Friday, 5 June 2009

Anak Lebih Lengket Dengan Baby Sitter?

Pembaca yang budiman, seyogyanya perlu orangtua sadari bahwa kehadiran babysitter di dalam keluarga ada nilai positif dan negatifnya. Sisi positifnya, tentu ibu atau orangtua akan merasa sangat terbantu dalam pengasuhan bayi (anak). Apalagi, bagi ibu rumah tangga yang bekerja, keberadaan babysitter boleh jadi merupakan suatu keharusan.

Sedangkan sisi negatifnya, terutama dari sisi perkembangan anak, kehadiran babysitter akan sedikit-banyak menggangu keharmonisan hubungan antara anak dan orangtua. Terlebih lagi jika orangtua terlalu mempercayakan pengasuhan anaknya kepada babysitter dan meluangkan waktu sangat sedikit untuk anaknya.

Jika babysitter baik, anak akan lebih �dekat� kepada babysitter dibanding kepada orangtuanya. Sebab, secara alamiah anak akan merasa lebih bahagia bersama seseorang yang lebih banyak memberikan waktu dan kasih sayang. Sebaliknya, jika babysitter buruk, misalnya pemarah, kondisi psikologis anak akan banyak terganggu. Kita semua sudah mengetahui bahwa anak akan belajar secara efektif dari apa yang dia lihat, dengar, dan alami, termasuk sifat buruk babysitter ini.

Oleh karena itu, apabila orangtua mempercayakan kepengasuhan anak kepada pihak lain (babysitter) maka ada beberapa hal yang perlu orangtua perhatikan dan lakukan. Di antaranya adalah:

  1. Orangtua harus dapat menyeimbangkan waktu pengasuhan kepada anak (ibu, ayah, baby sitter memiliki waktu yang seimbang dalam mengasuh anak). Maksudnya, pengasuhan bayi oleh babysitter hanya pada saat orangtua bekerja. Apabila orangtua di rumah maka perbanyaklah memberikan waktu bersama kepada anak. Penuhilah semua kebutuhan anak.

    Sejatinya, di dalam kehidupannya, anak bukan hanya membutuhkan makan, mainan, dan tempat untuk berteduh saja. Namun, ada kebutuhan lain yang boleh jadi tidak dapat diberikan oleh pihak lain (babysitter) kecuali orangtuanya sendiri. Yaitu, cinta yang tulus, kehangatan, �sentuhan� yang menenangkan dan membuat jiwa sang anak merasa aman, kasih sayang, dan perhatian.

  2. Sediakanlah waktu bersama anak sebanyak mungkin. Isilah waktu bersama anak tersebut dengan berbagai kegiatan yang dapat membuatnya merasa senang dan bahagia. Misalnya, berbicara dengan anak (bayi) atau menyapanya dengan kata-kata dan irama suara yang bersahabat, bercanda bersama, menimangnya, bermain bersama (cilukbak, kelikitik, berguling-guling, bernyanyi sambil menatap dan mengusap-usap tubuh anak).

  3. Ada baiknya, ketika orangtua sedang berada di rumah maka kegiatan memandikan, menyuapi, dan mengganti popok dilakukan oleh orangtua. Pada situasi seperti itu biasanya ikatan bathin antara orangtua dengan anak akan semakin terjalin erat.

  4. Tunjukkanlah rasa cinta dan sayang orangtua kepada anak dengan cara memberikan perhatian. Misalnya, ninabobokan dan senandungkanlah lagu untuk anak ketika ia menunjukkan tanda ingin tidur.

  5. Perlihatkanlah kepada anak bahwa orangtua bahagia bersamanya. Salah satunya adalah dengan memperlihatkan wajah orangtua yang penuh dengan kehangatan kepada anak. Misalnya, dengan selalu memperlihatkan wajah tersenyum bahagia kepada anak.

Intinya, orangtua perlu mengatur waktu sebaik-baiknya agar waktu bersama anak dan keluarga tetap terjaga. Jangan sampai untuk urusan kantor dan arisan orangtua bisa meluangkan waktu berjam-jam. Sedangkan, meluangkan waktu bersama anak dan keluarga sedetikpun orangtua tidak bisa (Maya & Wido, 2006).

Sumber : Perkembangananak.com

No comments:

PG/ TK SMART BEE - Children Education

My photo
Based on Islamic system. We commit to be partner for parents to provide educated play ground for their beloved children. Contact us: Jl.Danau Maninjau Raya No.221, Ph 62-21-7712280/99484811 cp. SARI DEWI NURPRATIWI, S.Pd