatu yang terdapat pada mulut (air liur, sisa makanan, dll.)
  3. Jangan meletakkan apapun ke dalam mulut (orang tua sering memasukkan sendok ke dalam mulut, hal ini akan mengakibatkan gigi patah). Anggapan bahwa lidah akan tergigit atau anak akan tersedak oleh lidahnya sendiri pada saat kejang, sama sekali tidak benar.
  4. Jangan memberikan apapun melalui mulut (minum atau obat) pada saat anak kejang.
  5. Jangan mencoba untuk menahan gerakan-gerakan anak pada saat kejang, berusahalah untuk tetap tenang.
  6. Kejang akan berhenti dengan sendirinya. Amati berapa lama anak anda kejang.
  7. Usahakan untuk menurunkan suhu tubuh anak anda dengan mengkompres tubuh anak dengan air hangat atau air biasa.
  8. Ukurlah suhu tubuh anak anda pada saat itu, hal ini bisa menjadi pegangan anda untuk mengetahui pada suhu tubuh berapa anak anda akan mengalami kejang.
  9. Hubungi petugas kesehatan jika kejang berlangsung lebih lama dari 10 menit.
  10. Jika kejang telah berhenti, segeralah ke dokter untuk mencari penyebab dan mengobati demam.

Apa yang harus dilakukan jika anak saya pernah mengalami kejang demam?

Jika anak anda pernah mengalami kejang, sebaiknya selalu sediakan obat penurun panas, thermometer dan obat anti kejang yang dimasukkan melalui dubur. Mintalah dokter anda untuk mengajarkan bagaimana cara memasukkan obat anti kejang tersebut. Berikan segera obat penurun panas jika anak anda mulai demam. Ukurlah suhu tubuh anak, jika anda sudah mengetahui pada suhu berapa anak anda kejang, maka anda bisa menyiapkan obat anti kejang dan mempersiapkan diri untuk tidak panik.

Apakah setelah kejang demam yang pertama, anak saya akan mengalami kejang demam lagi?

Ada beberapa faktor resiko seorang anak akan mengalami kejang demam berulang. Faktor resiko tersebut adalah :

  1. Terdapat riwayat kejang demam dalam keluarga.
  2. Usia anak kurang dari 18 bulan.
  3. Suhu badan tidak begitu tinggi pada saat kejang.
  4. Jarak antara mulainya demam dengan kejang. Makin pendek jarak tersebut, maka kemungkinan berulangnya kejang semakin besar.

Poin 3 dan 4 perlu mendapat perhatian khusus karena sebagian besar orang tua belum menyadari bahwa anaknya demam/sakit, sehingga obat penurun panas belum diberikan kejang sudah terjadi.

Jika terdapat semua faktor resiko di atas, maka kemungkinan kejang berulang sebesar 80%. Tetapi jika hanya salah satu faktor resiko, maka kemungkinan berulangnya kejang hanya sebesar 10-15%. Kemungkinan terbesar berulangnya kejang demam adalah dalam 1 tahun pertama sejak pertama kali timbul kejang demam.

Apakah memerlukan pemeriksaan EEG atau Scan?

Kejang demam biasa tidak memerlukan EEG atau Scan. EEG tidak meramalkan kemungkinan anak akan kejang lai, idak meramalkan apakah anak akan mengalami epilepsi atau tidak. Jika anak saya kejang demam, apakah berarti menderita epilepsi (ayan)? Kejang demam bukan epilepsi, meskipun terjadi berulang kali, dan bukan juga penyakit yang disebabkan guna-guna atau kutukan. Seorang anak dikatakan menderita epilepsi jika mengalami kejang tanpa demam sebanyak 2 kali atau lebih.

Apakah anak saya akan menderita epilepsi di kemudian hari?

Kejang demam tidak menyebabkan epilepsi. Seorang anak dengan kejang demam mempunyai resiko 10 kali lebih besar menderita epilepsi di kemudian hari dibandingkan anak normal. Tetapi secara umum, resiko terjadinya epilepsi hanya sebesar 2-4% dari seluruh populasi anak normal.

Apakah kejang demam bisa dicegah dengan obat-obatan?

Sebagian besar kejang demam tidak memerlukan pengobatan anti kejang jangka lama seperti pada epilepsi. Obat anti kejang yang diminum terus menerus tentu mengakibatkan efek samping. Ada beberapa jenis kejang demam yang memerlukan pengobatan terus menerus, diskusikan secara detail dengan dokter anda mengenai hal ini.

Beberapa di antaranya adalah:

  1. Kejangnya lama, lebih dari 15 menit
  2. Kejangnya satu sisi saja, misalnya bagian kanan tubuh saja
  3. Anak mengalami kelainan saraf yang jelas, lumpuh dll.
  4. Anak berumur kurang dari 1 tahun waktu kejang demam pertama
  5. Kejang demam sangat sering, lebih dari 4 kali per tahun

Selain hal tersebut, biasanya kejang demam tidak memerlukan obat ati kejang terus menerus.

Apabila anak akan mendapat obat terus menerus, obat apa yang digunakan?

  1. Fenobarbital atau luminal. Sangat efektif mencegah berulangnya kejang demam, tetapi efek sampingnya adalah anak menjadi hiperaktif. Karena itu, luminal sudah jarang dugunakan
  2. Asam valproate. Sangat efektif mencegah berulangnya kejang demam Sayang harganya mahal. Dosis terlalu besar dapat menyebabkan gangguan fungsi hati, terutama anak berumur kurang dari 2 tahun.

Hal yang terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah tetap bersikap tenang dalam menghadapi kejang, dan mintalah keterangan sebanyak-banyaknya dari dokter untuk lebih meyakinkan kita. Pengetahuan yang baik tentang kejang demam, membuat orang tua tidak mudah panic, lebih siap, percaya diri dan bisa mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejang demam berulang pada anak.

Sumber : anakku.net

Perlukah Anak Ikut Les?

Les memang banyak manfaatnya, sampai-sampai orangtua ingin mengikutkan semua les agar anaknya mampu bersaing dengan teman sebayanya. Namun benarkah demikian?

Novi terlihat sibuk sekali, bocah berusia 6 tahun ini sudah memiliki kegiatan yang sedemikian padatnya. Sepulang sekolah, Novi harus mengikuti beragam les. Lihat saja jadwal Nofi. Hari Senin Nofi les bahasa Inggris, Selasa les piano, Rabu ikut Taekwondo, Kamis les matematika, Jum�at les melukis, dan di hari Sabtu Nofi mengikuti les renang. Untuk usianya yang masih kecil, Novi menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah dan di tempat les. Waktu bebas sepenuhnya bagi Nofi adalah hari Minggu, di hari inilah dia bebas bermain tanpa ada agenda les.

Keinginan orang tua untuk menjadikan anaknya sukses di masa depan mendorong orang tua untuk memberikan fasilitas terbaik bagi anak-anaknya. Maka keputusan untuk memasukkan anak ke berbagai tempat les acapkali menjadi pilihan yang diambil orang tua. Melalui tempat-tempat les ini diharapkan segala sisi kecerdasan anak akan dapat terasah dengan maksimal sehingga anak-anak akan menjadi sosok yang multitalented (penuh dengan bakat). Anak tidak hanya akan pandai secara akademik tetapi juga memiliki fisik yang sehat dan jiwa seni yang terasah.

Agar beragam les yang dijalani anak tidak hanya sekedar keinginan orang tua, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan:

  1. Sesuaikan dengan bakat dan minat anak

    Mencarikan les yang tepat untuk anak, orang tua perlu menyesuaikan dengan bakat dan minat anak.Tanyakan pada anak les apa yang diinginkannya.

  2. Pilih tempat les yang menyenangkan

    Karena anak akan belajar dalam waktu yang tidak sebentar maka orang tua perlu mencarikan tempat les yang tepat untuk anak. Anak butuh tempat les yang aman dan nyaman dan memahami dunia anak, dengan konsep melakukan pembelajaran yang menyenangkan.

  3. Beri motivasi pada Anak

    Ketika anak sudah memilih les yang diinginkan, berikan dukungan padanya. Sampaikan bahwa les ini tepat untuknya dan memberikan bekal untuk jadi orang hebat di masa yang akan datang.

  4. Berikan waktu rehat

    Ada kalanya anak mengalami kejenuhan ataupun kebosanan. Ketika masa itu tiba, tidak ada salahnya memberikan sedikit kelonggaran untuk istirahat, tidak masuk les. Tetapi motivasi tetap diberikan orang tua agar semangatnya muncul kembali.

  5. Bantu anak merasakan manfaatnya

    Anak butuh mengetahui dan merasakan manfaat dari les yang diikutinya. Jika les bisa menambah ketrampilannya, membuatnya semakin pintar (mahir) dari hari ke hari, tentu anak akan semakin semangat mengikuti les tersebut. Peran orang tua untuk membantu anak mampu melihat manfaat yang didapat dan perubahan yang terjadi pada dirinya sekecil apapun perubahan itu.

  6. Stop..! Jika membebani anak

    Bila les yang dilakukan terasa membebani anak dan tidak lagi �fun� bagi mereka, maka ada baiknya dihentikan saja. Jika segala cara yang dilakukan untuk memompa semangatnya tidak jua membangun motivasinya, dan mengikuti les justru membuat anak menjadi �stress� ada baiknya berikan penawaran ke anak apakah di mau dilanjutkan atau berhenti saja.

Sumber : anakku.net

Tuesday, 19 May 2009

Kapan Harus Minum Antibiotik?

Antibiotik adalah obat nomor dua paling sering digunakan setelah obat antidepresan. Namun juga paling sering disalahgunakan. Efeknya, selain merugikan buat si pasien, juga terjadi resistensi alias kuman tak mempan lagi yang akhirnya bisa berbahaya untuk kehidupan manusia.

Kuman penyebab infeksi telinga tengah seperti Streptoccocus pneumoniae, Hemophilus influenza, dan Moraxella catarrhalis dikatakan banyak yang tak mempan lagi akibat pemakaian antibiotik yang berlebihan. Belum lagi pemakaian antibiotik yang bisa membunuh banyak kuman atau mahal dengan alasan tak jelas, menambah rentetan masalah akibat antibiotik.

Gunakan secara rasional

Setiap kali kita membaca kemasan antibiotik, selalu tercantum tulisan “Harus dengan resep dokter”. Mengapa? Karena keputusan untuk menggunakan antibiotik tak sembarangan dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang tepat. Setelah memutuskan menggunakan antibiotik, selanjutnya dipilih jenis yang paling sesuai dengan mempertimbangkan; efektivitas, keamanan, kenyamanan, kecocokan, serta harga. Terutama untuk anak-anak, antibiotik perlu diberikan secara hati-hati karena mereka masih dalam tumbuh kembang.

Bagaimana antibiotik digunakan?

Secara umum, antibiotik digunakan untuk tiga kepentingan, yaitu terapi empiris, definitif, dan pencegahan.

Empiris

Pemberian antibiotik secara empiris biasanya merupakan terapi awal sebelum data laboratorium ada, dan ini yang paling sering dilakukan. Tentunya harus diberikan dengan banyak pertimbangan berdasarkan educated guess (dugaan berbasis pengetahuan). Jadi, dokter menyimpulkan dari gambaran penyakit tertentu yang mengarah pada kuman tertentu. Misalnya; infeksi kulit paling sering disebabkan kuman stafilokokus atau streptokokus, sedangkan infeksi saluran kemih didominasi kuman gram negatif seperti E. coli, Enterobakter, dan golongan Proteus. Kuman Hemophilus influenza dan morazella sering ditemukan pada radang telinga tengah dan sinusitis (radang sinus). Pemberian antibiotik secara empiris dilakukan sesuai dengan kuman terbanyak yang ada di daerah tersebut yang diperoleh dari penelitian.

Definitif

Terapi definitif dilakukan setelah kuman ditemukan lewat biakan kuman atau uji kepekaan. Antibiotik yang dipilih idealnya dapat membunuh bakteri penyebab, tepat sasaran, bisa ditoleransi pasien, dengan mempertimbangkan umur anak, keadaannya, adanya penyakit atau komplikasi, fungsi ginjal, hati, dan sebagainya. Terapi ini memang ideal namun kelemahannya adalah faktor waktu. Biakan kuman dan uji kepekaan membutuhkan waktu 3-7 hari dan ini menyulitkan terutama pada infeksi yang berat.

Terkadang dokter memberikan kombinasi dua antibiotikdengan tujuan mengobati infeksi yang belum jelas kuman penyebabnya, infeksi multipel, serta meningkatkan aktifitas obat dan untuk mencegah resistensi. Tapi cara ini tidak dianjurkan untuk pemakaian antibiotik jangka lama.

Profilaksis (pencegahan)

Pada keadaan tertentu antibiotik digunakan untuk mencegah penyakit. Biasanya digunakan pada infeksi saluran kemih berulang, pasien dengan transplantasi organ tubuh atau pasien dalam kemoterapi maupun tindakan bedah.

Untuk anak yang sakit dan datang ke praktek dokter, pengobatan antibiotik kebanyakan diberikan secara empiris. Selain karena sulit mengontrol apakah si anak akan kembali ke dokter yang sama, juga dibatasinya waktu untuk mendiagnosis penyakit. Biasanya yang tersulit adalah menentukan penyebab virus atau bakteri terutama pada infeksi saluran napas yang mencakup organ telinga, hidung, dan tenggorokan, serta saluran napas bawah, demikian juga infeksi saluran cerna.

Penyakit yang sering dikaitkan dengan penggunaan antibiotik

Faringitis akut

Faringitis akut atau radang faring akut sebagian besar disebabkan virus, sedangkan jenis bakterinya antara lain streptokokus beta hemolitikus grup A, streptokokus grup C, kuman anaerob dan campuran berbagai kuman. Sulit membedakan apakah penyebabnya virus atau bakteri, namun kebanyakan faringitis akut akan sembuh sendiri.

Kuman streptokokus beta hemolitikus grup A bila dibiarkan dapat menyebabkan penyakit berbahaya, jadi pada kasus ini antibiotik perlu diberikan. Gejalanya; plak pada amandel anak, kelenjar getah bening leher bagian depan membengkak, tidak disertai batuk, dan suhu meningkat hingga 380C. Bila ditemukan tiga dari empat gejala tersebut, kemungkinan penyebab kuman itu mencapai 75 persen. Antibiotik yang diberikan antara lain golongan penisilin V diminum sepuluh hari atau Benzathine penicilin G disuntikkan satu kali. Pilihan obat lain yang bisa digunakan adalah Eritromisin. Faringitis akut yang lain cukup diobati dengan obat pereda gejala (simptomatik).

Otitis media akut (radang telinga tengah)

Otitis media akut (OMA) sering ditemukan pada anak usia 7 bulan - 3 tahun. Penyebabnya bakteri dan virus. Biasanya didahului oleh infeksi saluran napas atas seperti batuk pilek. Gejalanya gendang telinga membenjol, ada cairan keruh di rongga telinga tengah. Kecurigaan bisa bertambah pada anak yang orangtuanya perokok, menggunakan dot atau empeng, atau dititipkan di Tempat Penitipan Anak. Gejalanya mendadak dengan keluhan sakit telinga dan keluar cairan dari telinga. Bila diperiksa, membran timpani tampak berwarna kuning atau kemerahan serta ada cairan di rongga telinga tengah.

Umumnya OMA sembuh tanpa antibiotik, namun masih banyak dokter meresepkan antibiotik. Alasan tersering adalah orangtua minta antibiotik. Banyak orangtua tidak sabar menunggu hasil terapi simptomatik dan tidak tega melihat anaknya gelisah akibat penyakitnya.

Jika pun harus diberikan antibiotik, pilihan pertama adalah obat turunan penisilin, sefalosporin, kotrimoksazol, dan makrolid. Ada pula dokter yang menunggu hingga 2-4 hari untuk melihat perkembangan penyakitnya. Kecuali, untuk anak di bawah usia 6 bulan, antibiotik wajib diberikan meski diagnosis belum tepat benar.

Rinosinositis akut (radang sinus dan hidung)

Sinusitis adalah peradangan sinus hidung yang hampir selalu berawal atau dimulai dengan radang hidung (rinitis) alias pilek. Sinusitis yang disebabkan bakteri sering didahului oleh infeksi virus, tetapi dapat pula menyertai kondisi lain seperti alergi hidung, kelainan anatomi hidung, polip, daya tahan kurang, rinitis karena obat, atau ada fungsi lapisan hidung yaitu mukosiliar yang terganggu.

Kuman yang sering menyebabkan sinusitis adalah Streptoccocus pneumoniae dan Hemophilus influenza, dapat pula Morazella catarrhalis, Staphyloccocus aureus, kuman anaerob ataupun virus, jarang oleh jamur. Gejalanya mirip batuk pilek biasa disertai hidung mampet, lendir di tenggorokan, nyeri pada wajah. Diagnosisnya tidak mudah dan kuman penyebab sering berbarengan antara virus dan bakteri. Namun, cairan hidung yang kental dan keruh disertai gejala batuk pilek yang mulai menyembuh tapi menjadi berat lagi lebih mengarah pada infeksi bakterial.

Bagaimana pemberian antibiotik?

Banyak kasus sembuh sendiri tanpa pemberian antibiotik. Dengan atau tanpa antibiotik, kasus rinosinusitis membaik dalam 7 -10 hari. Bila 7-11 hari belum ada perbaikan, antibiotik dapat diberikan. Pilihannya adalah penisilin, makrolid, sefalosporin, dan kotrimoksazol. Antibiotika harus diminum selama 7-14 hari tetapi ada yang mengatakan hingga 21 hari. Obat Antihistamin dan dekongestan atau kombinasinya serta pengencer dahak masih diragukan efektivitasnya namun cukup melegakan.

Infeksi lain

Infeksi seperti infeksi kulit dan jaringan lunak, pneumonia atau radang paru-paru, infeksi saluran cerna, infeksi saluran kemih perlu juga mempertimbangkan apakah bakteri adalah biang keladi di balik semua itu.

Sumber : anakku.net

Trauma Pada Kepala Anak

Trauma kepala dapat terjadi pada anak-anak sebagai kecelakaan saat bermain di dalam atau luar rumah. Anak-anak yang baru mulai belajar berjalan dan berlari juga dapat mengalami trauma kepala akibat terjatuh dan kepalanya terbentur. Oleh karena itu, saat anak memasuki masa ini orangtua perlu mempunyai perhatian ekstra.

Bagi orangtua, terjadinya trauma pada kepala anak tentunya merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan kepanikan. Seribu satu pertanyaan muncul dalam benak mengenai kekhawatiran akan hal-hal yang dapat terjadi setelah anak mengalami benturan pada kepalanya.

Trauma kepala yang terjadi dapat bersifat:

  1. Eksternal (hanya mengenai bagian luar kepala, yaitu kulit kepala)

  2. Internal (dapat mengenai bagian dalam kepala, meliputi tulang kepala, pembuluh darah yang terdapat pada tulang kepala, dan jaringan otak).

Kulit kepala kaya akan pembuluh darah, jika terluka perdarahan yang terjadi terlihat menyeramkan karena darah yang keluar cukup banyak. Walaupun demikian, trauma kepala yang mengenai tulang, pembuluh darah, dan jaringan otak tentu saja jauh lebih berbahaya. Untungnya, sebagian besar trauma kepala yang terjadi pada anak-anak bersifat eksternal. Beberapa tips menangani anak dengan trauma kepala:

Tenangkan anak

Jangan memarahi atau berteriak pada anak saat ia terjatuh dan kepalanya terbentur, karena hal ini akan membuat anak lebih takut dan kaget. Jika anak menangis, hampiri dan bantu dia untuk bangkit. Jika anak tidak menangis, orangtua dapat menyuruh anak untuk bangkit.

Periksa kepala anak

  1. Setelah anak berhenti menangis dan tenang, periksalah kepala anak dengan cara meraba perlahan seluruh permukaan kepala anak. Perhatikan ekspresi muka anak atau keluhannya sebagai tanda bahwa bagian yang kita raba terasa sakit. Pada anak yang lebih besar, orangtua dapat bertanya bagian mana yang sakit.
  2. Kompres dingin selama 20 menit bagian kepala yang sakit, dan jika teraba ‘benjol’. ‘Benjol’ terjadi akibat merembesnya darah dari pebuluh vena yang terdapat pada kulit kepala ke bawah kulit kepala. ‘Benjol’ biasanya hilang setelah beberapa hari atau minggu.

Observasi anak

Observasilah anak sampai 24 jam berikutnya untuk mewaspadai tanda-tanda adanya trauma kepala yang bersifat internal:

  1. anak mengeluh nyeri kepala, pusing
  2. anak terlihat ngantuk terus, jika tidur sulit dibangunkan
  3. anak muntah-muntah
  4. pola pernapasannya berubah
  5. tungkainya lunglai atau anak terlihat kesulitan menggerakkan tungkainya
  6. gangguan pada penglihatan
  7. terlihat juling atau jereng
  8. nyeri atau kaku daerah leher
  9. kejang

Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat, pada keadaan-keadaan berikut ini:

  1. Anak berumur <>
  2. Kulit kepala terluka sehingga terjadi perdarahan. Gunakan kain kasa tebal steril atau handuk kering bersih untuk menyelubungi bagian yang berdarah. Jangan mencoba membersihkan luka, karena tindakan ini dapat melebarkan luka. Jangan memberikan tekanan langsung pada daerah kepala yang terluka.
  3. Adanya tanda-tanda trauma kepala yang bersifat internal, termasuk keluarnya darah atau cairan jernih dari hidung, telinga, dan mulut. Hubungi segera rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulans dan paramedis jika anak pingsan. Jangan pindahkan anak jika ia pingsan, untuk menghindari trauma lebih lanjut jika ada trauma leher atau tulang belakang.

Sumber : anakku.net

PG/ TK SMART BEE - Children Education

My photo
Based on Islamic system. We commit to be partner for parents to provide educated play ground for their beloved children. Contact us: Jl.Danau Maninjau Raya No.221, Ph 62-21-7712280/99484811 cp. SARI DEWI NURPRATIWI, S.Pd