Thursday, 15 January 2009

Mengarahkan Anak Hiperaktif

Ada dua ketakutan kaum ibu menyangkut anaknya, autis dan hiperaktif. Jika anaknya terkena autis, ibu akan sangat gugup karena anaknya tak fokus, cenderung pendiam dan sulit beradaptasi. Jika hiperaktif malah gelisah karena anaknya susah dikendalikan. Padahal, rata-rata anak autis dan hiperaktif punya KECERDASAN yang LUAR BIASA.

Mengelola anak hiperaktif memang butuh kesabaran yang luar biasa, juga kesadaran untuk senantiasa tak merasa lelah, demi kebaikan si anak. Anak hiperaktif memang selalu bergerak, nakal, tak bisa berkosentrasi. Keinginannya harus segera dipenuhi. Mereka juga kadang impulsif atau melakukan sesuatu secara tiba-tiba tanpa dipikir lebih dahulu. Gangguan perilaku ini biasanya terjadi pada anak usia prasekolah dasar, atau sebelum mereka berusia 7 tahun. Anda cemas dan gugup? Tentu, tapi jangan takut. Kami punya resepnya.

Pertama, PERIKSALAH. Tak semua tingkah laku yang kelewatan dapat digolongkan sebagai hiperaktif. Karena itu, Anda perlu menambah pengetahuan tentang gangguan hiperaktif. Yang harus Anda lakukan adalah mengonsultasikan persoalan yang diderita anaknya kepada ahli terapi psikologi anak. Ini penting karena gangguan hiperaktivitas bisa berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik anak, serta kemampuannya dalam menyerap pelajaran dan bersosialisasi. Tujuannya untuk mendapatkan petunjuk dari orang yang tepat tentang apa saja yang bisa Anda lakukan di rumah. Selain itu juga berguna untuk menghapus rasa bersalah dan memperbaiki sikap Anda agar tak terlalu menuntut anak secara berlebihan. Di sini biasanya para ahli akan memberikan obat yang sesuai atau sebuah terapi.

Kedua, PAHAMILAH. Untuk bisa menangani anak hiperatif, ada baiknya pula jika Anda dan anggota keluarga mengikuti support group dan parenting skill-training. Tujuannya agar bisa lebih memahami sikap dan perilaku anak, serta apa yang dibutuhkan anak, baik secara psikologis, kognitif (intelektual) maupun fisiologis. Jika si anak merasa bahwa orang tua dan anggota keluarga lain bisa mengerti keinginannya, perasaannya, frustasinya, maka kondisi ini akan meningkatkan kemungkinan anak bisa tumbuh seperti layaknya orang-orang normal lainnya.

Ketiga, LATIH kefokusannya. Jangan tekan dia, terima kaeadaan itu. Perlakukan anak dengan hangat dan sabar, tapi konsisten dan tegas dalam menerapkan norma dan tugas. Kalau anak tidak bisa diam di satu tempat, coba pegang kedua tangannya dengan lembut, kemudian ajaklah untuk duduk diam. Mintalah agar anak menatap mata Anda ketika berbicara atau diajak berbicara. Berilah arahan dengan nada yang lembuat, tanpa harus membenatk. Arahan ini penting sekali untuk melatih anak disiplin dan berkonsentrasi pada satu pekerjaan. Anda harus konsisten. Jika meminta dia melakukan sesuatu, jangan berikandia ancaman tapi pengertian, yang membuatnya tahu kenapa Anda berharap dia melakukan itu.

Keempat, TELATENLAH. Jika dia telah betah untuk duduk lebih lama, bimbinglah anak untuk melatih koordinasi mata dan tangan dengan cara menghubungkan titik-titik yang membentuk angka atau huruf. Latihan ini juga bertujuan untuk memperbaiki cara menulis angka yang tidak baik dan salah. Selanjutnya anak bisa diberi latihan menggambar bentuk sederhana dan mewarnai. Latihan ini sangat berguna untuk melatih motorik halusnya. Bisa pula mulai diberikan latihan berhitung dengan berbagai variasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Mulailah dengan penjumlahan atau pengurangan dengan angka-angka dibawah 10. Setelah itu baru diperkenalkan konsep angka 0 dengan benar. Jika empat fase di atas telah dapat Anda lewati, bersyukurlah, pasti keaktifan anak Anda sudah dapat difokuskan untuk perkembangan jiwanya. Ini juga akan sangat membantu Anda dalam menjaganya. Dan kini, masukilah tahap berikutnya, bagaimana Anda harus bekerjasama dengan dia.

Kelima, BANGKITKAN kepercayaan dirinya. Jika mampu, ini juga bisa dipelajari, gunakan teknik-teknik pengelolaan perilaku, seperti menggunakan penguat positif. Misalnya memberikan pujian bila anak makan dengan tertib atau berhasil melakukan sesuatu dengan benar, memberikan disiplin yang konsisten, dan selalu memonitor perilaku anak. Tujuannya untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Di samping itu anak bisa juga melakukan pengelolaan perilakunya sendiri dengan bimbingan orang tua. Misalnya, dengan memberikan contoh yang baik kepada anak, dan bila suatu saat anak melanggarnya, orangtua mengingatkan anak tentang contoh yang pernah diberikan orang tua sebelumnya. Dalam tahap ini, usahakan emosi Anda berada di titik stabil, sehingga dia tahu, penguat positif itu tidak datang atas kendali amarah. Ingat, anak hiperaktif rata-rata juga sangat sensitif.

Keenam, KENALI arah minatnya. Jika dia bergerak terus, jangan panik, ikutkan saja, dan catat baik-baik, kemana sebenarnya tujuan dari keaktifan dia. Jangan dilarang semuanya, nanti dia prustasi. Yang paling penting adalah mengenali bakat atau kecenderungan perhatiannya secara dini. Dengan begitu, Anda bisa memberikan ruang gerak yang cukup bagi aktivitas anak untuk menyalurkan kelebihan energinya. Misalnya, mengikutkan anak pada klub sepakbola di bawah umur atau berenang, agar anak belajar bergaul dan disiplin. Anak juga belajar bersosial karena ia harus mengikuti tatacara kelompoknya.

Ketujuh, MINTA dia bicara. Ini sangat penting Anda terapkan. Ingat, anak hiperaktif cenderung susah berkomunikasi dan bersosialisai, sibuk dengan dirinya sendiri. Karena itu, bantulah anak dalam bersosialisasi agar ia mempelajari nilai-nilai apa saja yang dapat diterima kelompoknya. Misalnya melakukan aktivitas bersama, sehingga Anda bisa mengajarkan anak bagaimana bersosialisasi dengan teman dan lingkungan. Ini memang butuh kesabaran dan kelembutan. Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi si kecil memang butuh waktu. Terlebih dulu ia harus dilengkapi dengan sikap menghargai, tenggang rasa, saling memahami, dan berempati, ujar Susan Barron, Ph.D, Direktur Pusat Perkembangan dan Pembelajaran Mount Sinai Medical Center di New York dalam salah satu artikelnya di majalah Child.

Terakhir, SIAP bahu-membahu. Jika dia telah mampu mengungkapkan pikirannya, Anda dapat segera membantunya mewujudkan apa yang dia inginkan. Jangan ragu. Bila perlu, bekerja samalah dengan guru di sekolah agar guru memahami kondisi anak yang sebenarnya. Mintalah guru tak perlu membentak, menganggap anak nakal, atau mengucilkan, karena akan berdampak lebih buruk bagi kesehatan mentalnya. Kerjasama ini juga penting karena anak sulit berkosentrasi dan menyerap pelajaran dengan baik. Dibutuhkan kesabaran dan bimbingan dari guru bagi anak hiperaktif.

Nah, itulah dasar-dasar pengelolaan jika anak Anda mengidap hiperaktif. Dia tak berbahaya, hanya butuh SENTUHAN dan PERHATIAN LEBIH. Jika itu dia dapatkan, anak Anda akan berubah jadi JENIUS yang bukan tak mungkin, akan mengubah dunia. (CN02) (sumber: CyberNews Suara Merdeka)

Manfaat Play Group

Dari blog sebelah..

manfaat buat orang tua jika memasukkan anaknya ke play group adalah.....
1. anda bisa menjadi lebih care kepada perkembangan anak anda di playgroup tersebut, dengan selalu memantau apa2 saja yang dipelajari sang anak di playgroup tersebut.
2. anda bisa jadi orang tua yang kritis terhadap perkembangan anak, bisa memberikan masukan atau komplainan kepada lembaga playgroup tersebut.
3. anda telah memutuskan hal yang tepat dengan memasukkan anak anda ke dalam playgroup, karena anak umur 2 tahun adalah anak dalam masa golden age dimana mereka menyerap semua hal (baik itu yang buruk dan yang baik, disinalah peran anda sebagai orang tua banyak dituntut untuk lebih waspada)

tips untu memasukkan anak anda ke playgroup:
1. cek latar belakang guru (anda berhak untuk mewawancara guru agar minimal anda tahu apakah guru itu capable atau tidak, anda tidak ingin dong anda membayar mahal tetapi hanya belajar mewarnai saja bukan ?)
2. tanya kanan-kiri tentang sekolah itu bagus atau tidak..... (bila perlu luangkan waktu untuk ngobrol dengan para ibu2 disekolah tersebut)
3. lihat metode yang dipakai (saran saya, untuk playgroup sebaiknya percayakan kepada lembaga swasta, karena biasanya mereka memasukkan metode2 yang bisa meningkatkan kecerdasan anak)
4. lihat kurikulum yang dipergunakan / tanyakan.
5. lihat kondisi kelas, kamar mandi dan ruangan bermainnya, jika sarana tersebut kecil, terbatas dan agak kotor (terutama toiletnya) saran saya, cari tempat yang lain saja, kenapa saya sarankan demikian karena 3 tempat tersebut merupakan sarana utama, jika tidak bagus dan bersih tentunya menandakan bahsa sekolah tersebut hanya berorientasi penuh kepada pemasukan uang saja.
6. alat peraga yang dipergunaka untuk mendukung pembelajaran boleh dipertanyakan juga kok.
7. tanyakan kegiatan outdoor (penting banget loh bu...... )

Manfaat Play Group

Dari blog sebelah

Umur berapa idealnya anak masuk playgroup?anakku umur 2,5 thn. bicaranya belum lancar dan tidak banyak teman di lingkungan rumah..cukup g cuma bermain n belajar dengan ibunya dirumah?Tp gw kerja buk..mana mungkin??....

Jawabnya adalah :

Play group adalah suatu tempat dimana anak dapat mengembangkan beberapa kemampuan dasarnya seperti kemampuan motorik kasar dan halus, mengembangkan kemandirian, bersosialisasi, berbahasa dan berkomunikasi, mengenal kehidupan beragama, ketrampilan dll. Diharapkan dengan anak mengikuti kegiatan di play group ini tumbuh kembangnya menjadi optimal sampai sebelum ia memasuki pendidikan dasar.

Yang perlu diingat adalah PLAY GROUP BUKANLAH PRA TAMAN KANAK-KANAK. Jadi tidak setiap anak yang mau masuk taman kanak-kanak ia harus masuk dulu ke play group. Anak bapak dapat dimasukkan ke play group terus sampai usianya memasuki usia sekolah dasar. Atau bapak langsung memasukkan anak bapak ke Taman Kanak-kanak pada usia yang telah di tentukan misalkan 3,5 atau 4 tahun. Memang fenomena yang terjadi saat ini adalah anak yang mau masuk TK harus masuk play group dulu, dan itu adalah paradigma yang salah. Jadi bapak bisa memilih mencari play group yang baik dimana anak bapak dapat beraktifitas hingga usia sekolahnya. Atau bapak memasukkan anak bapak di TK ketika usianya sudah mencukupi. Tidak ada dampak yang buruk bagi anak yang tidak masuk play group pada usia dini, selama di rumah anak sudah mendapatkan stimulasi yang cukup dari orangtua dan mendapat kesempatan untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Jadi apabila di rumah anak bapak tidak punya teman bermain baik yang seusia maupun lebih, bapak dan ibu tidak punya waktu untuk menstimulasi anak, pengasuhnyapun tidak mampu menstimulasi anak, barangkali memasukkan anak ke play group bisa menjadi alternatif yang baik. Bagaimanapun juga stimulasi dari orangtua memberikan manfaat yang lebih bagi anak, anak jadi berkembang dan hubungan dengan orangtua menjadi lebih dekat. Setiap orangtua itu mempunyai kemampuan untuk menstimulasi anaknya dengan baik, selama orangtua juga mau belajar dan memahami tumbuh kembang anak itu. Maka sekarang pilihan ada pada bapak, akan memasukkan anak ke play group atau tidak.

Yang perlu diingat juga adalah ketika kita memilih suatu bentuk pendidikan kepada anak, perhatikan juga karakteristik dan keinginan anak. Jangan sampai ambisi orangtua ingin memberikan yang terbaik untuk anak melupakan anak sebagai subyek pelaku kegiatan ini nanti bisa menjadi boomerang.

PG/ TK SMART BEE - Children Education

My photo
Based on Islamic system. We commit to be partner for parents to provide educated play ground for their beloved children. Contact us: Jl.Danau Maninjau Raya No.221, Ph 62-21-7712280/99484811 cp. SARI DEWI NURPRATIWI, S.Pd