Monday, 2 March 2009

Ukur Lingkar Kepala Untuk Kenali Anak Cerdas


Untuk mengetahui apakah seorang anak akan cerdas di masa depan, bisa diketahui dari besaran lingkaran kepalanya. Bila anak baru lahir memiliki lingkar kepala sepanjang 32-36 cm berarti anak berpotensi untuk cerdas. Jika ukuran lingkar kepalanya dibawah 28 cm anak cenderung akan bodoh dan diatas 36 cm berpotensi mengidap penyakit hydrocephalus (otak yang membesar karena dipenuhi air.

"Perhitungan semacam itu memang tidak berlaku mutlak. Ada juga anak-anak yang kepalanya kecil tetapi tetap bisa cerdas. Namun, kecenderungannya anak yang kepala kecil itu kurang cerdas," kata Kepala Sub Bagian Saraf Anak FKUI/RSCM, dr Hardiono Pusponegoro dalam jumpa pers, di Jakarta, Kamis (16/2) terkait dengan akan diselenggarakan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) khusus Saraf Anak dan Kedaruratan Saraf Anak di Jakarta pada 27-28 Maret 2006.

Hadir dalam kesempatan itu, dr Awin AP Akib, Kepala Bagian Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM dan dan Prof Dr Sofyan Ismael, Guru Besar Kedokteran Anak FKUI/RSCM.

Karena itu, dr Hardiono meminta para ibu untuk memperhatikan dengan benar asupan makanan dan kondisi kesehatannya selama hamil. Karena kecerdasan anak sangat ditentukan saat masih dalam kandungan dan 2-3 tahun pertama kehidupannya. "Setelah berumur tiga tahun, perkembangan otak relatif sudah tidak pesat lagi, berarti tidak banyak waktu untuk membantu mencerdaskan anak. Otak tidak bisa menunggu," katanya.

Dr Hardiono mengungkapkan, banyak orangtua yang tidak menyadari tindakan yang dilakukan selama masa kehamilan bakal merugikan anak-anak di masa depan. Misalnya, banyak mengkonsumsi jajanan yang kaya akan lemak, garam dan bahan pengawet, namun miskin zat gizinya. Selain kurang menjaga kesehatan sehingga terkena penyakit infeksi, tokso atau terpeleset sehingga cedera kehamilan. Akibatnya, ada sebanyak 16 persen anak-anak mengalami gangguan perkembangan dan saraf ringan hingga berat.

"Belum lagi bila ibu hamil terserang toksoplasma, mungkin ibu itu sendiri tidak mengalami sakit apa-apa, tetapi pengaruhnya pada janin dalam kandungan sangat fatal. Kemungkinan terburuk adalah anak terkena cerebral palsy (CP) atau kelumpuhan otak. Kasus CP di Indonesia masih cukup besar yaitu 2 dari 1000 bayi mengalami CP," tuturnya.

Cara lain mengenali anak cerdas adalah kemampuan berkomunikasi atau berbicara. Bila anak sudah bisa diajak bicara--bukan sekedar celoteh bayi yang tidak bisa dimengerti-- sejak usia 7 bulan maka bayi tersebut bisa dikatakan cerdas. "Kalau anak bisa berjalan sejak usia dibawah satu tahun, tetapi belum bisa bicara secara jelas, tidak bisa dikatakan cerdas, karena tidak ada hubungan kecerdasan dengan kemampuan berjalan lebih awal," katanya.

Bila anak tidak mampu berbicara setelah usia satu tahun, dr Hardiono meminta orangtua agar membawa anaknya ke dokter anak untuk mengetahui faktor penyebabnya. Karena bisa saja ketidakmampuan bicara itu karena adanya gangguan pendengaran. Sebab 3-6 dari bayi yang lahir mengalami gangguan kesehatan. Keterlambatan penatalaksanaan akan menyebabkan gangguan permanen.

Bukti lain menyebutkan bahwa 1 per 100 diantara anak-anak mempunyai kecerdasan kurang. Dan autisme terjadi pada 1 sampai 10 diantara 10.000 anak. Gangguan-gangguan pendengaran, autisme dan keterlambatan mental menjadi penyebab masalah penting keterlambatan bicara.

Itulah sebabnya, ditambahkan Prof Sofyan Ismael, pihaknya akan menggelar PKB dengan harapan dokter anak di seluruh Indonesia dapat pengetahuan terbaru tentang kesehatan anak, khususnya saraf anak serta latihan bagaimana menstimulasi kelainan anak tersebut.

"PKB ini bukan sekedar transfer knowledge tentang ilmu kedokteran terkini tetapi juga memberi pelatihan yang dapat digunakan untuk menstimulasi kecerdasan anak. Dengan demikian, para dokter anak bisa mengetahui penyakit pada anak sejak dini. Smeakin dini, hasilnya akan semakin baik," kata Prof Sofyan Ismael menandaskan. (Tri Wahyuni)

No comments:

PG/ TK SMART BEE - Children Education

My photo
Based on Islamic system. We commit to be partner for parents to provide educated play ground for their beloved children. Contact us: Jl.Danau Maninjau Raya No.221, Ph 62-21-7712280/99484811 cp. SARI DEWI NURPRATIWI, S.Pd