Friday, 20 February 2009

Pentingkah Balita Masuk Play Group?


Dulu saya berpendapat bahwa balita tidak perlu dimasukan ke sekolah atau playgroup. Karena dari beberapa cerita yang saya dapatkan, anak masuk sekolah terlalu kecil, takutnya pada saatnya nanti anak masuk sekolah formal dia akan merasa bosan. Tapi kemudian ada banyak hal positif juga yang saya lihat jika anak masuk playgroup. Apalagi perkembangan otak anak sedang berkembang pesat pada usia 5 tahun pertamanya.

Beberapa alasan memasukan anak ke playgroup, diantaranya :
• Menambah kemampuan sosialisasi anak.
Hal ini diperlukan terutama jika anak kesepian di rumah, misalnya karena teman sebayanya sedikit.
• Mendapatkan sarana bermain yang edukatif.
Playgroup biasanya menyediakan sarana bermain yang lebih lengkap dan edukatif. Baik untuk kemampuan motorik kasar anak ataupun motorik halusnya. Seperti perosotan, mobil-mobilan dan motor-motoran yang bisa dikendarai oleh anak, puzzle, buku-buku, dsb.
• Mendapatkan pendidikan budi pekerti yang baik.
Sekarang ini banyak anak yang sepanjang hari bersama pembantu dan televisi saja. Maka tontonan, obrolan, dan tingkah lakunya pun menyerupai ‘mbaknya’ itu. Dengan anak yang ayah dan ibunya bekerja, maka anak akan belajar budi pekerti yang lebih baik lagi jika dia disekolahkan (bukan berarti perilaku semua ‘mbak’ itu tidak baik lo ya….).
• Dan sebagainya ya…tergantung kondisi keluarga seorang anak dan lingkungan sekitarnya.

Di samping hal-hal positif yang bisa kita dapatkan di playgroup, ada juga beberapa alasan orangtua yang tidak ingin anaknya masuk ke playgroup, diantaranya :
• Anak berusia 3 tahun atau kurang masih perlu memusatkan kegiatannya di rumah, dengan orangtua dan keluarga lainnya.
• Anak dibawah usia 4 tahun belum bisa membedakan baik dan buruk perilaku orang lain.
Anggapan seperti ini membuat orangtua takut membaurkan anaknya terlalu dalam dengan orang-orang yang baru dikenalnya, karena takut terpengaruh hal-hal buruk. Misalnya perkataan yang kotor dan sebagainya.

Jadi, pentingkah playgroup bagi balita ?
Semua kembali pada keputusan orangtua, yang tentunya juga terantung pada situasi dan kondisi keluarga. Menurut saya, jika di rumah anak memiliki teman atau saudara yang lumayan banyak, mainan yang edukatif dan tidak membosankan, pembimbing yang professional, maka memang lebih baik baik anak dibawah usia 4 tahun di rumah saja. Karena akan lebih mudah mengontrol semua gerak-gerik anak, dan mendidik sesuai keinginan orangtua. Tapi jika semua fasilitas itu kurang memadai, apalagi jika orangtua sibuk dan anak hanya dengan baby sitter, maka jauh lebih baik jika anak dimasukan ke lembaga pendidikan dengan penanganan yang lebih profesional.

Seperti apa playgroup yang bagus itu ?
Beberapa kriteria ini saya tetapkan ketika saya keliling-keliling mencari playgroup untuk anak saya :
• Memiliki metode yang tepat dalam menghadapi berbagai karakter anak-anak. Misalnya bagaimana menghadapi anak yang aktif, galak, cengeng, suka nyubit, dsb.
• Tempat yang bersih, dan memiliki fasilitas bermain yang cukup dan edukatif.
• Guru yang ramah dan mengerti psikologis seorang anak.
• Fleksibel, tidak memaksakan kehendak anak.
• Kalau perlu playgroup ini ada bimbingan langsung dari seorang psikolog, agar kita bisa konsultasi dan lebih mengenal karakter anak kita.

Sekali lagi, perlukah balita masuk ke playgroup…it’s up to you Mom and Dad…But…playgroup is not about our prestise..so, sesuaikan aja dengan ukuran kantong kita. Banyak kok playgroup bagus tapi ga pake mahal….

Cat :
Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya pribagi, apabila banyak kesalahan atau kekurangan, saya sangat mengharapkan koreksi teman-teman semua. Terima kasih.


Sumber:seputarbalita.blogspot.com

No comments:

PG/ TK SMART BEE - Children Education

My photo
Based on Islamic system. We commit to be partner for parents to provide educated play ground for their beloved children. Contact us: Jl.Danau Maninjau Raya No.221, Ph 62-21-7712280/99484811 cp. SARI DEWI NURPRATIWI, S.Pd