Monday, 29 June 2009

Kemampuan Motorik Anak Terlambat?

Kemampuan motorik halus anak dikatakan terlambat bila di usianya yang seharusnya ia sudah dapat mengembangkan keterampilan baru, tetapi ia tidak menunjukkan kemajuan. Terlebih jika sampai memasuki usia sekolah sekitar 6 tahun, anak belum dapat menggunakan alat tulis dengan baik dan benar. Anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik halus mengalami kesulitan untuk mengoordinasikan gerakan tangan dan jari-jemarinya secara fleksibel.

PENYEBAB
Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi keterlambatan perkembangan kemampuan motorik halus, berikut di antaranya:
* Kurangnya kesempatan untuk melakukan eksplorasi terhadap lingkungan sejak bayi. * Pola asuh orangtua yang cenderung overprotektif dan kurang konsisten dalam memberikan rangsangan belajar. * Tidak membiasakan anak untuk mengerjakan aktivitas sendiri sehingga anak terbiasa selalu dibantu untuk memenuhi kebutuhannya, semisal selalu disuapi sehingga fleksibilitas tangan dan jemarinya kurang terasah.

UPAYA MENGATASI
Melakukan observasi untuk mengetahui seberapa jauh si kecil tertinggal dibandingkan anak-anak lain seusianya.
Jika diketahui keterlambatannya, sesegera mungkin latih anak untuk mengembangkan keterampilannya tersebut. Misalnya, meningkatkan frekuensi permainan yang merangsang koordinasi motorik halus seperti pasel, lego, dan lain-lain.
Jika sampai usia 6 tahun masih terlambat, ada baiknya meminta bantuan profesional untuk melakukan evaluasi perkembangannya. Umumnya anak diarahkan untuk mengikuti remedial teaching

UPAYA PENCEGAHAN
Beberapa hal dapat dilakukan orangtua agar anaknya tidak mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus:

Sejak dini, orangtua harus meningkatkan frekuensi mengenalkan anak pada permainan yang dapat merangsang fleksibilitas motorik halusnya, seperti pasel, lego, play dough, dan lainnya.
Membiarkan anak mengeksplorasi lingkungan tetapi tetap dalam pengawasan.
Melatih anak untuk menopang tubuhnya dengan perut (posisi tengkurap ketika bayi) sehingga akan menguatkan otot bahu dan punggung.
Ketika anak berusia 8 bulan, ajarkan untuk memegang makanannya sendiri melalui finger food. Hal ini akan membantu anak melatih fleksibilitas jari jemarinya untuk mengambil makanan, memegang, dan memasukkannya ke mulut
Di usia sekitar 12 bulan, anak dilatih untuk mengambil benda dan memasukkannya ke dalam sebuah kotak. Di usia sekitar 18 bulan, anak dilatih untuk memegang alat-alat tulis seperti krayon atau spidol.

MENULIS BAGUS
Sejak dini anak sudah dikenalkan pada kegiatan menulis dengan menggunakan alat tulis, baik krayon, spidol, cat air, dan lainnya. Hal ini akan membantu anak untuk menumbuhkan minat pada kegiatan menulis.
Dimulai dengan aktivitas menghubungkan titik-titik atau dot-to-dot.
Menyediakan media tulisan dengan buku halus kasar yang tersedia di toko buku.
Berlatih sesering mungkin untuk belajar menulis, dimulai dengan menulis namanya sendiri secara berulang-ulang.

ANAK PEREMPUAN LEBIH TERAMPIL?
Konon, motorik halus anak perempuan lebih luwes ketimbang anak lelaki. Ternyata hal ini tidak benar. Setiap anak tanpa dibedakan gender memiliki keterampilan yang berbeda-beda. Pendapat tersebut muncul dikarenakan ada kecenderungan anak perempuan lebih detail dan teliti, sehingga lebih menyukai aktivitas yang sifatnya tenang dengan menggunakan kemampuan motorik halusnya. Sebaliknya anak lelaki cenderung lebih menyukai aktivitas motorik kasar. Namun demikian, kualitas perkembangan motorik halus antara keduanya tidak berbeda secara signifikan.

HATI-HATI!
Sebaiknya orangtua tidak memberikan kritikan ketika mendapati kualitas tulisan anak kurang rapi, karena hal ini akan menimbulkan perasaan kurang nyaman dan cemas pada anak untuk mengulang kembali kegiatan menulis.
Berikan dukungan yang positif setiap kali anak menunjukkan hasil karyanya karena akan memperkuat keinginan anak untuk belajar menulis lebih baik lagi.
Kegiatan menulis ada hubungannya dengan kemampuan membaca sehingga keduanya harus diasah secara seimbang sejak dini.
Waspadai gangguan yang menyertai keterlambatan perkembangan motorik halus seperti Cerebral Palsy, disleksia, disgrafia, dan lain sebagainya. Untuk itu, bantuan dari profesional seperti dokter dan psikolog dibutuhkan guna memberikan terapi penanganan yang tepat.

Narasumber: Irma Gustiana A., M.Psi., dari Lembaga Psikologi Terapan UI
Sumber: tabloid-nakita.com

No comments:

PG/ TK SMART BEE - Children Education

My photo
Based on Islamic system. We commit to be partner for parents to provide educated play ground for their beloved children. Contact us: Jl.Danau Maninjau Raya No.221, Ph 62-21-7712280/99484811 cp. SARI DEWI NURPRATIWI, S.Pd